Mengapa ada dosa asal?

Pertanyaan:

Yesus menebus dosa seluruh umat manusia ? Alkitab anda sendiri tidak menyatakan demikian. dalam Yehezkiel 18:20 kan sudah jelas, SETIAP MANUSIA MENANGGUNG DOSANYA MASING-MASING ! yang merubah ayat ini bukankah Palus yang aslinya bernama Saulus ? Yesus saja tidak merubah Hukum Agama Musa, [  ada di MATIUS 5:17-19 dan MATIUS 22:40  ],Paulus kan bukan murid Yesus, [  Yesus sudah tidak ada waktu Paulus ada  ], Paulus hanya mengaku bertemu Yesus, padahal yang dilihat adalah seberkas cahaya, mimpi kaleee si Paulus ini. Olala

Jawaban:

Shalom Olala, Terima kasih atas beberapa pesan yang diberikan. Dari beberapa pesan, saya melihat gaya bahasa Olala yang kurang santun (maaf, saya bicara apa adanya) dan Olala tidak menyatakan argumentasi secara langsung. Saya minta maaf, kalau beberapa pesan yang saya anggap kasar tidak dapat saya masukkan dalam website ini. Namun untuk komentar ini, mari kita berdiskusi dengan penuh hormat dan kelemahlembutan. Masing-masing kita tahu, bahwa memang ada perbedaan-perbedaan di antara kita dan adalah hal yang wajar untuk mempunyai perbedaaan pendapat. Mari kita bersama-sama belajar untuk menyampaikan kebenaran dengan baik tanpa menggunakan kata-kata yang kasar dan juga tanpa bermanis-manis yang mungkin hanya mengaburkan kebenaran itu sendiri. Saya akan postkan pesan Olala selanjutnya, dengan kondisi yang saya sebutkan di atas. Kalau Olala masih menggunakan kata-kata yang kasar, maka dengan sangat menyesal, saya tidak akan dapat mempostkan komentar Olala di website ini. Mari sekarang kita mulai dengan dialog tentang dosa asal.

Argumentasi Olala:

1) Olala tidak setuju bahwa Yesus menebus dosa seluruh umat manusia, yang bersumber dari pendapat bahwa tidak ada dosa asal, karena:

Yehezkiel 18:20 mengatakan “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.“.

2) Yesus tidak pernah merubah hukum Agama Musa, yang dapat dilihat di:

Mat 5:17-19 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga“.

Mat 22:40 “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Karena Yesus tidak pernah merubah hukum Musa (mungkin lebih baik hukum di dalam Perjanjian Lama), maka apa yang dikatakan oleh Yehezkiel 18:20 – tentang: seseorang harus bertanggung jawab akan dosa yang diperbuatnya sendiri – tetap berlaku.

3) Paulus dikatakan merubah konsep dosa asal, yang menurut Olala sebenarnya tidak ada di dalam Alkitab.

Olala meragukan kredibilitas Paulus, karena Paulus bukanlah termasuk murid Kristus dan Yesus telah meninggal pada saat Paulus mulai diceritakan di dalam Alkitab. Alkitab hanya menceritakan bahwa Paulus hanya melihat seberkas cahaya yang diragukan kebenarannya.

Dari argumentasi Olala di atas, maka inilah yang dapat saya sampaikan:

I. Konsep tentang dosa asal dari Kitab Suci dan Tradisi Suci.

1) Pada masa Gereja awal ada beberapa golongan yang menolak konsep “dosa asal“, seperti Pelagians, Gnostics dan Manichaeans, yang tidak sesuai dengan pengajaran Gereja Katolik. 2) Berikut ini adalah kutipan dari beberapa ayat di Alkitab, baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan tidak terbatas hanya pada Yehezkiel dan surat rasul Paulus.

a) Manusia pertama telah berbuat dosa:

Dalam kitab Kejadian dinyatakan bahwa Adam dan Hawa telah berdosa dan oleh karena itu, maka Adam dan Hawa dan seluruh keturunannya harus menanggung dosa. (lih Kej 2).

Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia, dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.” (Keb 2:24).

Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.” (2 Kor 11:3; 1 Tim 2:14; Rm 5:12; Yoh 8:44).

Dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (lih. Rm 5:19; Tob 4:14; Sir 10:14-15).

b) Akibat dari dosa asal adalah: (untuk lebih lengkapnya, silakan melihat jawaban ini – silakan klik).

Manusia kehilangan rahmat kekudusan dan terpisah dari Allah. (Lih Kej 3).

Manusia kehilangan “the gift of integrity“, sehingga manusia dapat menderita dan meninggal (lih. Kej 3:16).

Manusia terbelenggu oleh dosa dan kejahatan (lih. Kej 3:15-16; Yoh 12:31; 14:30; 2 Kor 4:4; Ib 2:14; 2 Pet 2:19).

c) Dosa asal ini diturunkan kepada semua manusia:

Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mz 51:7).

Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!” (Ay 14:4).

Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia, dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.“(Keb 2:24).

From the woman came the beginning of sin, and by her we all die.” (LXX/ Septuagint – Sir 25:33).

Dan kemudian rasul Paulus memberikan penegasan dengan memberikan perbandingan antara Adam, manusia pertama yang jatuh ke dalam dosa kesombongan, dan Kristus yang membebaskan manusia dari dosa dengan ketaatan kepada Allah (Rom 5:12-21, lihat juga Rom 5:12-19, 1 Kor 15:21, dan Ef 2:1-3).

3) Dan konsep tentang dosa asal juga didukung oleh bapa Gereja, seperti Santo Agustinus (De Nupt. et concupt. II 12,25). St. Cyprian juga memperkuat doktrin dosa asal dengan memberikan alasan bahwa dosa asal merupakan doktrin yang memang telah ada sejak awal mula, yang dibuktikan dengan permandian bayi untuk penghapusan dosa (lih. St. Cyprian, Ep. 64, 5). Kemudian doktrin ini diperkuat dari pernyataan Konsili Trente (D.790).

4) Dari hal tersebut di atas, maka doktrin tentang dosa asal bersumber kepada dari Alkitab, juga dari Tradisi Suci, yang diperkuat oleh Bapa Gereja dan Konsili.

