Gerakan karismatik: sisi positif dan sisi negatif

Pertanyaan:

Salam dalam kasih Kristus,
Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak teman2 saya dari berbagai lingkungan dan usia yang terlibat aktif dalam Persekutuan Doa Kharismatik Katolik (PDKK), karena PDKK ini merupakan bagian dari kegiatan yg dianggap resmi oleh Gereja maka awalnya saya anggap biasa saja. Namun setelah beberapa tahun terakhir saya mulai “merasakan ada perbedaan” dalam gaya bicara,teriakan2, gaya berdoa, termasuk dalam penekanan2 pembicaraan tentang konsep anugerah/karunia2, tentang bahasa Roh, saya secara naluri mulai merasakan ada doktrin2 yg “asing” yang tidak cocok di pemahaman doktrin iman Katolik saya. Saat orang2 lain berteriak2 berbahasa roh saya malah jadi takut, saya merasa asing dan tidak nyaman. Gejala apa ini? apakah justru sayanya yang salah??
Saya merasa terganggu saat misa2 lingkungan ada kesaksian2 yang agak bombastis, dengan gaya2 berdoa yang mirip denominasi gereja lain, dengan gaya2 bahasa roh yang kadang2 menyiratkan adanya “kesombongan rohani” bagi mereka yang telah menjalankannya, ..(maaf kalau justru saya yang salah perasaan/persepsi), saya malah bertanya sendiri : mungkin lama2 ikut PDKK dengan ikut kebaktian gereja protestan Karismatik akan sama saja? Memang tetap ada bedanya, tapi itupun kelihatannya hanya kosmetik luar saja supaya identitas Katoliknya tetap terjaga, namun esensi ibadah dan doanya sudah amat mirip. Saya mencoba menghibur diri dengan berpikir : Ah, mungkin ini cuma “oknum” saja yang kebablasan. Namun diluar itu (dan ini merupakan pertanyaan saya) :
1. Bagaimana peran kontrol pemimpin2 gereja Katolik thp praktek2 gerakan ini, tidak cuma dalam bentuk dokumen (buku pedoman) tapi yang saya maksud adalah dalam hal kontrol “pagar2? di level pelaksanaan di tiap Paroki?
2. Saya mengimajinasikan sebuah skenario terburuk : Jika seorg Katolik yang aktivis di gerakan Karismatik dan sangat menikmati dan mendalaminya, pada suatu titik ia telah “kebablasan” mendapat teguran/koreksi dari otoritas gereja, bisa jadi ia akan memilih mencari wadah baru (gereja lain) yang lebih mengakomodasi preferensinya? bukankan secara tidak langsung Gereja telah melakukan “pembiaran” atas gejala ini?
3. Belajar dari sejarah Gereja Katolik berabad2 lalu mengenai ajaran2 yang menyimpang, mulai dari Montanisme di abad ke 3, dan seterusnya,.apakah Gereja sudah memperhitungkan resiko2 yang dapat muncul dari gerakan Karismatik ini sendiri? Saya membaca buku karangan Romo Deshi “apakah Karismatik dapat sungguh Katolik?”, menurut saya buku tersebut cukup baik dan memberi pencerahan. Sekian persen umat Katolik mungkin beruntung jika membaca buku tersebut, namun bagaimana dengan mereka yang tidak membaca atau tidak mengerti sama sekali (karena tidak berkesempatan mendapat pencerahan)? apa sejauh ini keuskupan sudah cukup bertindak memasang pagar2/rambu2 agar umat dalam skala luas tidak terperosok ?
4. Saya beberapa kali mendengar ada umat yang berucap “Oh, itu romo karismatik”, dan sebaliknya “Oh, romo anu anti Karismatik”. Ini sinyal2 gejala apa?
Mohon pencerahan dan bimbingan.Maaf jika ada kata2 atau ungkapan2 saya yang kurang tepat. Terima Kasih.
Shalom. – Antonius

Jawaban:

Shalom Antonius,
Terima kasih atas pertanyaannya tentang gerakan karismatik. Memang ada dua kubu yang berbeda dalam melihat gerakan ini, dimana yang satu berpendapat bahwa gerakan karismatik adalah sesat dan yang satu berpendapat bahwa gerakan ini adalah untuk membangun gereja dan diakui oleh Gereja Katolik. Atau yang lebih ekstrem lagi, mereka yang berpendapat bahwa gerakan karismatik ini adalah yang paling utama, yang mampu menyelamatkan Gereja.
Dalam jawaban saya berikut ini, saya tidak membahas secara detil tentang gerakan ini, namun lebih kepada menyikapi gerakan ini. Mungkin suatu saat, saya akan menulis artikel tersendiri tentang hal ini, sehingga dapat diulas dengan lebih jauh dan detil.
Beberapa fakta tentang gerakan karismatik dan spiritualitas Katolik.

  1. Beberapa Paus memberikan sambutan dalam konferensi gerakan karismatik Katolik, seperti Paus Paulus VI, dan Paus Yohanes Paulus II kepada para pemimpin gerakan karismatik Katolik, yang dapat dilihat disini (silakan klik, klik ini juga), dimana di salah satu sambutan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 4 April 1998, paragraf 2, dikatakan “You are an ecclesial movement. Therefore, all those criteria of ecclesiality of which I wrote in Christifideles laici (cf. n. 30) must be expressed in your lives, especially faithful adherence to the Church’s Magisterium, filial obedience to the Bishops and a spirit of service towards local Churches and parishes.
  2. Kita melihat ada beberapa efek negatif dari gerakan ini, dimana menimbulkan perpecahan Gereja, juga ada yang mempunyai kesombongan rohani menganggap bahwa yang tidak ikut gerakan karismatik adalah tertutup dan tidak terbuka akan gerakan Roh Kudus.
  3. Namun ada juga efek-efek positif, dimana banyak dari anggota gerakan ini yang mempunyai kerinduan untuk melayani Tuhan, rindu untuk bertekun dalam Sabda Tuhan, dll.
  4. Dalam sejarah perkembangan Gereja, kita melihat ada begitu banyak jenis spiritualitas di Gereja Katolik.

Bagaimana menyikapi gerakan Karismatik?

Dari beberapa kenyataan tersebut di atas, maka saya mempunyai pendapat sebagai berikut: (dalam hal ini, perlu saya sampaikan, bahwa ini adalah pendapat saya pribadi, yang tentu saja mungkin ada yang tidak setuju dan memang dapat didiskusikan lebih lanjut).

