Pertanyaan:
Salam dalam kasih Kristus,
Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak teman2 saya dari berbagai lingkungan dan usia yang terlibat aktif dalam Persekutuan Doa Kharismatik Katolik (PDKK), karena PDKK ini merupakan bagian dari kegiatan yg dianggap resmi oleh Gereja maka awalnya saya anggap biasa saja. Namun setelah beberapa tahun terakhir saya mulai “merasakan ada perbedaan” dalam gaya bicara,teriakan2, gaya berdoa, termasuk dalam penekanan2 pembicaraan tentang konsep anugerah/karunia2, tentang bahasa Roh, saya secara naluri mulai merasakan ada doktrin2 yg “asing” yang tidak cocok di pemahaman doktrin iman Katolik saya. Saat orang2 lain berteriak2 berbahasa roh saya malah jadi takut, saya merasa asing dan tidak nyaman. Gejala apa ini? apakah justru sayanya yang salah??
Saya merasa terganggu saat misa2 lingkungan ada kesaksian2 yang agak bombastis, dengan gaya2 berdoa yang mirip denominasi gereja lain, dengan gaya2 bahasa roh yang kadang2 menyiratkan adanya “kesombongan rohani” bagi mereka yang telah menjalankannya, ..(maaf kalau justru saya yang salah perasaan/persepsi), saya malah bertanya sendiri : mungkin lama2 ikut PDKK dengan ikut kebaktian gereja protestan Karismatik akan sama saja? Memang tetap ada bedanya, tapi itupun kelihatannya hanya kosmetik luar saja supaya identitas Katoliknya tetap terjaga, namun esensi ibadah dan doanya sudah amat mirip. Saya mencoba menghibur diri dengan berpikir : Ah, mungkin ini cuma “oknum” saja yang kebablasan. Namun diluar itu (dan ini merupakan pertanyaan saya) :
1. Bagaimana peran kontrol pemimpin2 gereja Katolik thp praktek2 gerakan ini, tidak cuma dalam bentuk dokumen (buku pedoman) tapi yang saya maksud adalah dalam hal kontrol “pagar2? di level pelaksanaan di tiap Paroki?
2. Saya mengimajinasikan sebuah skenario terburuk : Jika seorg Katolik yang aktivis di gerakan Karismatik dan sangat menikmati dan mendalaminya, pada suatu titik ia telah “kebablasan” mendapat teguran/koreksi dari otoritas gereja, bisa jadi ia akan memilih mencari wadah baru (gereja lain) yang lebih mengakomodasi preferensinya? bukankan secara tidak langsung Gereja telah melakukan “pembiaran” atas gejala ini?
3. Belajar dari sejarah Gereja Katolik berabad2 lalu mengenai ajaran2 yang menyimpang, mulai dari Montanisme di abad ke 3, dan seterusnya,.apakah Gereja sudah memperhitungkan resiko2 yang dapat muncul dari gerakan Karismatik ini sendiri? Saya membaca buku karangan Romo Deshi “apakah Karismatik dapat sungguh Katolik?”, menurut saya buku tersebut cukup baik dan memberi pencerahan. Sekian persen umat Katolik mungkin beruntung jika membaca buku tersebut, namun bagaimana dengan mereka yang tidak membaca atau tidak mengerti sama sekali (karena tidak berkesempatan mendapat pencerahan)? apa sejauh ini keuskupan sudah cukup bertindak memasang pagar2/rambu2 agar umat dalam skala luas tidak terperosok ?
4. Saya beberapa kali mendengar ada umat yang berucap “Oh, itu romo karismatik”, dan sebaliknya “Oh, romo anu anti Karismatik”. Ini sinyal2 gejala apa?
Mohon pencerahan dan bimbingan.Maaf jika ada kata2 atau ungkapan2 saya yang kurang tepat. Terima Kasih.