II. Yesus tidak pernah merubah hukum Musa?

1) Dalam hal ini mungkin lebih tepat bahwa Yesus memang tidak datang untuk merubah hukum Taurat (dalam Perjanjian Lama), seperti yang disebutkan oleh Olala dengan mengutip Mat 5:17-19. Dan oleh karena doktrin dosa asal bersumber pada Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru seperti yang saya telah sebutkan di atas, maka keduanya tidak saling bertentangan, dan dengan demikian semakin memperkuat bahwa Yesus tidak pernah menghapuskan doktrin dosa asal. Yesus adalah pemenuhan dari Perjanjian Lama dan hal yang baru yang diajarkan oleh Yesus adalah “Diri-Nya Sendiri“, bukan hanya hukum-hukum, namun Sang Pembuat Hukum; bukan hanya peraturan namun disposisi hati yang bersumber pada kasih kepada Tuhan. 2) Bagaimana dengan argumentasi dari Yeh 18:20?

a) Dari penjelasan di atas (point I), maka kita melihat bahwa ada dosa asal, dosa yang diturunkan oleh Adam kepada seluruh manusia, yang membuat manusia mempunyai “kecenderungan berbuat dosa atau “concupiscence” dan kehilangan “the gift of integrity” (silakan melihat jawaban ini – silakan klik). Ini adalah dosa yang tidak dapat dihindari, karena sejak lahir semua manusia mempunyai dosa asal.

b) Namun, karena manusia tidak seluruhnya rusak dan dengan keinginan bebas manusia – walaupun dia mempunyai dosa asal -, dia tetap dapat berkata “tidak” atau “ya” terhadap dosa. Dalam konteks inilah nabi Yehezkiel mengatakan bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap dosanya masing-masing. Jadi misalnya, kalau ayahnya adalah penghianat dan dihukum mati, maka anaknya belum tentu penghianat dan tidak perlu dihukum mati.

c) Hal ini dapat diterangkan dalam kehidupan sehari-hari. Umat Katolik percaya bahwa dosa asal dapat hilang dengan Sakramen Baptis, sehingga manusia menjadi berkenan di hadapan Allah. Namun kecenderungan untuk berbuat dosa atau concupiscense tidak terhapuskan oleh Sakramen Baptis, sehingga membuat manusia harus berjuang dalam hidup kudus. Ini juga menjadi kesempatan bagi manusia untuk membuktikan kasihnya kepada Allah. Nah, setiap orang yang telah dibaptis, yang telah hilang dosa asalnya, harus berjuang setiap hari untuk berkata ‘tidak’ terhadap dosa.

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan:

KGK 1264  Tetapi di dalam orang-orang yang dibaptis tetap ada beberapa akibat sementara dari dosa: penderitaan, penyakit, kematian, kelemahan yang berhubungan dengan kehidupan (seperti misalnya kelemahan tabiat), serta kecondongan kepada dosa, yang tradisi namakan concupiscentia [keinginan tak teratur] atau, secara kiasan, “dapur dosa” [fomes peccati]. Karena keinginan tak teratur “tertinggal untuk perjuangan, maka ia tidak akan merugikan mereka, yang tidak menyerah kepadanya dan yang dengan bantuan rahmat Yesus Kristus menantangnya dengan perkasa. Malahan lebih dari itu, siapa yang berjuang dengan benar, akan menerima mahkota (2Tim 2:5)” (Konsili Trente: DS 1515).

III. Kredibilitas Paulus:

1) Kalau memang Olala meragukan kredibilitas Paulus, bagaimana Olala membuktikan bahwa Rasul Paulus perlu diragukan? Satu-satunya cara untuk membuktikan hal ini adalah kalau Olala dapat memberikan data-data bahwa Paulus menyelewengkan ajaran Kristus.

2) Kalau kita mempelajari secara lebih teliti, sebetulnya kita tidak perlu meragukan kredibilitas Paulus, karena:

a) Tidak ada ajaran Kristus yang diselewengkan oleh rasul Paulus, bahkan Tuhan memilih Paulus sendiri sebagai rasul non-Yahudi (Kis 22:14-21; Kis 26:16-18; Rom 1:1; 1 kor 1:1; 1 Kor 9:1-2; 1 Kor 15:9; Gal 1:1; Gal 1:15-16; Ef 1:1; Kol 1:1; 1Ti 1:1; 1Ti 2:7; 2Ti 1:1; 2Ti 1:11; Tit 1:1; Tit 1:3).

b) Rasul Paulus diterima dengan baik oleh para rasul, seperti yang ditunjukkan di konsili Yerusalem (Kis 9:26-29). Kalau apa yang diajarkan oleh rasul Paulus bertentangan dengan ajaran Kristus, pasti rasul-rasul yang lain akan menentang rasul Paulus. Namun hal ini tidaklah terjadi.

c) Jadi bagaimana dengan pertobatan rasul Paulus yang dianggap sebagai mimpi oleh Olala? Silakan membaca referensi berikut ini: Kis 9:3-22; Kis 22:4-19; Kis 26:9-15; 1 Kor 9:1; 1 Kor 15:8; Gal 1:13; 1Tim 1:12-13.

Kalau Tuhan sendiri menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia, apa sulitnya bagi Tuhan untuk memberikan vision kepada rasul Paulus, sehingga dia dapat mengerti begitu banyak akan pengetahuan Allah? Kalau vision ini tidak dapat diterima oleh Olala, bagaimana menceritakan rasul Paulus yang dahulu sebagai orang Yahudi yang taat, belajar di bawah Rabi Gamaliel, kemudian dapat menjadi pengikut Kristus dengan pengetahuan tentang Kristus yang luar biasa?

IV. Beberapa pertanyaan untuk Olala:

Kalau memang, Olala tidak menyetujui akan konsep dosa asal, saya ingin menanyakan tentang hal-hal berikut ini:

1) Apakah Olala mempercayai bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa secara sempurna?

2) Kalau memang demikian, mengapa manusia mempunyai kecenderungan untuk berbuat dosa? Apakah dengan demikian maka Tuhan tidak menciptakan manusia baik adanya?