  1. Karena gerakan ini masih termasuk baru, namun masuk dalam “ecclesial movement“, seperti yang ditegaskan oleh Paus Yohanes Paulus II, maka alangkah baiknya kalau kita terbuka dengan gerakan ini, namun dari pihak hirarki dapat memberikan pengarahan yang baik, sehingga gerakan ini tidak membawa perpecahan, namun turut membangun Gereja Katolik dari dalam. Di satu sisi, kita juga tidak dapat memaksakan semua orang untuk menyukai dan mempraktekkan spiritualitas dari gerakan karismatik, sama seperti spiritualitas Carmelite atau Jesuit tidak dapat dipaksakan kepada semua umat Katolik. Oleh karena itu, kita juga tidak dapat memaksakan semua pastor harus menyukai spiritualitas dari gerakan karismatik. Jadi kalau ada orang yang bilang “oh, itu romo karismatik, atau oh itu romo anti karismatik”, mungkin mengacu kepada hal ini. Namun alangkah bijaksananya kalau kita tidak mengecap romo berdasarkan suka atau tidaknya dia dengan gerakan karismatik, sama seperti kita tidak mengecap seorang romo kalau dia suka atau tidak dengan spiritualitas dari Benediktus.
  2. Namun karena gerakan ini termasuk baru, maka Gereja perlu untuk membimbing gerakan ini, sehingga gerakan ini dapat turut berpartisipasi dalam membangun Gereja Katolik bersama dengan unsur-unsur yang lain. Diharapkan bahwa semua dapat bersatu untuk mewartakan Kristus yang hidup dengan kekuatan Roh Kudus.
    1. Perlu diadakan suatu pendekatan pastoral yang tepat serta training yang baik bagi orang-orang yang terlibat aktif di dalam gerakan karismatik. Termasuk di dalamnya adalah para pewarta perlu diberikan suatu dasar teologi dengan ekklesiologi yang baik. Kembali saya tidak tahu apa yang terjadi di lapangan. Mungkin sudah dilaksanakan, mungkin juga perlu ditingkatkan lagi.
    2. Badan Pelayanan Nasional Pembaharuan Karismatik Katolik Indonesia (BPNPKKI) dapat menjadi sarana untuk membimbing gerakan ini di Indonesia agar mempunyai arah yang benar dan turut serta dalam membangun Gereja Katolik dari dalam, sesuai dengan visi dan misinya (silakan klik), dimana di point ke-5 dikatakan “Untuk memupuk pertumbuhan yang terus menerus dalam kesucian melalui integrasi yang tepat antara penekanan segi karismatik ini dengan kehidupan yang utuh dari Gereja. Hal ini terlaksana melalui partisipasi dalam suatu kehidupan sakramental dan liturgis yang kaya, penghargaan terhadap tradisi doa-doa dan spiritualitas katolik dan pembinaan terus menerus dalam ajaran-ajaran Katolik dibawah bimbingan Magisterium Gereja dan peran serta dalam rencana pastoral Gereja.
      Perlu pemikiran bagaimana menjabarkan lebih detail prinsip di atas dalam skala yang luas maupun dalam skala paroki.
    3. Mungkin BPNPKKI dapat mengadakan suatu program training untuk para pengajar dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, sehingga mereka tidak terlalu menekankan pada karunia-karunia Roh Kudus, namun lebih kepada inti dari pengajaran Kristus dan Gereja Katolik, yaitu kekudusan (holiness). Karunia-karunia Roh Kudus yang tidak mengarah kepada kekudusan dapat membahayakan kehidupan spiritual. Dan tentu saja pengajaran tentang ekklesiologi dapat membantu agar semua pihak dapat membangun Gereja Katolik dengan satu visi. Saya tidak tahu secara persis pelaksanaan tentang hal ini, mungkin saja BPNPKKI telah melakukan pelatihan ini.
    4. Yang jelas, gerakan karismatik tidak dapat terlalu menekankan karunia-karunia Roh Kudus, namun selayaknya memahami bahwa karunia-karunia Roh Kudus secara penuh dicurahkan kepada Gereja Katolik, lewat sakramen-sakramen dan juga lewat hirarki. Bahkan dipertegas di Lumen Gentium, bahwa segala karunia karismatik harus tunduk kepada hirarki Gereja. Karunia karismatik tidak boleh sampai membawa perpecahan. Lumen Gentium, 12 mengatakan ““Kepada setiap orang dianugerahkan pernyataan Roh demi kepentingan bersama” (1Kor 12:7). Karisma-karisma itu, entah yang amat menyolok, entah yang lebih sederhana dan tersebar lebih luas, sangat sesuai dan berguna untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan Gereja; maka hendaknya diterima dengan rasa syukur dan gembira. Namun kurnia-kurnia yang luar biasa janganlah dikejar-kejar begitu saja; jangan pula terlalu banyak hasil yang pasti diharapkan daripadanya untuk karya kerasulan. Adapun keputusan tentang tulennya karisma-karisma itu, begitu pula tentang pengalamannya secara teratur, termasuk wewenang mereka yang bertugas memimpin dalam Gereja. Terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik (lih. 1Tes 5:12 dan 19-21).
  3. Karena gerakan ini dapat membuat orang benar-benar mempunyai keinginan untuk mengasihi Kristus dan mempunyai devosi kepada Roh Kudus, dan disatu sisi yang lain Gereja Katolik adalah Tubuh Mistik Kristus dan Roh Kudus adalah Roh penggerak dari Gereja Katolik, maka perlu diberikan suatu penjelasan tentang hubungan antara Yesus, Roh Kudus, dan Gereja Katolik.
    1. Jika seseorang yang ikut gerakan karismatik mempunyai semangat yang berkobar-kobar, namun  tidak disertai pengajaran yang baik, maka itu dapat membuatnya kehilangan arah. Oleh karena itu, setelah atau dalam LISS (Life in the Spirit Seminar) atau SHBDR (Seminar Hidup Baru Dalam Roh), harus ada pengajaran tentang buah-buah Roh, dan bukan hanya karunia Roh Kudus, serta pengajaran tentang Gereja, sehingga diperoleh pengertian hubungan antara Yesus, Roh Kudus, dan Gereja Katolik.
    2. Pendapat tentang, “Hanya Yesus dan saya” atau “hanya Roh Kudus dan saya” dapat menjadikan seseorang sombong rohani dan dapat salah langkah.
    3. Pengikut gerakan karismatik harus tahu bahwa ada hubungan yang tak perpisahkan antara Yesus, Roh Kudus, dan Gereja Katolik. Oleh karena itu mereka yang tergabung dalam gerakan ini harus mempunyai dasar yang benar tentang ekklesiologi. Tanpa dasar ekklesiologi yang benar, maka seseorang atau suatu gerakan akan dengan mudah memisahkan diri dari Gereja Katolik.
    4. Seperti yang diserukan oleh Paus Yohanes Paulus II, gerakan ini harus mempunyai ketaatan Magisterium Gereja, kepada uskup setempat, juga semangat melayani di dalam gereja lokal atau paroki. Karena setiap keuskupan dan paroki mempunyai adaptasi dan cara pandang yang berbeda, maka gerakan ini harus tunduk kepada hirarki setempat.
  4. Kita dapat melihat juga buah-buah yang terjadi gerakan ini. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa ada efek negatif, namun juga ada efek positif. Adalah peran hirarki untuk meminimalisasi efek negatif dan semakin mengembangkan efek-efek yang positif.
  5. Pada saat yang bersamaan, Gereja juga harus semakin aktif untuk memberikan pelatihan kepada kaum awam tentang spiritualitas Katolik yang berakar pada tradisi Katolik (doa meditasi, doa batin), yang terbukti mampu menghasilkan buah-buah yang baik, seperti yang dibuktikan oleh para kudus sepanjang sejarah Gereja. Dari semua cara berdoa yang ada: doa lisan, doa renung, doa batin (KGK 2721), maka doa batin adalah merupakan puncak doa (KGK, 2714). Oleh karena itu, seluruh umat, termasuk yang mengikuti gerakan karismatik juga harus diberikan suatu pengajaran tentang doa meditasi dan doa batin.
  6. Seperti kita ketahui, bahwa banyak spiritualitas Katolik yang ada di dalam sejarah perkembangan Gereja, namun semuanya mempunyai satu tujuan, yaitu mewartakan Kristus dan membangun Gereja Katolik dengan cara hidup kudus. Perlu suatu pemikiran tersendiri, apakah mungkin gerakan karismatik ini dapat menjadi “salah satu dari spiritualitas Katolik” – mungkin waktu yang akan membuktikannya.
  7. Dan mari kita semua kembali kepada prinsip dasar, bahwa semua spiritualitas Katolik – apapun bentuknya – mengarah kepada hidup kudus (holiness), dan juga sakramen-sakramen, terutama Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi. Dan terutama semua spiritualitas Katolik harus belajar dari Bunda Maria, sehingga Bunda Maria dapat mengantar setiap orang dari spiritualitas yang berbeda-beda kepada Kristus. Akhirnya semua spiritualitas Katolik harus taat kepada Magisterium Gereja, Uskup setempat, sehingga dalam perbedaan, setiap orang dapat membangun Gereja dalam ikatan kasih Kristus. Spiritualitas yang terlepas dari hal-hal di atas tidaklah dapat dipertanggungjawabkan dan perlu dipertanyakan keberadaannya.
    1. Mengikuti gerakan karismatik namun terpisah dari sakramen atau menganggap pertemuan doa karismatik lebih utama/ tinggi dibandingkan dengan Sakramen Ekaristi, adalah sikap yang pasti salah arah. Hal ini disebabkan karena Perayaan Ekaristi adalah sumber dan puncak dari kehidupan kristen (KGK, 1324, 1407). Anggota gerakan karismatik yang merasa tidak perlu mengaku dosa setelah mengikuti gerakan ini adalah salah jalan, karena semakin dekat dengan Tuhan, maka akan semakin kita sadar akan dosa-dosa kita, dan semakin kita harus rendah hati di hadapan Allah.
    2. Mengikuti gerakan karismatik namun terlepas dari devosi kepada Bunda Maria juga adalah sikap yang salah, karena Bunda Maria adalah manusia yang mempunyai hubungan paling erat dengan Yesus dan Roh Kudus, sehingga kita semua harus mempunyai kerendahan hati untuk belajar dari teladan Bunda Maria. Bunda Maria juga yang mempunyai karunia dan memanifestasikan buah-buah Roh secara sempurna. Oleh karena itu, ia dapat mengantar kita kepada Yesus dan Roh Kudus.
    3. Mengikuti gerakan karismatik, namun memisahkan diri dari Gereja Katolik adalah sikap yang membahayakan keselamatan sendiri, karena ini menunjukkan suatu kesombongan rohani.