Shalom. – Antonius
Jawaban:
Shalom Antonius,
Terima kasih atas pertanyaannya tentang gerakan karismatik. Memang ada dua kubu yang berbeda dalam melihat gerakan ini, dimana yang satu berpendapat bahwa gerakan karismatik adalah sesat dan yang satu berpendapat bahwa gerakan ini adalah untuk membangun gereja dan diakui oleh Gereja Katolik. Atau yang lebih ekstrem lagi, mereka yang berpendapat bahwa gerakan karismatik ini adalah yang paling utama, yang mampu menyelamatkan Gereja.
Dalam jawaban saya berikut ini, saya tidak membahas secara detil tentang gerakan ini, namun lebih kepada menyikapi gerakan ini. Mungkin suatu saat, saya akan menulis artikel tersendiri tentang hal ini, sehingga dapat diulas dengan lebih jauh dan detil.
Beberapa fakta tentang gerakan karismatik dan spiritualitas Katolik.
- Beberapa Paus memberikan sambutan dalam konferensi gerakan karismatik Katolik, seperti Paus Paulus VI, dan Paus Yohanes Paulus II kepada para pemimpin gerakan karismatik Katolik, yang dapat dilihat disini (silakan klik, klik ini juga), dimana di salah satu sambutan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 4 April 1998, paragraf 2, dikatakan “You are an ecclesial movement. Therefore, all those criteria of ecclesiality of which I wrote in Christifideles laici (cf. n. 30) must be expressed in your lives, especially faithful adherence to the Church’s Magisterium, filial obedience to the Bishops and a spirit of service towards local Churches and parishes.“
- Kita melihat ada beberapa efek negatif dari gerakan ini, dimana menimbulkan perpecahan Gereja, juga ada yang mempunyai kesombongan rohani menganggap bahwa yang tidak ikut gerakan karismatik adalah tertutup dan tidak terbuka akan gerakan Roh Kudus.
- Namun ada juga efek-efek positif, dimana banyak dari anggota gerakan ini yang mempunyai kerinduan untuk melayani Tuhan, rindu untuk bertekun dalam Sabda Tuhan, dll.
- Dalam sejarah perkembangan Gereja, kita melihat ada begitu banyak jenis spiritualitas di Gereja Katolik.
Bagaimana menyikapi gerakan Karismatik?
Dari beberapa kenyataan tersebut di atas, maka saya mempunyai pendapat sebagai berikut: (dalam hal ini, perlu saya sampaikan, bahwa ini adalah pendapat saya pribadi, yang tentu saja mungkin ada yang tidak setuju dan memang dapat didiskusikan lebih lanjut).
- Karena gerakan ini masih termasuk baru, namun masuk dalam “ecclesial movement“, seperti yang ditegaskan oleh Paus Yohanes Paulus II, maka alangkah baiknya kalau kita terbuka dengan gerakan ini, namun dari pihak hirarki dapat memberikan pengarahan yang baik, sehingga gerakan ini tidak membawa perpecahan, namun turut membangun Gereja Katolik dari dalam. Di satu sisi, kita juga tidak dapat memaksakan semua orang untuk menyukai dan mempraktekkan spiritualitas dari gerakan karismatik, sama seperti spiritualitas Carmelite atau Jesuit tidak dapat dipaksakan kepada semua umat Katolik. Oleh karena itu, kita juga tidak dapat memaksakan semua pastor harus menyukai spiritualitas dari gerakan karismatik. Jadi kalau ada orang yang bilang “oh, itu romo karismatik, atau oh itu romo anti karismatik”, mungkin mengacu kepada hal ini. Namun alangkah bijaksananya kalau kita tidak mengecap romo berdasarkan suka atau tidaknya dia dengan gerakan karismatik, sama seperti kita tidak mengecap seorang romo kalau dia suka atau tidak dengan spiritualitas dari Benediktus.