3) Darimanakah asalnya kematian? Apakah manusia diciptakan pada awalnya dengan sifat yang sementara? Mengapa Tuhan tidak menciptakan manusia pada awalnya dengan sifat yang tetap dan tetap bersatu dengan pencipta-Nya untuk selama-lamanya? Semoga jawaban dan pertanyaan tersebut di atas dapat semakin membuat Olala dan saya sendiri untuk semakin merenungkan akan topik ini.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://backup.katolisitas.org

4.8 9 votes
Article Rating
19/12/2018
Subscribe
Notify of
95 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Paulus Miki Sucahyo
Paulus Miki Sucahyo
14 years ago

Salam damai Kristus, Dear katolisitas.org, Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberadaan site ini yg sangat bermanfaat bagi pembacanya. Saya memiliki sebuah pertanyaan, mohon petunjuk menurut ajaran Katolik… Roma 5 : 12 – 13 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. =========== pertanyaannya: =========== 1.Apakah pada jaman Adam dan Hawa dosa telah diperhitungkan? #jika YA,… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Paulus Miki Sucahyo
14 years ago

Shalom Paulus Miki, Berikut ini adalah keterangan yang saya sarikan dari penjelasan The Navarre Bible, demikian: Ayat- ayat ini menujukkan bahwa sebagaimana dosa masuk ke dunia oleh perbuatan seorang manusia, maka kebenaran diperoleh bagi kita melalui satu orang manusia, yaitu Yesus Kristus. Sebagai manusia pertama, Adam mengandung di dalam dirinya seluruh umat manusia yang menjadi keturunannya, dan Adam menjadi gambaran samar- samar akan Adam yang baru, yaitu Kristus. Demikianlah, Kristus adalah ‘yang sulung dari semua ciptaan’ dan ‘Kepala Tubuh, yaitu Gereja’ (Kol 1:15, 18). Dengan Adam kita terhubung dalam darah dan daging, dengan Kristus kita terhubung dalam iman dan sakramen-… Read more »

Paulus Miki Sucahyo
Paulus Miki Sucahyo
Reply to  Ingrid Listiati
14 years ago

Shalom Ibu Ingrid, Terima kasih banyak atas jawaban ibu. Uraiannya cukup mudah dipahami. Bolehkah saya merangkum poin2nya sbb: 1#Upah dari dosa adalah maut….. 2#Dosa adalah pelanggaran terhadap “perintah” Tuhan… 3#Perintah yang diberikan Tuhan kepada Adam dan juga hukum Taurat, memberi konsekuensi “kematian” kepada para pelanggarnya 4#Perintah Tuhan turun dlm bermacam “ukuran perhitungan” sesuai dgn masanya masing2 dgn kronologi : Perintah langsung pd Adam – hukum kodrat – hukum Taurat – hukum Kristus 5#Maut adalah sebuah efek yg menurun sbg akibat dari pelanggaran manusia pertama. 6#Hanya perintah Tuhan yg diberikan kepada Adam dan Taurat yg memiliki “vonis” hukuman mati. 7#Hukum kodrat… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Paulus Miki Sucahyo
14 years ago

Shalom Paulus Miki, Terima kasih atas pertanyaan yang unik ini. Sesungguhnya, analogi yang disampaikan oleh teman anda itu tidak sepenuhnya dapat menggambarkan keadaan Adam dan Hawa yang jatuh dalam dosa pertama melawan Allah. Dalam contoh itu disebutkan bahwa teman Anda melarang Anda makan buah beracun di meja makan, dan karena Anda melanggar larangan itu, dan makan buah itu, maka Anda mati. Jadi yang membuat mati bukan peringatannya tetapi buah beracun itu. Lalu Anda menanyakan apakah analogi itu dapat dipakai untuk memahami kisah pelanggaran Adam dan Hawa. Saya cenderung mengatakan bahwa analogi itu tidak pas. Sebab fakta yang terpenting tidak terwakili… Read more »

Leo
Leo
Reply to  Ingrid Listiati
14 years ago

Syaloom Ibu Inggrid,

Jadi asal dosa kesombongan itu karena Adam dan Hawa makan buah itu atau pas sudah ada keinginan menjadi seperti Allah yg berarti sesaat sebelum dia memetik itu dia sudah jatuh ke dalam dosa?

Terima Kasih

Ingrid Listiati
Reply to  Leo
14 years ago

Shalom Leo, Dosa itu ada tahapannya. Umumnya pada dosa berat, dosa masuk pertama- tama di pikiran dahulu, dan kemudian di pikiran keinginan itu ‘dikunyah- kunyah’ dahulu, sampai akhirnya dilakukan. Hal ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik, secara khusus dalam sub- topik: Bagaimana proses dosa berkembang? Maka dosa kesombongan Adam dan Hawa memang sudah dimulai saat di pikiran mereka timbul keinginan untuk menyamai Tuhan, namun dosa itu mencapai puncaknya saat mereka memutuskan untuk mewujudkan keinginan itu di dalam perbuatan pelanggaran, yaitu dengan memakan buah pohon pengetahuan yang jelas sudah dilarang oleh Allah. Salam kasih dalam Kristus Tuhan, Ingrid Listiati-… Read more »

Paulus Miki Sucahyo
Paulus Miki Sucahyo
Reply to  Ingrid Listiati
14 years ago

Shalom Bu Ingrid, Sebelumnya terima kasih banyak atas penjelasan ibu yg sangat rinci. Tapi saya merasa masih ada sesuatu yg belum terjawab… mohon ibu tidak berkeberatan memberikan pencerahan pd saya yg masih dangkal ini…. Sebenarnya logika dan analogi yg saya tulis diatas merupakan refleksi dari pandangan menarik dari Paus Yohanes Paulus II tentang pohon pengetahuan dan larangan memakannya. Di http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/audiences/alpha/data/aud19861112en.html yang memuat pernyataan Paus JP II saat audiensi umum tanggal 12 November 1986. Seperti yg sdh ibu jelaskan pula, jebakan Iblis yang mengatakan bahwa mereka “akan menjadi seperti Allah” (Kej 3:5) dengan memakan buah pohon itumembuat manusia terbujuk untuk memakannya.… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Paulus Miki Sucahyo
14 years ago

Shalom Paulus Miki, Nampaknya pandangan Anda benar, bahwa dengan memberi perintah agar Adam dan Hawa tidak memakan buah pohon pengetahuan itu, Allah sesungguhnya berkehendak agar mereka menyadari bahwa mereka adalah mahluk ciptaan Allah, dan karena itu selayaknya taat kepada kehendak-Nya yang menciptakan mereka. Tentu Allah tidak mengehndaki manusia jatuh dalam dosa kesombongan seperti halnya sejumlah malaikat. Walaupun kita ketahui, manusia akhirnya jatuh juga ke dalam dosa kesombongan tersebut. Namun sebenarnya inti dari link yang memuat khotbah Paus Yohanes Paulus tersebut bukan hanya itu. Paus ingin mengingatkan kepada pendengarnya, bahwa dosa ‘merampok’ manusia dalam banyak hal, yaitu hal- hal yang sangat… Read more »

Maximillian Reinhart
Maximillian Reinhart
14 years ago

Dear Katolisitas.

Adalah sebuah pertanyaan konyol tapi menarik untuk disimak, pertanyaan polos dan memberikan kesan mendalam.
Begini…; Allah memang memberikan freewill sewaktu penciptaan malaikat, untuk apa jika pada akhirnya para malaikat dapat menentukan sikap menolak Dia..?