Demikian apa yang dapat saya sampaikan. Mungkin tidak semua uraian di atas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat detail. Kembali saya ingin menegaskan bahwa hal-hal di atas adalah pemikiran saya pribadi, dan mungkin dari umat Katolik sendiri ada yang tidak setuju dengan apa yang saya paparkan.
Semoga keterangan di atas dapat berguna.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://backup.katolisitas.org

2.5 2 votes
Article Rating
19/12/2018
Subscribe
Notify of
131 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Rudi
Rudi
15 years ago

Mengapa kebanyakan umat katolik tidak suka “Katolik Karismatik ” bahkan ada yang menghina umat yang ikut ibadah ” Katolik Karismatik ” . Apakah yang salah didalam ibadah Katolik karismatik ? dan jikalau tidak ada yang salah, bagaimana gereja meluruskan pandangan umat katolik yang salah menilai ” Katolik Karismatik ” itu. Terima kasih. Salam dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

mike
mike
Reply to  Rudi
14 years ago

Saya cuma bisa memberikan komentar sebagai orang yang melihat dari luar dan bukan sebagai orang yang benar-benar memahami gerakan karismatik. Yang saya rasakan dari perkumpulan karismatik adalah rasa “janggal”, terasa berbeda dari ibadah katolik pada umumnya. berikut poin-poin yang merupakan keberatan/pertanyaan saya terhadap gerakan karismatik katolik: – Saya merasa gerakan karismatik terlalu menekankan pada kemampuan berbahasa roh padahal setahu saya Roh Kudus bekerja baik kita berbahasa roh maupun tidak – Sampai saat ini saya masih belum dapat mempercayai kalau pada saat itu benar-benar Roh Kudus yang bekerja, saya cuma sekali mengikuti retret dengan sesi pencurahan dan pada saat itu saya… Read more »

Franciscus
Franciscus
16 years ago

[dari admin: dua pesan saya jadikan satu. Dan beberapa link saya hapus. Semoga dapat dimengerti.] Sebagai ex-Karismatik Protestan, ex-penginjil, ex-anti katolik, ex-anggota jemaat Benny Hinn di Orlando, Florida-USA, ex-pembuat mujizat2 & keajaiban selama 20 tahun di jakarta, saya mempunyai penilaian tersendiri mengenai iman yang saya anut dahulu kala. Semua berdasarkan pengalaman pribadi. Dan sesudah menjadi Katolik, ternyata saya didukung oleh situs2 berikut ini (maaf, khusus utk Katolik): Semoga info ini bermanfaat untuk kita sekalian. Terima kasih. Menjawab bapak Saulus, berdasarkan pengalaman pribadi selama seumur hidup menjadi seorang Karismatik Protestan, yang menurut saya sangat berbahaya untuk diteruskan kelangsungannya. Dahulu saya juga… Read more »

rain drop
15 years ago

salam,
Dapatkah saya bertanya mengenai gerakan pembaruan karismatik / pantekosta di dalam katolik, baik dari sejarah awal maupun pertimbangan – pertimbangan terhadap hal ini?

terima kasih, Rain Drop

[Dari Katolisitas: pertanyaan ini kami pindahkan dari Buku Tamu, karena kesesuaian topik pertanyaan dengan artikel di atas ]

Ingrid Listiati
Reply to  rain drop
15 years ago

Shalom Rain Drop,
Silakan anda membaca terlebih dahulu artikel di atas dan tanya jawab yang menyertainya. Mungkin di saat yang datang kami dapat mengulasnya lebih lengkap, namun sementara ini, baru ini yang kami miliki, silakan klik. Tentang sejarah Karismatik, sebenarnya pernah dituliskan oleh Romo Deshi Ramadhani dalam bukunya Mungkinkah Karismatik sungguh Katolik? Dan tanggapan Katolisitas tentang buku ini, sudah pernah saya tulis di sini, silakan klik.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

Andry
Andry
Reply to  rain drop
15 years ago

Sebenernya cukup banyak umat yang berpandangan demikian. Namun sebenarnya itu semua kembali pada pembina dan umat persekutuan doa tersebut. Saya juga mengikuti PDOMKK di gereja saya. Puji Tuhan di PD ini kami memiliki pembina yang sangat baik,beliau selalu mengingatkan kepada kami semua tentang keutamaan ekaristi dan liturgi. Selain itu beliau juga mengingatkan kalo kecendrungan umat karismatik seperti itu untuk berdoa panjang2,berbahasa roh dan sebagainya,Namun hal2 itu harus ditempatkan di waktu dan tempat yang benar dan tepat agar tidak menjadi batu sandungan buat orang lain. sejujurnya saya menemukan banyak keintiman yang dilakukan PDOMKK dibanding sisi negatifnya. Positifnya adalah untuk umat karismatiknya,negatifnya… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Andry
15 years ago

Shalom Andry, Terus terang sayapun setuju bahwa ada banyak pengaruh positif yang dapat ditimbulkan oleh PDKK. Saya dan Stef-pun mengalaminya, sehingga saya mensyukuri adanya gerakan karismatik ini dalam Gereja Katolik. Mungkin suatu saat nanti kami akan mengulasnya secara khusus tentang topik ini. Memang yang terpenting adalah bagaimana setelah menerima pencurahan Roh Kudus itu, umat tetap bertumbuh di dalam kesatuan dengan Gereja Katolik, terutama melalui sakramen- sakramen terutama Ekaristi dan Pengakuan Dosa. Sebab jika demikian, Tuhan sendirilah yang akan terus menerus menyirami dan menumbuhkan iman umat, untuk menghasilkan buah-buahnya demi pembangunan Gereja sebagai Tubuh Kristus, dan demi kemuliaan nama Tuhan. Salam… Read more »