- Namun karena gerakan ini termasuk baru, maka Gereja perlu untuk membimbing gerakan ini, sehingga gerakan ini dapat turut berpartisipasi dalam membangun Gereja Katolik bersama dengan unsur-unsur yang lain. Diharapkan bahwa semua dapat bersatu untuk mewartakan Kristus yang hidup dengan kekuatan Roh Kudus.
- Perlu diadakan suatu pendekatan pastoral yang tepat serta training yang baik bagi orang-orang yang terlibat aktif di dalam gerakan karismatik. Termasuk di dalamnya adalah para pewarta perlu diberikan suatu dasar teologi dengan ekklesiologi yang baik. Kembali saya tidak tahu apa yang terjadi di lapangan. Mungkin sudah dilaksanakan, mungkin juga perlu ditingkatkan lagi.
- Badan Pelayanan Nasional Pembaharuan Karismatik Katolik Indonesia (BPNPKKI) dapat menjadi sarana untuk membimbing gerakan ini di Indonesia agar mempunyai arah yang benar dan turut serta dalam membangun Gereja Katolik dari dalam, sesuai dengan visi dan misinya (silakan klik), dimana di point ke-5 dikatakan “Untuk memupuk pertumbuhan yang terus menerus dalam kesucian melalui integrasi yang tepat antara penekanan segi karismatik ini dengan kehidupan yang utuh dari Gereja. Hal ini terlaksana melalui partisipasi dalam suatu kehidupan sakramental dan liturgis yang kaya, penghargaan terhadap tradisi doa-doa dan spiritualitas katolik dan pembinaan terus menerus dalam ajaran-ajaran Katolik dibawah bimbingan Magisterium Gereja dan peran serta dalam rencana pastoral Gereja.”
Perlu pemikiran bagaimana menjabarkan lebih detail prinsip di atas dalam skala yang luas maupun dalam skala paroki. - Mungkin BPNPKKI dapat mengadakan suatu program training untuk para pengajar dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, sehingga mereka tidak terlalu menekankan pada karunia-karunia Roh Kudus, namun lebih kepada inti dari pengajaran Kristus dan Gereja Katolik, yaitu kekudusan (holiness). Karunia-karunia Roh Kudus yang tidak mengarah kepada kekudusan dapat membahayakan kehidupan spiritual. Dan tentu saja pengajaran tentang ekklesiologi dapat membantu agar semua pihak dapat membangun Gereja Katolik dengan satu visi. Saya tidak tahu secara persis pelaksanaan tentang hal ini, mungkin saja BPNPKKI telah melakukan pelatihan ini.
- Yang jelas, gerakan karismatik tidak dapat terlalu menekankan karunia-karunia Roh Kudus, namun selayaknya memahami bahwa karunia-karunia Roh Kudus secara penuh dicurahkan kepada Gereja Katolik, lewat sakramen-sakramen dan juga lewat hirarki. Bahkan dipertegas di Lumen Gentium, bahwa segala karunia karismatik harus tunduk kepada hirarki Gereja. Karunia karismatik tidak boleh sampai membawa perpecahan. Lumen Gentium, 12 mengatakan ““Kepada setiap orang dianugerahkan pernyataan Roh demi kepentingan bersama” (1Kor 12:7). Karisma-karisma itu, entah yang amat menyolok, entah yang lebih sederhana dan tersebar lebih luas, sangat sesuai dan berguna untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan Gereja; maka hendaknya diterima dengan rasa syukur dan gembira. Namun kurnia-kurnia yang luar biasa janganlah dikejar-kejar begitu saja; jangan pula terlalu banyak hasil yang pasti diharapkan daripadanya untuk karya kerasulan. Adapun keputusan tentang tulennya karisma-karisma itu, begitu pula tentang pengalamannya secara teratur, termasuk wewenang mereka yang bertugas memimpin dalam Gereja. Terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik (lih. 1Tes 5:12 dan 19-21).“
- Karena gerakan ini dapat membuat orang benar-benar mempunyai keinginan untuk mengasihi Kristus dan mempunyai devosi kepada Roh Kudus, dan disatu sisi yang lain Gereja Katolik adalah Tubuh Mistik Kristus dan Roh Kudus adalah Roh penggerak dari Gereja Katolik, maka perlu diberikan suatu penjelasan tentang hubungan antara Yesus, Roh Kudus, dan Gereja Katolik.