Sepertinya (ini kesan didapat) secara tidak langsung, Allah sendiri yang menciptakan sebuah “dosa” bukan? Untuk apa harus demikian…???
Bukankah akan menjadi nyaman sesuai dengan apa yang Dia harapkan, bahwa hidup tanpa ada “dosa (menolak Allah)..??

Bisa kah aku dicerahkan dalam pemahaman yang “kacau” ini?

Terima kasih.

Salam Kasih.

Ingrid Listiati
Reply to  Maximillian Reinhart
14 years ago

Shalom Maximillian, Allah adalah Kasih (1 Yoh 4:8) dan kasih yang sempurna tidak pernah memaksa pihak yang dikasihi untuk mengasihinya kembali. Sebab definisi kasih menurut St. Thomas Aquinas adalah menginginkan kebaikan bagi orang yang dikasihi (willing the good of another-whom we love). Jadi kasih ini pada hakekatnya tidak memaksa pihak yang dikasihi untuk mengikuti semua keinginan kita yang mengasihi. Sebab jika demikian, kasih itu menjadi egois/ selfish. Nah, karena hakekat kasih/ kebaikan itu selalu membagi/ memancar (Bonum diffusivum sui), maka Sang Kasih itu dengan sendirinya mempunyai kodrat untuk berbagi kasih; dalam hal ini pertama- tama terjadi dalam kehidupan Pribadi-Nya sendiri… Read more »

Maximillian Reinhart
Maximillian Reinhart
14 years ago

Salam Kasih dalam Allah Tritunggal Mahakudus.

Aku mencari dan mencari tulisan tim Katolisitas tentang lebih kurang demikian bahwa melalui Sakramen Baptis, mutlak dan jelas dosa asal terhapus namun tidak mengartikan menghapus kematian, sakit dan derita; bisakah aku dibantu untuk dituntun link nya…???

Pax Christi sit semper vobiscum !

Caecilia Triastuti
Reply to  Maximillian Reinhart
14 years ago

Shalom Maximillian,

Pernyataan yang Anda cari ada di artikel ini, “Mengapa Ada Dosa Asal”. Tepatnya di bagian II C dan KGK 1264 yang berada di bagian yang sama.

Salam kasih dalam Kristus,
Triastuti

Dewi
Dewi
14 years ago

Shalom katolisitas,
Pada saat ular mencobai manusia di Taman Eden, si ular bertemu dengan Hawa, dan yang mengambil buah dari pohon terlarang juga Hawa kemudian diberikannya kepada Adam…nah, berarti sebenarnya yang berdosa pertama kali Hawa, bukannya Adam. Tapi selama ini kita selalu diajarkan, dosa asal itu dari manusia pertama yaitu Adam. Mohon dijelaskan, atau mungkin pertanyaan ini sudah pernah dijelaskan tapi saya nya aja yg ndak tau….
Terima kasih sebelumnya.

Dewi
Dewi
Reply to  Stefanus Tay
14 years ago

Shalom katolisitas,
Terima kasih atas penjelasannya.

Yohannes
Yohannes
Reply to  Stefanus Tay
14 years ago

Shalom, “Kalau Adam berdosa dan Hawa tidak berdosa, maka dosa asal tetap sampai kepada kita, sebaliknya walaupun Hawa berdosa dan Adam tidak berdosa, maka dosa asal tidak sampai kepada kita” Maaf pak stef, saya agak bingung dengan tafsiran ini. Saya merasa tafsiran ini sulit saya damaikan dengan pemahaman saya tentang Maria Immaculata. Jikalau tafsiran diatas benar, menurut saya muncul pertentangan doktrin Bunda tak Bernoda. Inkarnasi Kristus terjadi melalui Bunda yang diberi rahmat agar terhindar dari dosa karena Allah tidak mungkin bersatu dengan dosa. Pihak yang aktif dalam Inkarnasi Kristus adalah Allah sendiri sehingga Yesus lahir tanpa campur tangan laki-laki. Apabila… Read more »

Ignatius
Ignatius
Reply to  Stefanus Tay
14 years ago

Dear Pak Stef,

Maaf saya ada pertanyaan “iseng” yang sebetulnya mungkin tidak patut ditanyakan tapi menganggu pikiran saya. Jika Bunda Maria tidak mewarisi dosa asal (dikandung tanpa noda), apakah berarti ibu dari Bunda Maria (St. Anna) juga tidak mewarisi dosa asal ?

Soalnya kan dosa asal diwarisi turun temurun ya.. Jadi supaya Bunda Maria dikandung tanpa noda, maka St. Anna juga harus tidak bernoda dong ?
Karena kalau St. Anna mewarisi dosa asal, maka anak yang dikandungnya (yaitu Bunda Maria) otomatis juga mewarisi dosa asal..?

Mohon pencerahannya ya.

Shalom,
Ignatius

Ingrid Listiati
Reply to  Ignatius
14 years ago

Shalom Ignatius, Perlu dipahami bahwa kepenuhan rahmat Allah yang diberikan kepada Bunda Maria, berhubungan dengan perannya yang sangat istimewa dalam rencana keselamatan Allah, yaitu sebagai ibu yang melahirkan Kristus, Sang Putera Allah. Maka rahmat ini merupakan kekhususan akibat intervensi Allah, dan bukan karena hal yang otomatis diperoleh secara turun temurun, sehingga ibunya St. Anna harus juga bebas dari noda asal, atau bahkan ibu dari St, Anna juga harus bebas dari dosa asal. Ini adalah argumen yang sering kita dengar dari mereka yang menentang ajaran Gereja Katolik tentang Maria yang Dikandung Tanpa Noda. St. Anna (dan ibunya dan ibu dari ibunya,… Read more »

Kenzo
Kenzo
14 years ago

Dear Catholicity,

Help me to understand this.

Douay-Rheims Bible
The next day, John saw Jesus coming to him, and he saith: Behold the Lamb of God, behold him who taketh away the sin of the world

John 1:29

John said the sin of the world. What is that one sin did he referring to? Why was it sin(one), instead of sins(many) of the world?

God bless.