Anonymous
Anonymous
16 years ago

Setelah 2 tahun berada dalam sebuah PDKK Karismatik kategorial, inilah buah2 yang saya terima: – Dalam SHDR, saya mendapat pengertian yang salah bahwa Roh Kudus baru tercurah di saat itu dengan perantaraan sang evangelis, saya baru tahu kalau sebenernya sudah tercurah waktu pembaptisan dan di krisma – Banyak member dari PD itu yang menganggap bahwa sudah ikut PD susah cukup, gak perlu ikut ekaristi – Misa karismatiknya pakai band, ternyata itu pelecehan liturgi.Bag persembahan pake tarian, skali lagi liturgical abuse – Banyak member dari PD itu yang mengaku dosa secara pribadi ke Allah, sungguh sebuah pengecilan buat sakramen tobat –… Read more »

thomas rizal trika
thomas rizal trika
Reply to  Anonymous
15 years ago

Pax et Bonum Sdr. Anonymous.. Dari apa yang saya baca dari komen sdr, saya malah bersyukur melihat hal-hal tsb, karena dapat menjadi tantangan bagi kita semua umat Katolik untuk belajar bersama mengenai gerakan Karismatik Katolik di Gereja yg kita cintai ini dan ‘membenahi’ apabila ada yang tidak seturut dengan Iman Katolik kita. TETAPI, bukan menjelek-jelekkannya atau malah menghapusnya dari Gereja. Karena itu adalah karya Roh Kudus sendiri and whether you like it or not, it’s here to stay. Betul gerakan ini mengandung banyak kontroversi terutama karena pernah dan mungkin ke depan akan ada gerakan pemisahan diri dari gereja. Tetapi itu… Read more »

Lukas Cung
Lukas Cung
Reply to  thomas rizal trika
15 years ago

Shalom Sdr. Thomas Rizal Trika, Selama mengikuti Karismatik, saya bisa menyanyikan lagu-lagu yang asyik dan mudah dinyanyikan. Pengajaran tentang Alkitabpun mudah saya mengerti. Terasa hubungan yang sangat akrab di antara hadirin. Sharing-sharingnya sangat menyentuh hati. Cuma, saya tidak bisa berbahasa roh. Dan, walau tidak pernah diakui, saya melihat para ahli berbahasa roh itu lebih mengutamakan liturginya daripada liturgi Ekaristi dan sakramen-sakramen lainnya. Untuk selanjutnya, saya tidak mau ikut terlalu jauh…. Saya berharap, dengan mengikuti Karismatik, saya bisa semakin mengerti dan menghayati iman Katolik, namun saya merasa malah diarahkan ke yang lain – seolah-olah cara/bentuk ibadat Katolik sudah ketinggalan zaman, tidak… Read more »

thomas rizal trika
thomas rizal trika
Reply to  Lukas Cung
15 years ago

Saudaraku Lucas Chung, Semoga damai Tuhan kita Yesus Kristus selalu bersama anda & keluarga. Terimakasih untuk sisipan komen-nya yang ditujukan ke saya. Pertama, saya sungguh senang membaca pengalaman anda mengikuti gerakan karismatik dan mengalami apa yang saya pribadi alami, yaitu “ketersentuhan” dengan Roh Allah dan mengalami “kasih” Allah secara pribadi dan nyata. Kalau ada kesempatan, saya mau sharing mengenai pengalaman perjalanan iman saya, tapi then again, it’s not about me. It’s about Jesus and what He is capable of doing when we open our hearts for Him.. Praise The Lord. ‘Buah’-nya juga manis ya…membaca Kitab Suci menjadi menyenangkan & lebih… Read more »

Lukas Cung
Lukas Cung
Reply to  thomas rizal trika
15 years ago

Shalom Sdr. Thomas Rizal Trika, Senang sekali membaca tanggapan Anda. Saya minta maaf karna telah salah paham membaca maksud Anda. Dulu saya adalah orang yang sangat antikarismatik. Setelah dijelaskan oleh Pak Stef, saya baru sadar saya tidak boleh seperti itu lagi. Dan, sekarang, Anda memberitahukan saya bahwa bagi Anda, Ekaristilah yang paling utama. Puji Tuhan! Roh Kudus telah menuntun Anda dan saya menemukan keutamaan Ekaristi. Saya minta agar Anda mendoakan saya, agar saya selalu menjadi orang yang “diutus” di manapun saya berada – sebagaimana yang imam serukan seusai berkat penutup dalam misa: “Pergilah! Kita diutus.” Satu tahun belakangan ini, berdirilah… Read more »

David
David
16 years ago

Saya mau bertanya,

Dalam beberapa website, seperti http://www.ekaristi.org yang dijadikan rujukan banyak orang katolik, dinyatakan bahwa gerakan Karismatik dalam Gereja Katolik adalah sesat (heterodoksi).
1) Apakah benar demikian?
2) Bagaimana sikap resmi Gereja Katolik terhadap gerakan karismatik?
3) Bagaimana sebenarnya latar belakang terbentuknya Karismatik dalam Katolik? Ada yang mengatakan bahwa Katolik itu ya karismatik dalam arti memang Gereja Katolik itu berkarisma sejak awalnya, hanya saja baru akhir2 belakangan ada Gerakan Karismatik.. ada yang mengatakan bahwa Karismatik tidak ada dalam Katolik, tapi baru tahun 1966, berasal dari protestantisme baru muncul gerakan Karismatik.. sebenarnya bagaimana ya?

Terima kasih,

Aquilino Amaral
Aquilino Amaral
16 years ago

Nama Saya Aquilino Amaral, dari Negara Timor-Leste dan semua keluargaku adalah beragama katolik Roma. Saya menjadi anggota THS-THM tahun 1993 di Suatu Kabupaten (COvalima, perbatasan dengan Kabupaten Belu NTT) yang saat itu aku belum tahu persis aliran agama katolik itu. Saat itu di buka dengan kegiatan Ret-ret oleh Romo Akbar, Pr. dari Jogyakarta. Dalam kegiatan-ret-ret kami hanya mendalami iman kami lewat bacaan Alkitab, memang Romo Akbar hebat dalam kesaksian tentang Alkitab. semua ayat kitab suci dia (Romo) hafal, sampai ada penyembuhan. Jadi Kegiatan itu berlansgung selama tiga hari, ditutup dengan suatu atraksi pemecahan benda keras. disitu saya iman saya akan… Read more »

St. Anonymous
St. Anonymous
16 years ago

Yang jadi permasalahan dlm gerakan karismatik katolik itu bukan sisi historis atau sejarahnya yg katanya sesat krn berasal dari penumpangan tangan protestan, spt yg ditulis di dalam forum diskusi katolik lainnya, karena kelahiran gerakan karismatik katolik justru terjadi tanpa adanya campur tangan protestan, jika ingin mampir silahkan ke http://www.ccr.org.uk/duquesne.htm Jika seandainya karismatik menjadi sesat krn penumpangan tangan protestan, lalu bagaimana dgn Salomo yg adalah hasil dosa Daud dengan Batsyeba? Bukankah itu juga sebuah kesesatan? Lalu bagaimana dgn Yakub yg mencuri hak sulung Esau? Bukankah itu juga sebuah kesesatan? Alasan itu sungguh absurd! Silahkan baca link yg saya berikan di atas… Read more »

Enjeio
Enjeio
Reply to  St. Anonymous
16 years ago

Berdasarkan http://www.ccr.org.uk/duquesne.htm, bila demikian dapat disimpulkan bahwa karismatik katolik yang sekarang salah penerapannya, atau penerapannya jauh dari sejarah terjadinya the new Pentacost? Sejauh mengikuti PDKK atau pun KRK (di tempat saya), hymn Veni Creator – madah bakti 448 – tidak pernah berkumandang??? Jika memang kesesatan karismatik krn penumpangan tangan protestan, hal tersebut tidak bisa dibandingkan dengan dosa Daud dengan Batsyeba maupun Yakub yang mencuri hak sulung Esau. Ini adalah perbandingan yang ‘absurd’. Ini hanya akan menjadi alasan dalam ‘pembenaran’ hal yang mungkin memang terbukti sesat. Inilah yg menyebabkan suatu persekutuan doa itu lebih condong kepada pentakostal?? Yang saya tahu memang… Read more »

Enjeio
Enjeio
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Dear P’Stef,

“apakah yang harus dilakukan oleh gerakan Karismatik, sehingga mempunyai ciri kekatolikan yang jelas?”