- Jika seseorang yang ikut gerakan karismatik mempunyai semangat yang berkobar-kobar, namun tidak disertai pengajaran yang baik, maka itu dapat membuatnya kehilangan arah. Oleh karena itu, setelah atau dalam LISS (Life in the Spirit Seminar) atau SHBDR (Seminar Hidup Baru Dalam Roh), harus ada pengajaran tentang buah-buah Roh, dan bukan hanya karunia Roh Kudus, serta pengajaran tentang Gereja, sehingga diperoleh pengertian hubungan antara Yesus, Roh Kudus, dan Gereja Katolik.
- Pendapat tentang, “Hanya Yesus dan saya” atau “hanya Roh Kudus dan saya” dapat menjadikan seseorang sombong rohani dan dapat salah langkah.
- Pengikut gerakan karismatik harus tahu bahwa ada hubungan yang tak perpisahkan antara Yesus, Roh Kudus, dan Gereja Katolik. Oleh karena itu mereka yang tergabung dalam gerakan ini harus mempunyai dasar yang benar tentang ekklesiologi. Tanpa dasar ekklesiologi yang benar, maka seseorang atau suatu gerakan akan dengan mudah memisahkan diri dari Gereja Katolik.
- Seperti yang diserukan oleh Paus Yohanes Paulus II, gerakan ini harus mempunyai ketaatan Magisterium Gereja, kepada uskup setempat, juga semangat melayani di dalam gereja lokal atau paroki. Karena setiap keuskupan dan paroki mempunyai adaptasi dan cara pandang yang berbeda, maka gerakan ini harus tunduk kepada hirarki setempat.
- Kita dapat melihat juga buah-buah yang terjadi gerakan ini. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa ada efek negatif, namun juga ada efek positif. Adalah peran hirarki untuk meminimalisasi efek negatif dan semakin mengembangkan efek-efek yang positif.
- Pada saat yang bersamaan, Gereja juga harus semakin aktif untuk memberikan pelatihan kepada kaum awam tentang spiritualitas Katolik yang berakar pada tradisi Katolik (doa meditasi, doa batin), yang terbukti mampu menghasilkan buah-buah yang baik, seperti yang dibuktikan oleh para kudus sepanjang sejarah Gereja. Dari semua cara berdoa yang ada: doa lisan, doa renung, doa batin (KGK 2721), maka doa batin adalah merupakan puncak doa (KGK, 2714). Oleh karena itu, seluruh umat, termasuk yang mengikuti gerakan karismatik juga harus diberikan suatu pengajaran tentang doa meditasi dan doa batin.
- Seperti kita ketahui, bahwa banyak spiritualitas Katolik yang ada di dalam sejarah perkembangan Gereja, namun semuanya mempunyai satu tujuan, yaitu mewartakan Kristus dan membangun Gereja Katolik dengan cara hidup kudus. Perlu suatu pemikiran tersendiri, apakah mungkin gerakan karismatik ini dapat menjadi “salah satu dari spiritualitas Katolik” – mungkin waktu yang akan membuktikannya.
- Dan mari kita semua kembali kepada prinsip dasar, bahwa semua spiritualitas Katolik – apapun bentuknya – mengarah kepada hidup kudus (holiness), dan juga sakramen-sakramen, terutama Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi. Dan terutama semua spiritualitas Katolik harus belajar dari Bunda Maria, sehingga Bunda Maria dapat mengantar setiap orang dari spiritualitas yang berbeda-beda kepada Kristus. Akhirnya semua spiritualitas Katolik harus taat kepada Magisterium Gereja, Uskup setempat, sehingga dalam perbedaan, setiap orang dapat membangun Gereja dalam ikatan kasih Kristus. Spiritualitas yang terlepas dari hal-hal di atas tidaklah dapat dipertanggungjawabkan dan perlu dipertanyakan keberadaannya.