Ingrid Listiati
Reply to  Kenzo
14 years ago

Shalom Kenzo, It seems to me that your question is more related to the language, rather than Theology. The world here is seen as a whole, to represent the whole humanity, like for instance, the word ‘furniture’ is to represent various pieces of interior article/ object. Thus when we say that the furniture is bad, that means, generally the interior articles (table, sofa, bed, chair, etc.) as a whole, are bad. Thus the sin of the world means that the whole world falls into sin, and the sins of each man is considered as part of the sin of the… Read more »

stefan
stefan
14 years ago

Dear katolisitas, Salam sejahtera dalam Kristus, Saya ada satu pernyataan yg lumayan membuat saya berpikir dan akhirnya jd agak membingungkan. Kita percaya bahwa Gereja Katolik mengajarkan dosa asal yg diturunkan oleh adam dan hawa sbg pasangan pertama yg berdosa. Kita jg percaya bahwa dgn pembaptisan maka dosa asal kita sudah dihapuskan dan juga dosa pribadi yg kita lakukan sblm dibaptis..walaupun akibat dr dosa itu tetap ada (kecenderungan dosa) Jadi contohnya, saya mewarisi dosa asal dr adam dan hawa, kemudian saya dibaptis, berarti dosa asal saya sudah dihapus dan bebas dari dosa asal..secara natural kalau saya menikah dan istri saya pun… Read more »

Aquilino Amaral
Aquilino Amaral
15 years ago

Salam buat teman di Katolisitas,org Semua yang telah diutarakan pak Stef dan Bu Inggrid adalah logis dan analogi mereka dapat dipertangungjwabkan, hanya dari kalangan kaum non-Kristen tidak mau menerimanya, karena pada dasarnya memang sudah berbeda. Kita sebagai manusia keturanan Adam dan hawa, pasti sudah menerima akibat kesombongan mereka. dan apabila mereka tidak berbuat dosa, pasti mereka tidak akan mati. karena upah dosa adalah maut. Hidup miskin dan kaya, memang sebenarnya kalau kita teliti lebih mendalam, tidak yang miskin dan kaya, tetapi hanya karena mereka yang miskin itu tidak diberi kesempatan untuk berusaha atau mau usaha mencapai hiduk yang baik. karena… Read more »

Surya Darma
Surya Darma
15 years ago

Ytk, Bpk Stefanus Saya baru browsing di Katolisitas sebulan yang lalu dan sudah banyak topik yang menarik perhatiaan saya diantaranya yach topik ‘dosa asal’ yang baru saya baca hari ini tgl 30 Juni 2010. Setelah membaca semua penjelasan Bpk dan teman-teman lainnya, menambah wawasan dan pengetahuan saya. Ijinkan saya untuk berbagi pengalaman yang berhubungan dengan dosa asal. Manusia tidak mampu mengerti rencana Tuhan Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam, maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga… Read more »

Isa Inigo
Isa Inigo
15 years ago

Pak Stef, saya pernah mendengar pengajaran dari seorang katekis bahwa “Dosa Asal”. Menurut katekis itu, “Dosa Asal” (Peccatum Originale, Original Sin) ialah bahwa pada asalnya, aslinya, manusia tak bisa mencapai Allah. Karakter manusia ialah ciptaan, maka ciptaan tentu lemah, terbatas, tak bisa menggapai Allah. Maka Allah sendiri menggapai manusia dengan cara mengutus Sabda Allah (Firman Allah, Kalimatullah) menjadi manusia, yang bernama Yesus Kristus. Siapa yang percaya pada Yesus Kristus karena imannya dan itu atas karunia Roh Kudus kemudia dibaptis bisa mencapai Allah, karena Allah sendiri dalam Kristus telah menyelamatkannya. Dengan demikian, dosa asal dihapus dengan baptisan. Baru kemudian jika orang… Read more »

fxe
fxe
15 years ago

Dear Katolisitas; Saya ada 2 pertanyaan berkaitan dgn dosa asal … mohon pencerahan ya. 1. Ketika Tuhan menciptakan malaikan, apakah single-parent atau tidak? maksud saya apakah ada dosa asal di antara para malaikat? 2. kalau di tahap pertama (penciptaan malaikat) , Tuhan menciptakan malaikat tidak single-parent dan kemudian Tuhan melihat ada di antaranya yang memilih tidak taat (dosa), kenapa di tahap berikutnya (penciptaan manusia) Tuhan memilih menggunakan single parent? Bukankan Tuhan sudah tahu bahwa manusia berpotensi untuk berdosa, dan bukankah dengan memilih cara single-parent maka AKIBAT dosa itu LEBIH BESAR karena akan turun-temurun (dosa-asal for all humanity)? Kenapa Tuhan memilih… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  fxe
15 years ago

Shalom fxe, 1. Para malaikat diciptakan langsung oleh Tuhan, sebab para malaikat tidak berkembang biak seperti manusia. Maka tidak ada single-parent seperti pada manusia. Jangan lupa, para malaikat yang diciptakan secitra dengan Allah (yaitu mempunyai akal budi dan kehendak bebas), adalah mahluk yang murni spiritual/ rohani, sehingga tidak memiliki tubuh. Sedangkan manusia, merupakan kesatuan antara jiwa dan tubuh; dan perkembangbiakan tersebut melibatkan tubuh.Maka pada malaikat tidak ada dosa asal. Sesaat setelah diciptakan, para malaikat diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memilih; akankah mereka taat kepada Allah yang menciptakan mereka; atau tidak. Kita mengetahui, sebagian dari mereka memilih tidak taat, dan mereka… Read more »

fxe
fxe
Reply to  Ingrid Listiati
15 years ago

Terima kasih bu Ingrid atas jawabannya. Mohon perkenankan saya bertanya lebih lanjut, karena keinginan saya untuk memahami lebih baik iman saya. Saya berpendapat bahwa ajaran “dosa asal” berpangkal pada ajaran “single-parent”. Karena kalau manusia tidak “single-parent” maka dosa-asal pada setiap orang jadi tidak relevan. Karena itu saya bertanya: “kenapa Allah menciptakan manusia dgn cara ‘single-parent’?”. Jawaban Anda sejauh yg saya mengerti: “Allah menciptakan manusia single-parent karena manusia memiliki/membutuhkan tubuh untuk berkembang-biak”. Benarkah alasan Allah menciptakan manusia lewat “single-parent” hanya sebatas itu? Bukankah karena kemaha-kuasa-an Allah, bisa saja Allah menciptakan manusia yg berbiak lewat tubuh tanpa harus lewat skenario “single-parent”. Dan… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  fxe
15 years ago