Menurut saya, (saya mengutip yang dikatakan st Agustinus) :
“Diligite homines, interficite errores; sine superbia de veritate præsumite, sine sævitia pro veritate certate” (Love men, slay error; without pride be bold in the truth, without cruelty fight for the truth) (Against Petilian 1.29).

Salam

Enjeio
Enjeio
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Dear P’Stef, “dalam prakteknya, apakah yang harus dilakukan oleh gerakan karismatik agar gerakan ini dapat menjadi benar-benar Katolik dan dapat turut membangun Gereja?” Akan saya coba jawab: 1. Saya bukan orang yang ‘anti karismatik’ 2. Saya juga mengakui sampai saat ini gerakan karismatik katolik melalui PDKK telah turut dalam membangun Gereja. 3. Seperti yang P’Stef bilang, “Gereja Katolik telah memberikan status ecclesial movement kepada gerakan pembaharuan karismatik Katolik. Dengan segala kerendahan hati, mari kita mengikuti apa yang telah diputuskan, dan pada saat yang bersamaan menghilangkan efek-efek negatif dari gerakan ini.” —> saya setuju 4. Efek negatif yang saya tekankan: karena… Read more »

Lukas Cung
Lukas Cung
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Shalom Pak Stef, Saya belum mengucapkan terima kasih atas jawaban Bp pada March 29, 2009 at 8:11 pm yang lalu. Jawaban Bp telah membuat saya menjadi lebih bisa menerima gerakan Karismatik Katolik. Sebelumnya, saya adalah orang yang sangat anti-Karismatik Katolik. Namun sekarang, saya jadi tahu bagaimana harus bersikap terhadap mereka. Berikut adalah sedikit pengalaman saya… Tempat tinggal kami berjarak 400 km lebih dari ibu kota provinsi. Awal September yang lalu, saya harus membawa istri saya untuk dioperasi di rumah sakit non-Katolik di ibu kota provinsi. Maka, datanglah berkunjung seorang kenalan saya yang mengaku anggota Karismatik Katolik di kota ini dan… Read more »

Lukas Cung
Lukas Cung
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Shalom Pak Stef, Pada October 9, 2009 at 5:01 am, St. Anonymous menulis: “…. lalu bagaimana dgn Salomo yg adalah hasil dosa Daud dengan Batsyeba? Bukankah itu juga sebuah kesesatan? Lalu bagaimana dgn Yakub yg mencuri hak sulung Esau? Bukankah itu juga sebuah kesesatan? Alasan itu sungguh absurd!…” Saya lalu membaca 2 Samuel 11 – 12, yang mengatakan bahwa: • Raja Daud memang telah tidur dengan Batsyeba ketika Uria, suami Batsyeba, masih hidup. • Dari hubungan gelap ini, Batsyeba hamil. • Kemudian, Uria mati di medan perang akibat perintah Raja Daud. • Setelah Batsyeba berkabung atas kematian suaminya, Raja Daud… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Lukas Cung
16 years ago

Shalom Lukas, Raja Daud memang mengambil Batsyeba menjadi istrinya (lih. 2 Sam 11:27) setelah kematian Uria (suami Basyeba) di medan pertempuran, kematian yang sebenarnya ‘direkayasa’ oleh Daud. Maka perselingkuhan Daud dengan Batsyeba diikuti juga dengan kejahatan yang lain, yaitu pembunuhan. Hal ini tidak berkenan kepada Allah, sehingga anak yang kemudian dikandung dari perselingkuhan itu, mati. (2 Sam 12:13, 23). Daud bertobat, dan setelah pertobatannya, baru kemudian Salomo lahir. Maka memang Salomo bukanlah anak yang dari perselingkuhan dengan Batsyeba- (pada saat Uria suami Batsyeba masih hidup), namun Salomo tetaplah anak dari Batsyeba, yang dengannya Raja Daud telah berbuat dosa perselingkuhan. Mungkin… Read more »

Lukas Cung
Lukas Cung
Reply to  Ingrid Listiati
16 years ago

Terima kasih banyak atas jawabannya, Bu Ingrid.
Sungguh jawaban yang sangat melegakan hati… Jadi, walaupun manusia selalu jatuh ke dalam dosa, akan tetapi Tuhan tetap dapat mendatangkan kebaikan di balik semuanya itu. Untuk itu, sepatutnyalah kita menanggapi kebaikan Tuhan dengan sikap sungguh-sungguh bertobat.
Salam kasih dalam Tuhan Yesus,
Lukas Cung

St. Anonymous
St. Anonymous
Reply to  Enjeio
16 years ago

Di pdkk di tempat saya di Singapore (Emmaus Prayer Meeting) di St. Mary of The Angels parish, hymn Veni Creator dinyanyikan saat sesi pencurahan Roh Kudus, salah satu sesi dlm Life in the Spirit Seminar (SHDR), sedangkan dalam pertemuan rutin, memang tidak pernah dinyanyikan karena intensi seminar berbeda dgn pertemuan rutin. Kita pun tidak pernah menyanyikan Veni Creator setiap kali ekaristi, hanya menjelang hari raya pentakosta saja, karena memang intensinya yg berbeda. Mengenai standar penggunaan hymn / doa Veni Creator ini sudah saya coba komunikasikan dgn beberapa orang di BPK dan BPN PKK. Semoga BPK dan BPN PKK bisa menjadi… Read more »

Enjeio
Enjeio
Reply to  St. Anonymous
16 years ago

Dear St Anonymous, “Sekali lg, tidak ada penumpangan tangan oleh protestan. Silahkan baca kembali link yg saya berikan. Ada kronologi dan testimoni dari mereka yg memang terlibat di dalam kelahiran gerakan karismatik katolik. ” Bagaimana dengan yang ini? In January 1967, four Catholics from Duquesne attended their first interdenominational charismatic prayer meeting – the Chapel Hill meeting – in the home of Miss Flo Dodge, a Spirit-filled Presbyterian. Interestingly enough, a few months before these Catholics came, the Lord led Flo to read Isaiah 48 where He announces that He is about to do “a new thing”.Indeed, God was about… Read more »

St. Anonymous
St. Anonymous
Reply to  Enjeio
16 years ago

Namun menurut Patty, kelahiran karismatik katolik bukanlah terjadi di rumah Florence Dodge. Patty :”Yes, there was a birthday party that night, God had planned it in the Upper Room Chapel. It was the birth of the Catholic Charismatic Renewal!” Saya setuju bahwa efek2 negatif harus dihilangkan. Dari awal postingan saya pun saya sudah utarakan mengenai ini. Saya dan beberapa rekan dari dalam tubuh karismatik juga sedang berusaha semampu kami sesuai scope kami. Saya pun sangat setuju dengan imbauan dari Pak Stef, sehingga kembali lg kepada harapan saya kepada BPK dan BPN PKK di Indonesia, agar mampu membenahi karismatik katolik di… Read more »

St. Anonymous
St. Anonymous
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Shallom Pak Stef,

Terima kasih atas waktu, tempat dan kesempatan yang telah diberikan bagi diskusi ini.
Terima kasih juga kepada saudaraku Enjeio atas masukannya. Semua ini merupakan proses pembelajaran bagi saya dan semoga bisa menjadi pembelajaran juga bagi audience.

Thanks again Pak Stef.
Semoga Tuhan memberkati pelayanan Anda dan tim Katolisitas.org.

Salam.

Thomas Trika
Thomas Trika
Reply to  St. Anonymous
15 years ago

Saya mau menambahkan sedikit disini mengenai karunia “berdoa dalam bahasa roh” dan karunia “berkata-kata dalam bahasa roh” yang banyak orang (termasuk saya) kadang masih bingung membedakannya. Artikel dibawah diambil dari: Gereja Katolik: “Senandung Dalam Roh dan Karunia Berkata-kata Dalam Bahasa Roh” oleh Sr. Maria Skolastika dan diambil dari http://www.carmelia.net. Senandung Dalam Roh Bila orang mulai memuji Tuhan dalam bahasa roh, mereka merasakan bahwa lebih indah lagi bila pujian itu disenandungkan. Maka satu persatu mulai bernyanyi dalam bahasa roh. Roh Kudus sendirilah yang akan memimpin keserasian paduan senandung roh itu. Ketika kita senandung dalam bahasa roh, kita tidak menguasai melodinya, dan… Read more »

Stephanus
Stephanus
16 years ago

Kami baru saja menerima message mengenai Kharismatik, mungkinkah Ibu bisa membantu memberi tanggapan untuk hal berikut:
http://www.facebook.com/l.php?u=http%253A%252F%252Fwww.tldm.org%252FNews8%252FCharismaticMovement.htm&h=c1c21a1f33b691bf02710648a55199b9
Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.
Tuhan Yesus Memberkati

Leon
Leon
16 years ago

Shalom,

Pak Stef.. saya ingin tahu apa saja sih efek negatif dari karismatik itu?

Maaf kalau pertanyaan ini pendek, tapi saya berharap bpk mau menjawab.. Thx

DV
DV
16 years ago

Pak Stef, Saya setuju banget ama perkataan bpk. Memang karismatik harus terus diperbaiki..diusahakan supaya jgn menyimpang dr iman katolik dan harus mencirikan kekatolikan yg jelas. Menurut saya sebaiknya romo diparoki setempat mesti mengawasi scr ketat PDKK ini… Oh ya Pak Stef saya minta ijin untuk mengeprint artikel ttg karismatik ini termasuk komentar2nya untuk didiskusikan dgn ketua PDKK saya… saya rasa isi artikel ini dan komentarnya (baik yg pro maupun kontra) sangat bagus untuk dibahas dgn anggota2 di PDKK…….. oh ya Pak Stef, saya sepertinya kemarin ada ngpost 2 komentar…tp kok 1 komentar lainnya gak ada ya?.. apakah dipindahkan/dibuat artikel sendiri?… Read more »

Albert
Albert
16 years ago

Terimakasih banyak atas nasehat bapak Stefanus yang sangat perlu diperhatikan. Memang didalam suatu organisasi perlu menerima kritikan-kritikan konstruktif seperti ini. Saya hanya kurang setuju jika ada yang mengatakan kelompok karismatik katolik adalah aliran sesat. Saya kurang tahu atas dasar apa sehingga kita dapat mengatakan demikian? padahal kelompok ini diakui oleh gereja katolik secara syah sebagai “ecclesial movement”. Semoga Tuhan mengampuni. Maaf kalo saya menyinggung perasaan saudara-saudara. mengapa kita menkritik untuk membangun saja? Banyak orang mengaku punya Roh Kudus tapi kenyataannya dia tidak mengalami manifestasi Roh Kudus. Dengan kata lain tidak membiarkan Roh Kudus bermanifestasi dalam hidupnya. Takut nanti dibilang orang.… Read more »

Devi
Devi
16 years ago

dan ini cerita saya ttg SHBDR yg saya ikuti baru2 ini: jujur saja pertama kali saya diajak untuk ikut SHBDR, saya menolak, krn saya msh ragu2 dan takut, ditambah krn saya kerja..tp pd akhirnya saya ikut jg stlh dibujuk ama tmn2 dan sdr2 sy di PDKK dan jg trnyta bos saya mengijinkan sy untuk cuti 2hari.. singkat cerita, inilah tanggapan sy mnganai acara ini: 1.) beruntungnya diacara ini msh ada romonya sbg pembimbing dan yg memimpin misa yg diselenggarakan 3 atau 2 kali (dlm wktu 3 hari acara) dan tentunya romo ini pro karismatik (ya stdknya itulah yg tangkap saat… Read more »

Devi
Devi
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

ya..saya setuju Pak..kata2 bapak benar2 memberikan pencerahan kpd saya..

btw, saya senang banget ada website katolik yg seperti ini..isinya lengkap..
semoga website ini selalu ada untuk memberi pengetahuan kepada umat katolik lainnya..

DV
DV
16 years ago

Shalom Pak Stef, Ibu Inggrid, rekan2 katolisitas tmn2 yg lainnya.. Ntah saya mau mulai drmana..yg jelas doa saya beberapa hari ini sudah dikabulkan oleh Tuhan Yesus, bahwa saya saat ini sedang mencari kebenaran ttg karismatik, apakah sesat ato tidak. pdahal sblumnya saya sudah bolak balik buka web ini dan tdk ketemu jg yg membahas karismatik scr mendalam (terutama dlm hal positif&negatifnya) spt diartikel ini..ntah napa hari ini saya menemukannya.. saya rasa ini adalah jawaban drNya… dr artikel2 dan tanggapan2 dr rekan2 diatas, saya banyak dpt pencerahan ttg karismatik… walaupun saya akui dikepala sya masih timbul pertanyaan karismatik sesat/tidak? krn didlm… Read more »

Abin
Abin
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Shalom Pak Stef,
Mungkin perlu dijelaskan apa yang dimaksud dengan “ecclesial movement” terlebih dahulu.
Dan untuk jawaban apakah Kharismatik sesat atau tidak, mungkin lebih bijak jika dijawab belum tahu, karena Gereja Katholik berpegang kepada Mat.13:26-30 dan kenyataannya ada efek-efek negatif atau memang ada penyimpangan-penyimpangan dari gerakan ini. Sehingga saat ini sikap Gereja Katolik adalah “wait and see”, namun saya rasa tidak bisa terlalu lama membiarkan status ini karena akan membuat kebingungan di umat yang awam. Imam pun ada yang pro dan kontra. Sehingga perlu suatu sikap yang tegas segera.
Terima kasih.

Albert
Albert
16 years ago

Kepada saudara-saudari seiman Katolik yang dikasihi Kristus, Saya Albert dari Timor Leste berumur 25 tahun masih bujang dan sekarang tinggal di Dili. Terimakasih banyak atas balasan bapak Stefanus atas pengalaman pribadi saya. Semoga Tuhan memberkati. Beberapa waktu lalu saya telah membagikan pengalaman (kesaksian) pribadi saya. Sekali lagi saya sangat berterima kasih atas komentar-komentar yang disampaikan oleh sahabat-sahabat saya yang kayaknya kurang setuju dengan gerakana Karismatik Katolik. Semoga komentar-komentar saudara berdasarkan fakta dan benar. Saya adalah salah satu dari anggota gerakan Karismatik CFC-Youth for Christ atau dalam bahasa indonesia disebut Pasangang untuk Kristus yang berpusat di Filipina. Sebenarnya saya juga dulu… Read more »

Rudolfus Adrianus
Rudolfus Adrianus
16 years ago

Salam dalam Kasih Kristus. Kelompok spiritual dalam lingkungan gereja Katolik semua baik, hanya anggota kelompoknya yang kadang terlalu “percaya diri” tetapi tanpa didasari oleh pengetahuan iman Katolik. Dalam suatu kegiatan spiritual dikenal istilah maju tapi mundur, dimana jika kita merasa maju maka disaat itulah kita sebenarnya mundur. Kalau kita merasa dekat dengan Yesus, yang berarti kita mengikuti jalan Yesus, apakah kita dapat berkonflik dengan sesama ? Apakah kita dapat menghakimi sesama? Apakah kita merasa lebih diberkati? Layaknya musik yang terdiri dari beraneka macam aliran, ada yang suka musik lembut ada yang suka musik rame, begitupun kelompok spiritual Katolik. Ikutlah yang… Read more »