Shalom Fxe, 1. Ya benar, konsep dosa asal berhubungan erat dengan konsep single parents, yaitu Adam dan Hawa (sebagai sepasang manusia pertama). Allah menciptakan manusia dengan satu pasang orang tua tersebut memang berhubungan keseluruhan rencana keselamatan Allah. Benar pandangan anda bahwa karena Allah menginginkan bahwa seluruh manusia ciptaan-Nya itu tergabung menjadi satu keluarga, maka semua manusia diciptakan-Nya berasal dari satu pasang manusia. Sebenarnya Adam dan Hawa sendiri merupakan prefigurasi dari Adam yang baru yaitu Kristus, dengan Mempelai-Nya yaitu Gereja yang didirikan-Nya (lih. Ef 5:22-33). Perbandingan antara Adam dan Kristus disebutkan dalam surat rasul Paulus. Dengan demikian memang sudah sejak awal… Read more »

fxe
fxe
Reply to  Ingrid Listiati
15 years ago

Terima kasih Katolisitas atas penjelasannya. Bila “improvement” dipandang sebagai perbaikan dari sesuatu yg salah, memang benar bahwa Allah tidak berbuat demikian. Tetapi “improvement” bisa dimaksudkan sebagai membuat sesuatu lebih baik / spesial dengan maksud membuat suatu “masterpiece”. Analogi hal ini, Toyota harus melakukan improvement untuk membuat Lexus. Bukan karena Toyota jelek, tetapi improvement dilakukan untuk menghasilkan suatu masterpice (yang lebih baik dari ciptaan sebelumnya). Sebenarnya ini masalah istilah saja. Maksud yang ingin saya sampaikan adalah: dalam beberapa tulisan, digambarkan bahwa Malaikat adalah makhluk yg kodratnya lebih tinggi dari manusia karena pure spiritual. Saya berpandangan sebaliknya. Manusia yg diciptakan single-parent ditentukan… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  fxe
15 years ago

Shalom Fxe, 1. Gereja Katolik mengajarkan bahwa secara kodrat, para malaikat diciptakan dengan akal budi dan kehendak bebas yang lebih sempurna daripada akal budi dan kehendak bebas manusia, karena para malaikat adalah mahluk spiritual yang murni. Mereka mempunyai “infused knowledge” (pengetahuan yang ditanamkan oleh Allah) sehingga mereka dapat mengenal Allah dengan lebih sempurna. Sayangnya, meskipun demikian, ada juga sejumlah dari para malaikat itu yang tetap memilih untuk menolak Allah. Kitab Suci mengatakan bahwa malaikat adalah mahluk spiritual yang ada di antara Allah dan manusia. “Thou hast made him (man) a little’ less than the angels” (Ps., 8: 6)”. Namun demikian,… Read more »

fxe
fxe
Reply to  Ingrid Listiati
15 years ago

Terima kasih bu Ingrid atas bimbingan yg Anda berikan. Kalau boleh , saya ada satu pertanyaan terakhir: Kita percaya ketika hidup di dunia Yesus mempunyai kodrat sungguh manusia dan sungguh Allah. Setelah wafat dan bangkit, lalu naik ke surga: apakah kodrat Yesus masih sungguh Allah dan sungguh manusia? Apakah sebelum Inkarnasi Yesus tidak mempunyai kodrat Allah dan manusia? Kalau di Surga atau sebelum Inkarnasi kodrat Yesus adalah Allah saja, bukankah berarti ada perubahan pada pribadi Allah Putra dan Trinitas (dari kodrat Allah+manusia menjadi Allah saja), yg tidak sesuai dgn sifat Allah yang kekal (tidak berubah)? Di Kitab Wahyu, Yohanes melihat… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  fxe
15 years ago

Shalom Fxe, Sebenarnya beberapa pertanyaan anda sudah terjawab di artikel TJ tentang kodrat Yesus, sebelum Inkarnasi dan setelah naik ke surga, di sini, silakan klik. Namun berikut ini saya sampaikan yang spesifik berkaitan dengan pertanyaan anda: 1. Pengambilan kodrat manusia oleh Yesus Pengambilan kodrat manusia oleh Yesus itu baru terjadi setelah kegenapan waktu yang ditentukan Allah (lih. Gal 4:4), yaitu pada saat Kristus Allah Putera diutus oleh Allah Bapa untuk menjelma menjadi manusia dalam rahim Bunda Maria (lih Luk 1:35-38). Artinya, sebelum Inkarnasi, Yesus tidak mempunyai kodrat manusia di dalam diri-Nya. Ia baru mengambil kodrat kemanusiaan, pada saat penjelmaan-Nya, tanpa… Read more »

Aquilino Amaral
Aquilino Amaral
15 years ago

semua jawaban yang di paparkan diatas adalah semua dapat diterima oleh akal sehat. dan sesuai ajaran gereja katolik. namun saya ingin tahu tempat Allah menciptakan Adam, yaitu taman eden. bisakah kita melihat taman eden Timor Tengah? saya lebih suka melihat tempat kejadian langsung penciptaan manusia pertama, kalau saya ada uang banyak saya pasti kesana. tapi perlu diingat oleh para kalangan lain (non-Kristen katolik) bahwa perbedaan agama dan jalan menuju surga adalah hal yang normal. tetapi anda tahu bahwa gereja katolik itu bagaikan jalan yang tidak ada liku-liku kalau ke surga, singkat dan lurus menuju surga. dari Anggota gereja katolik yang… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Aquilino Amaral
15 years ago

Shalom Aquilino, Pertanyaan anda tentang Taman Eden sudah pernah dibahas di sini, silakan klik. Silakan anda membacanya terlebih dahulu. Kita boleh yakin akan iman Katolik, namun saya rasa itu berbeda dengan menjadi ‘fanatik’. Sebab definisi menjadi seorang fanatik itu adalah: a person with an extreme and uncritical enthusiasm or zeal, as in religion or politics. Yakin akan iman Katolik tidak menjadikan kita menjadi orang yang ‘uncritical’, ekstrim ataupun membabi- buta, sebab yang kita bicarakan di sini adalah sesuatu keyakinan iman yang berkaitan dengan kerohanian untuk mengarahkan kita agar hidup lebih baik dan kudus, dan bukannya menjurus kepada ekspresi yang ekstrim… Read more »

gunawan wijaya
gunawan wijaya
15 years ago

wah dari dosa asal sampai melebar kemana2… menurut pendapat saya, masa manusia pertama adalah masa ujian yang diberikan pada makhluk paling sempurna dan serupa dengan Allah, manusia, dan saat itu Adam dan Hawa diuji oleh Allah karena memang Allah memberi kuasa pada setan dan iblis untuk mencobai manusia. manusia yang pertama juga dikaruniai kehendak bebas untuk memilih mengikut Firman Allah atau tidak dan saat itu iblis yang didengar karena kehendak bebas itu. dan manusiapun gagal dalam ujiannya, manusiapun di”kutuk” untuk hidup dan mati di bumi. di Eden saja setan bisa mencobai manusia pertama apalagi di bumi tambah banyak tentunya. hampir… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  gunawan wijaya
15 years ago

Shalom Gunawan, St. Thomas Aquinas dalam bukunya Summa Theology (part I, q. 63, a.2) mengutip St. Agustinus mengatakan: Augustine says (De Civ. Dei xiv, 3) that the devil “is not a fornicator nor a drunkard, nor anything of the like sort; yet he is proud and envious.” Maka kita ketahui bahwa dosa Iblis (Lucifer) itu yang utama adalah kesombongan dan ke-irihatian. Selanjutnya St. Thomas mengatakan, bahwa sebagai malaikat (yang adalah mahluk rohani), Lucifer tidak mempunyai dosa yang berkaitan dengan kesenangan tubuh, sebab ia tidak mempunyai tubuh jasmani. Maka dosa yang ada padanya adalah yang berhubungan dengan kerohanian. Tidak akan ada… Read more »

Grey
16 years ago

kenapa hawa jatuh dalam dosa?
karena makan buah terlarang…
kenapa buah terlarang harus diciptakan oleh Allah??
????
untuk diliat2 doang??

Ingrid Listiati
Reply to  Grey
16 years ago

Shalom Grey, Pohon pengetahuan (dan buahnya) diciptakan oleh Tuhan dan ditempatkan di Taman Eden, untuk memberikan kepada Adam dan Hawa pilihan untuk taat kepada-Nya atau tidak taat kepada-Nya. Adam dan Hawa diciptakan menurut gambaran Allah, artinya diciptakan dengan mempunyai akal budi dan kehendak bebas. Kehendak bebas inilah yang membuat Adam dan Hawa bebas memilih bagi mereka sendiri apa yang mereka inginkan. Mereka boleh melakukan apa saja, kecuali makan buah dari pohon pengetahuan baik dan buruk (lih. Kej 2:16-17). Kalau saja Tuhan tidak pernah memberikan pilihan, maka Adam dan Hawa akan menjadi seperti robot, yang diprogram untuk melakukan apa yang menjadi… Read more »

Hari
Hari
16 years ago

Saya sedang browsing2 di internet tentang keyakinan kristen yang sebenarnya dan menemukan situs ini. Alasannya adalah karena banyak saya dapati orang2 kristen yang menyerang Islam padahal yang dikatakannya sama sekali tidak benar menurut Islam. Hal ini membuat saya berpikir bahwa mungkin saja yang saya dengar tentang kristen selama ini salah. Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Q.S. Al Hujurat: 6) Makanya saya akhirnya bertemu situs ini. Situs yang bagus… Read more »

andreas
andreas
16 years ago

kasihan sekali si olala ibarat seorang anak yang harus menanggung akibat dari perbuatan ayahnya dia tidak terima; makanya timbul pemikiran seperti itu; diibaratkan saja jika ayah olala melakukan tindak kejahatan (maaf) lalu dipenjara keluarga anda akan menjadi susah kan ? sang pencari nafkah dipenjara lalu anda sebagai anaknya dinafkahi oleh siapa ? apakah anda nanti akan menderita ? pasti anda akan berteriak; ini tidak adil kesalahan ayah ya harus ditanggung ayah sendiri tapi ingat yang memberi nafkah adalah ayah; sementara anda sebagai anak belum dapat mencari nafkah ya tentu anda menderita kan ? hal ini mirip dengan adam yang menjadi… Read more »

glenn
glenn
16 years ago

ouw.,maaf,.saya g tau,.kalo tulisan besar artinya teriak,.,. hwehehehe,.,,…asli suer g tau say,,.hhehhe.,.jawaban saya ttbg doa asal,.. 1. yup saya paham adam jatuh dalam dosa karena beliau tidak patuh pada tuhan dengan cara memakan buah apel sehingga manusia menjadi tahu akan baik dan buruk, yang menyebabkan keheranan saya bagaimana mungkin,.,berjuta manusia setelah nabi adam juga menanggung dosa yang disebabkan kelalaian nabi adam.,.,,.,.bukankan dosa tanggung jawab manusia pribadi kepada tuhan,.,.????bukankah pertobatan muncul dari dalam diri sendiri,.??bukan Hanya Tuhan YME yang mampu mengampuni dosa manusia.,.???? 2. yang saya paham tentang dosa asal serta analogi ttng terlahir miskin dan kaya yang anda berikan ujungnya2… Read more »

glenn
glenn
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

a. pertama saya memang tidak setuju dengan pemahaman akan konsep dosa asal yang akhirnya ditanggung oleh seluruh manusia tanpa kecuali, karena menurut saya secara nyata bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dengan berbagai macam karakter serta sifatnya, jadi bagaimana mungkin pemikiran adam dan kita bisa sama, tentu sangat tidak mungkin, bagaimana mungkin seorang anak yang terlahir dari rahim seorang penjahat di penjara, juga harus ikut dipenjara.,.,,.,,.????? Tentang dua alternatif yang bapak berikan, saya kurang dapat memahami bahkan tidak dapat mengimajinasikan alternatif pertama yang bapak berikan, bagaimana saya dapat mengatakan adil dan tidak adil,,.???? Karena menurut saya pengklasifikasian tentang adil dan adil… Read more »

glenn
glenn
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

1. saya tidak tahu apakah saya memang terlalu bodoh untuk menangkap pernyataan dan logika anda atau bagaimana,.,.saya juga tidak tahu apakah saya memang tidak memberikan argumentasi sama sekali tentang alasan penolakan saya akan dosa asal,,.,.,.saya merasa sudah mengungkapkan alasan penolaksan dosa asal dan pointnya ialah ketidakadilan,.,,..suka atau tidak suka dosa ialah hukuman yang dijatuhkan Tuhan kepada Umatnya.,.,tidak ada satupun ciptaanNya yang mampu membebaskan serta menjatuhkan dosa kepada manusia selain Allah Itu sendiri,.,.,.saya juga tidak bisa menerima alasan bahwa nabi adam mewakili seluruh manusia di bumi.,.,.saya amat sangat susah menerima doktrin2 seperti ini maaf.,,.sebagai konsekuensi adanya dosa asal,.,seharusnya Gereja juga merumuskan… Read more »

glenn
glenn
16 years ago

KOMENTAR SAYA BAHWA TERBYATA DOSA MANUSIA YANG PERTAMA YANG BARU LAHIR IALAH KARENA SEBUAH APEL.,.,.????????

KETIKA MANUSIA PERTMA INGIN MENJADI SEPERTI ALLAH APAKAN MANUSIA2 SELANJUTNYA JUGA SAMA INGIN MENJADI SEPERTI ALLAH SEHINGGA JUGA MENNAGGUUNG DOSA.,.??