Albert
Albert
16 years ago

Untuk teman-teman yang belum pernah bergabung dengan kelompok Karismatik. SALAM DAMAI KRSITUS Kata pepatah mengatakan: “TAK KENAL MAKA TAK DISAYANG” Sebenarnya saya agak heran dan sedih terhadap pengamatan-pengamatan yang dilakukan oleh saudara seiman saya ZOEBROTO, STEFANUS dan sahabat lainnya. Sebenarnya saya juga orang katolik biasa dan tidak tidak fanatik kelompok ini atau kelompok itu. Berikut saya ingin membagikan pengalaman masa lalu saya, walaupun waktu itu saya katolik. Saya bisa mengatakan waktu itu saya katolik tapi KTP. Sebenarnya dulu saya adalah orang katolik yang paling jahat di hadapan Tuhan dan diantara kaum katolik lainnya. Saya merokok sejak dari kelas 3 SD,… Read more »

zoebroto
zoebroto
16 years ago

Shalom Bpk Stef, “Karena gerakan belum dilarang oleh Gereja, maka kami ingin mengusulkan, bagi yang berpendapat bahwa karismatik ini sesat dan tidak sesuai dengan pengajaran Gereja Katolik, silakan untuk tidak bergabung dengan karismatik. Pada saat yang bersamaan mungkin dapat mencoba secara pro-aktif dan dengan seijin pastor, membentuk semacam persekutuan doa yang didasarkan pada spiritualitas yang lebih tradisional, seperti doa meditasi/ doa hening, lectio divina, rosario atau si yang lain. Silakan bertumbuh dalam spiritualitas ini karena sudah terbukti dapat membawa umat kepada kekudusan, seperti yang dicontohkan oleh para orang kudus.” Saran saya sebaiknya kalimat “maka kami ingin mengusulkan, bagi yang berpendapat… Read more »

Joseph S
Joseph S
Reply to  zoebroto
16 years ago

Salam sdr. zoebroto (dari admin: keterangan nama saya hapus), Kalau seandainya saja orang2 karismatik (karismatik mania) mau sedikit saja untuk jujur pada diri sendiri, dan dg RENDAH HATI mau ber-autokritik, maka niscaya gerakan karismatik ini akan dapat menghasilkan buah2 yg baik (terutama rendah hati, taat/patuh) dan lebih dpt diterima oleh umat Katolik[umum] spt kelompok2 katagorial lain misalnya Legio Maria, Kerahiman Ilahi, ME, SSV, KKIT, dll. Saya dg sejujur-jujurnya banyak menjumpai karismatikers (bahkan boleh dibilang) semua karismatikers mania yg cara2 berpikirnya sangat2 tidak sesuai dg nafas dan jiwa ke-Katolikan. Di wilayah dan lingkungan saya, semua yg ikut karismatik menghendaki gereja berubah,… Read more »

Saulus
Saulus
16 years ago

Pak Fransiscus terima kasih atas keterangan yang sangat singkat dari bapak. Sebenarnya pertanyaan saya di ajukan untuk perkembangan pengertian seluruh umat katolik (saya sendiri aktif di paroki dan lingkungan), mengapa ? karena semua penjelasan yang sehat dan seimbang mengenai sesuatu hal yang ada di dalam gereja kita katolik perlu untuk disebar luaskan, agar kita umat katolik dapat memiliki pengetahuan dan pengertian yang baik dan benar mengenai hal ini, terutama mengenai karismatik. Setahu saya gereja kita mengijinkan gerakan ini, asal dibawah pengawasan otoritas gereja yang resmi. Pengalaman Bapak pasti akan membantu untuk maksud saya di atas. Akan sangat membantu jika dipaparkan… Read more »

Antonius H
Antonius H
16 years ago

Salam dalam kasih Kristus, Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak teman2 saya dari berbagai lingkungan dan usia yang terlibat aktif dalam Persekutuan Doa Kharismatik Katolik (PDKK), karena PDKK ini merupakan bagian dari kegiatan yg dianggap resmi oleh Gereja maka awalnya saya anggap biasa saja. Namun setelah beberapa tahun terakhir saya mulai “merasakan ada perbedaan” dalam gaya bicara,teriakan2, gaya berdoa, termasuk dalam penekanan2 pembicaraan tentang konsep anugerah/karunia2, tentang bahasa Roh, saya secara naluri mulai merasakan ada doktrin2 yg “asing” yang tidak cocok di pemahaman doktrin iman Katolik saya. Saat orang2 lain berteriak2 berbahasa roh saya malah jadi takut, saya merasa asing… Read more »

Antonius H
Antonius H
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Bpk Stef, terima kasih atas pengorbanan waktu dan pikiran2nya. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya Bapak dan Team harus melayani kami semua. Dalam pandangan pribadi saya (yang bisa salah),Apakah tidak terasa oleh nalar kita semua gerakan Karismatik ini lebih mendorong umat kearah “Faith seeking for Grace (karunia)” daripada menyeimbangkannya dengan doktrin “Faith seeking for Truth”. Karunia itu dipersepsikan serupa “Upah”,secara naluri manusia akan lebih mudah diajak ikut dan melakukan sesuatu jika diiming2i “upah”,. Ajaran/aliran2 yang menjanjikan “upah” karunia2 yang “disukai” tentu akan lebih mengundang pengikut yang besar. Ini seperti berlakunya konsep Marketing di dunia modern. Tuhan Yesus sendiri tidak mau memakai… Read more »

Erwin
Erwin
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Shalom, Sekedar sharing, dulu saya aktif sekali dalam gerakan karismatik ini, ayah saya juga seorang pengurus inti dalam BPKK (Badan Pelayanan karismatik KatoliK) untuk keuskupan Denpasar. Namun akhirnya saya memutuskan untuk keluar dan malah jadi sedikit “anti” karismatik karena ada beberapa hals yg sangat tidak sreg. Spt, pembaptisan dalam roh, seolah seseorang “harus” lahir baru dalam roh, yang mana ada ritual penumpangan tangan (seringnya oleh awam). Dan mengambil ayat2 kitab suci utk hal ini yang menurut saya ayat2 itu lebih dimaksudkan untuk sakramen krisma. Bukankah saat kita dibaptis kita dibaptis dalam nama roh kudus juga, dan sudah memperoleh penumpangan tangan… Read more »

Jus Soekidjo
Jus Soekidjo
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Berkaitan dengan PDKK, mari kita kembali melihat Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus ( 1 Kor 14). Bagaimana St. Paulus mengajak kepada kita tentang pemahaman tentang bahasa roh. Karena menurut pengamatan saya dan pengalaman saya, banyak orang ikut PDKK karena mengejar bahasa roh. Mungkin saya salah, tapi dari omongan sana sini, ini yang menjadi targetnya. Jadi kalau belum bisa berbahasa roh, masih belum naik kelas(belum lulus sebagai anggota PDKK). Harus diakui kesombongan rohani sering terjadi, pada hal Yesus selalu mengajarkan kerendahan hati.
Ini hanya sekedar sharing.

Lukas Cung
Lukas Cung
Reply to  Antonius H
16 years ago

Damai Kristus, Katolisitas benar-benar website yang sangat bagus. Bahasanya mudah dimengerti. Bapak Stefanus dan Ibu Ingrid sangat mengetahui topik-topik apa yang perlu saya mengerti, agar bisa semakin mencintai dan menghayati ajaran-ajaran Gereja Katolik. Benar, untuk bisa semakin mencintai dan menghayati ajaran-ajaran Gereja Katolik, saya harus mengerti dulu. (Tentu saja saya tidak mengatakan telah sungguh-sungguh mencintai dan menghayati iman Katolik. Saya masih berproses untuk itu, sama seperti saya terus-menerus berjuang untuk hidup semakin kudus.) Membaca pengalaman Sdr. Antonius H pada 17 Februari 2009 tentang gerakan karismatik katolik, saya jadi teringat pengalaman saya 12 tahun yang lalu saat mengenal gerakan ini. Kalau… Read more »

Antonius H
Antonius H
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Shalom Bpk Stef, juga Bpk Lucas Cung, Pertengahan febuari lalu saya pernah mengirimkan pertanyaan kepada Katolisitas seputar topik gerakan karismatik ini. Setelah membaca tambahan komentar2 dan pertanyaan dari yang lain2, saya terpanggil lagi untuk ikut share beberapa hal : 1. Tahukan anda sebenarnya BPK PKK KAJ telah menerbitkan 2 buah surat/buku kecil, yg isinya kira2 semacam surat dari Bpk Uskup ttg Pedoman Gerakan Pambaruan Karismatik Katolik di Jakarta. Buku pertama warna biru terbitan thn 1993, dan buku ke dua warna coklat terbit tahun 1995. Bpk Stef dan staf Katolisitas yang lain boleh coba2 cari buku ini di toko2 suci di… Read more »

Antonius H
Antonius H
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Shalom Bpk Stef, Keluarga kami ada yg tinggal di Koppel, TX, kebetulan kakak saya sdg datang ke Jkt, akan kembali ke TX hari Minggu, 8 april besok. Mohon alamat mail pak Stef dan contact no, saya akan titipkan pada kakak saya utk di mail dari TX. Ini artikel2 dan buku2 hasil “hunting” saya seminggu terakhir, jika Bpk Stef berminat, akan saya kirimkan juga fotocopynya. Khusus untuk buku “Mungkinkah Karismatik sungguh Katolik” dari Rm. Deshi Ramadhani SJ, saya akan belikan 1 copy baru dan kirim, mudah2an berguna. Beberapa artikel dan buku2 lain yg saya miliki yg mungkin berguna utk referensi Bpk… Read more »

Abin
Abin
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Mohon maaf ikut nimbrung untuk topik kharismatik ini. Memang gerakan ini banyak menuai pro dan kontra. Yang pro merasa bahwa mereka telah mendapatkan “restu” dari Paus, namun yang kontra melihat bahwa Gereja/Paus tidak menerima ataupun menolak gerakan ini karena mungkin akan memantau terlebih dahulu gerakan ini, mungkin dasarnya adalah Mat.13:26-20 dimana gandum dan lalang dibiarkan untuk tumbuh bersama dan pada waktunya nanti baru dipisahkan dan diikat untuk dibakar. Jadi Gereja/Paus ingin melihat apakah mereka ‘gandum’ atau ‘lalang’ dan tidak mencabut ‘lalang’ itu terlebih dahulu karena juga kawatir ‘gandum’ juga ikut tercabut. Pak Stef, mungkin bisa memberikan komentar untuk artikel yang… Read more »

Franciscus
Franciscus
Reply to  Abin
16 years ago

Saya sangat sejalan dgn bapak Stefanus menanggapi Karismatik didalam Gereja Katolik kita yang tercinta. Saya adalah ex-Protestan Karismatik yang sangat fanatik oleh karena kesombongan saya dalam berbahasa “roh”, dan hal2 yang lain. Namun saya sekarang adalah seorang Katolik yang sangat taat didalam Ajaran Basis Katolik kita, dan sekarang menjabat sebagai Ketua Lingkungan diwilayah saya. Saya tahu benar apa yang terjadi didalam Karismatik Protestan (maaf bukannya menjelek2an iman mereka). Terus terang saya sangat sedih mengapa Paus memasukkan Karismatik kedalam Gereja kita. Saat ini saya sedang berusaha keras utk membersihkan ‘virus-virus’ didalam Lingkungan Katolik saya, menjawab semua pertanyaan2 mereka khususnya dari kalangan… Read more »

Saulus
Saulus
Reply to  Franciscus
16 years ago

Saya agak terperangah mengenai tanggapan Fransiscus. Sebenarnya menurut pandangan pak Fransiscus apa yang membuat jadi tidak simpatik kepada karismatik ? Saya ingin tahu lebih jauh. Thx sebelumnya

Thomas Rizal Trika
Thomas Rizal Trika
Reply to  Franciscus
12 years ago

Wow.. Saya juga ‘terpelanting’ membaca komentar Sdr Fransciscus yang ‘saat ini sedang berusaha keras utk membersihkan ‘virus-virus’ didalam Lingkungan Katolik’-nya. Virus-virus Karismatik, mksdnya kan pak? Kalau itu benar, maka saya jugan tergelitik menanyakan maksudnya apa ya pak? Bukankah kalau sdr mengikuti semua posting artikel ini dari awal, sdr seharusnya mendapatkan bahwa gerakan Pembaruan Karismatik Katolik (Catholic Charismatic Renewal) adalah sudah merupakan gerakan yang direstui gereja (ecclesial movement/gerakan gereja)? Baca posting Sdr Stef Tay September 21, 2009 at 7:33 pm mengenai gerakan2 apa saja dalam Gereja Katolik yang sdh mendapat restu Gereja. Kemudian ijinkan saya kutip sedikit dari http://www.ewtn.com/expert/answers/charismatic_renewal.htm “The Charismatic… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Thomas Rizal Trika
12 years ago

Shalom Thomas, Terima kasih atas tanggapan Anda. Sejujurnya, kami terlewat sehingga tidak menanggapi komentar Franciscus ini. Anda benar bahwa gerakan Karismatik Katolik sudah diterima oleh Gereja Katolik sebagai salah satu gerakan gerejawi, sehingga sebagai umat Katolik, kita sudah selayaknya menganggap gerakan tersebut sebagai bagian dari gerakan-gerakan yang ada di Gereja Katolik. Terus terang, saya juga kurang paham tentang maksud ‘virus-virus’ di lingkungan Katolik, yang disebut oleh Franciscus. Mungkinkah maksudnya adalah adanya paham-paham tertentu, yang tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik? Sebab sejujurnya ada anggota (atau mungkin lebih tepatnya oknum, karena hanya sebagian kecil dan sungguh, tidak semua) gerakan Karismatik yang… Read more »

Felix
Felix
17 years ago

Dear Stef and Ingrid, Kemarin saya mengikuti seminar hidup baru yg diadakan oleh katolik karismatik. Saya sungguh terkejut, karena hampir 95% pengikutnya bisa berbahasa roh. Setau gw, bahasa roh itu tidak bisa dipelajarin and itu datangnya tanpa kita ketahui. Bener kah demikian? Sedemikian gampangkah org mendapatkan bahasa roh? Salah satu moderator di seminar ini bilang kita bisa coba ikut org yg berbahasa roh itu 1kata atau 2 kata, ntar lama2 bahasa roh itu berkembang dengan sendiri nya. Dan sungguh aku menemukan persamaan di dalam katolik karismatik dan kristen protestan karismatik, dimana selalu ujung2nya “bahasa roh” yg di tonjolkan. Saya ingat… Read more »

Thomas Trika
Thomas Trika
Reply to  Felix
12 years ago

Sdr Felix Izinkan saya men-sharingkan apa yang dituliskan oleh Sr. Maria Skolastika P. Karm. Mengenai “bahasa roh”. Semoga menjadi berkat. Bahasa Roh User Rating:  / 9 PoorBest  Published on Wednesday, 11 March 2009 17:00 Written by Sr. Maria Skolastika P.Karm Hits: 5243 1. Sejarah Bahasa Roh Banyak orang Katolik yang agak alergi jika mendengar istilah bahasa roh, karena menurut mereka bahasa roh itu bukan milik Gereja Katolik, melainkan milik Gereja lain. Namun sebetulnya, benarkah demikian? Mari kita simak sebentar sejarah bahasa roh ini. Jika kita membaca Kitab Suci, akan nyata sekali betapa bahasa roh sebetulnya sudah dikenal dalam Gereja kita sejak zaman… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersialKatolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
131
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x