TRIMS.,.

GBU..,.,

Urbanus Gani
Urbanus Gani
Reply to  glenn
16 years ago

Salam Kenal Glenn, Stefanus. Mungkin saya telat mengikuti, mungkin juga sudah basi :-). Saya kok merasa seperti Glenn. Pikiran, pertanyaan dan logika mirip, juga tentang hal keselamatan, Pangakuan dosa oleh Pastor serta Doa asal ini. Setelah membaca semua debat ini pun masih belum memuaskan saya dan mungkin juga glenn. Saya malah punya asumsi lain tentand Dosa Asal. Kalau kita lihat kenyataan, seorang bayi lahir memang cendrung membawa sifat dari ayah atau ibunya. Mulai dari wajah, fisik badan dan sifat. Doa menurut saya juga seperti sifat yang menurun. Misalnya sang Ayah suka memengang telinga, tanpa diajarkan kok bisa2nya sikecil juga begitu.… Read more »

Urbanus Gani
Urbanus Gani
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Dear pak Stefanus Tay,

Teirma kasih atas jawabannya. Perbedaan pendapat memang tidak mudah di satukan apalagi masing-masing mempunyai cara berfikir dan sudut pandang yang berbeda.

Salut buat bapak yang tiada lelah melayani pertanyaan yang menohok dengan jawaban dan hati yang damai.

Salam,
Gani

Kevin M.
Kevin M.
Reply to  glenn
15 years ago

@ Sdr Glenn & Olala, Pertanyaan dan pernyataan anda berdua sudah ditanggapi oleh pengasuh, jadi saya tidak perlu mengulanginya. Saya hanya ingin mengajak anda berdiskusi dengan logika yang anda pakai…. Mari kita mulai… Dosa asal adalah jawaban atas natur manusia yang sudah rusak… dan tentunya kerusakan ini dialami oleh semua manusia termasuk anda dan saya. Seandainya dosa asal itu tidak ada, tentu anda harus bisa menjelaskan darimana datangnya kejahatan dalam hati / pikiran / perilaku setiap manusia. Bila anda menjawab bahwa datangnya 100% dari diri kita sendiri, maka saya akan berkata bahwa Tuhan lah yang mendesain ciptaannya 100% untuk jatuh… Read more »

glenn
glenn
Reply to  Kevin M.
15 years ago

darimana datangnya pahala asal,.???

Machmud
Machmud
16 years ago

Salam Damai Sejahtera

Setahu saya yang ingin menjadi seperti Allah itu Setan (Lusifer), manusia (Hawa) hanya terbujuk oleh ular (setan) dan sebab Hawa lebih mempercayai kata2 Setan lebih dari pada Firman Allah maka Hawa memakan buah terlarang tsb dan jatuh kedalam dosa.

Barangkali kalau pada waktu itu Adam ada didekat hawa, mungkin Adam bisa mengingatkan Hawa, sehingga tidak terbujuk oleh kata2 si ular.

Lalu pertanyaannya dimana Adam , waktu Hawa di bujuk oleh ular ?

Salam
Machmud

skywalker
16 years ago

[quote] Dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (lih. Rm 5:19; Tob 4:14; Sir 10:14-15). [unquote] yang saya pahami – kisahnya adalah dua manusia pertama itu makan buah yang dilarang untuk dimakan – yang tidak jelas – bagaimana hal ini dipahami sebagai kesombongan ? apakah hal tersebut dipahami dari Kej 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=1&c=3&v=6 frasa “karena memberi pengertian” adalah kesombongan ? tidak jelas… Read more »

skywalker
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

terima kasih – curious saja bagaimana pandangan gereja tentang fenomena ular yang bisa obrol fasih dengan manusia ? apakah ular cuma dipahami macam perlambang suara hati manusia ? atau ular sungguhan ? Jika ular dipahami secara simbolik mengapa Adam dan Hawa juga tidak dipahami sebagai juga simbolik (hence mitos) komentar saja [quote] kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat [unquote] apakah berarti : manusia yang tidak makan buah terlarang ia tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk – bukankah ini macam kanak-kanak ? Terhadap manusia yang tidak tahu mana yang dan mana yang… Read more »

Machmud
Machmud
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Dear Stefanus
Maaf bukankah yang tertulis di Kej 3 : 5 itu kata2 dari Ular bukan kata2 Allah (Firman Allah).
Allah berfirman di Kej : 2 : 16 -17 : pada saat kamu makan maka kamu akan mati.
Di Bab 3 Allah tidak berkata-kata pada manusia
Allah tidak pernah mengatakan bahwa setelah makan buah tsb manusia menjadi seperti Allah bisa mengetahui baik dan jahat.
Bagaimana tanggapan anda.
Terima kasih
Machmud

Olala
Olala
17 years ago

[Dari admin: saya rubah tanggal penulisannya].
Yesus menebus dosa seluruh umat manusia ?

Alkitab anda sendiri tidak menyatakan demikian
dalam Yehezkiel 18:20 kan sudah jelas,
SETIAP MANUSIA MENANGGUNG DOSANYA MASING-MASING !

yang merubah ayat ini bukankah Palus yang
aslinya bernama Saulus ?

Yesus saja tidak merubah Hukum Agama Musa,
[ ada di MATIUS 5:17-19 dan MATIUS 22:40 ],

Paulus kan bukan murid Yesus,
[ Yesus sudah tidak ada waktu Paulus ada ],
Paulus hanya mengaku bertemu Yesus,
padahal yang dilihat adalah seberkas cahaya,
mimpi kaleee si Paulus ini.

[Dari Admin: telah dijawab di atas – silakan klik]

Rein
Rein
Reply to  Olala
16 years ago

Olala, Yesus menebus dosa seluruh umat manusia ? Jawab nya : Ya. termasuk dosa anda dan saya juga. Alkitab anda sendiri tidak menyatakan demikian dalam Yehezkiel 18:20 kan sudah jelas, SETIAP MANUSIA MENANGGUNG DOSANYA MASING-MASING ! JAwab nya: Anda baca PL atau PB? PL adalah persiapan PB, di mana dalam PB, semua nubuat para nabi tergenapi oleh Yesus. di PL jika seseorang berdosa, dia diwajibkan untuk mempersembahkan kurban sembelihan atas dosa-dosanya. dalam PB Yesus adalah Anak Domba yang dikurbankan. Silakan Baca alkitab jangan sepotong2 ayat yah. yang merubah ayat ini bukankah Palus yang aslinya bernama Saulus ? JAwab: Nama Paulus… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersialKatolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
95
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x