- Mengikuti gerakan karismatik namun terpisah dari sakramen atau menganggap pertemuan doa karismatik lebih utama/ tinggi dibandingkan dengan Sakramen Ekaristi, adalah sikap yang pasti salah arah. Hal ini disebabkan karena Perayaan Ekaristi adalah sumber dan puncak dari kehidupan kristen (KGK, 1324, 1407). Anggota gerakan karismatik yang merasa tidak perlu mengaku dosa setelah mengikuti gerakan ini adalah salah jalan, karena semakin dekat dengan Tuhan, maka akan semakin kita sadar akan dosa-dosa kita, dan semakin kita harus rendah hati di hadapan Allah.
- Mengikuti gerakan karismatik namun terlepas dari devosi kepada Bunda Maria juga adalah sikap yang salah, karena Bunda Maria adalah manusia yang mempunyai hubungan paling erat dengan Yesus dan Roh Kudus, sehingga kita semua harus mempunyai kerendahan hati untuk belajar dari teladan Bunda Maria. Bunda Maria juga yang mempunyai karunia dan memanifestasikan buah-buah Roh secara sempurna. Oleh karena itu, ia dapat mengantar kita kepada Yesus dan Roh Kudus.
- Mengikuti gerakan karismatik, namun memisahkan diri dari Gereja Katolik adalah sikap yang membahayakan keselamatan sendiri, karena ini menunjukkan suatu kesombongan rohani.
Demikian apa yang dapat saya sampaikan. Mungkin tidak semua uraian di atas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat detail. Kembali saya ingin menegaskan bahwa hal-hal di atas adalah pemikiran saya pribadi, dan mungkin dari umat Katolik sendiri ada yang tidak setuju dengan apa yang saya paparkan.
Semoga keterangan di atas dapat berguna.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://backup.katolisitas.org




Mengapa kebanyakan umat katolik tidak suka “Katolik Karismatik ” bahkan ada yang menghina umat yang ikut ibadah ” Katolik Karismatik ” . Apakah yang salah didalam ibadah Katolik karismatik ? dan jikalau tidak ada yang salah, bagaimana gereja meluruskan pandangan umat katolik yang salah menilai ” Katolik Karismatik ” itu. Terima kasih. Salam dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
Shalom Rudi, Terima kasih atas pertanyaannya tentang gerakan karismatik. Saya memindahkan pesan anda ke thread tentang sisi posiitif dan negatif dari gerakan ini. Silakan membaca terlebih dahulu diskusi di thread ini – silakan klik, sehingga anda dapat melihat beberapa sudut pandang, yang mengupas sisi positif dan negatif dari gerakan karismatik ini. Saya pikir, menjadi tugas dari Badan Pembina Karismatik untuk dapat menghindari efek-efek negatif dan berusaha agar gerakan karismatik ini dapat membangun Gereja Katolik dari dalam. Yang terpenting adalah penekanan bahwa dalam spiritualitas bukan hanya karunia-karunia Roh Kudus, namun hidup dalam Rohlah yang paling penting. Karena dengan hidup dalam Roh,… Read more »
Saya cuma bisa memberikan komentar sebagai orang yang melihat dari luar dan bukan sebagai orang yang benar-benar memahami gerakan karismatik. Yang saya rasakan dari perkumpulan karismatik adalah rasa “janggal”, terasa berbeda dari ibadah katolik pada umumnya. berikut poin-poin yang merupakan keberatan/pertanyaan saya terhadap gerakan karismatik katolik: – Saya merasa gerakan karismatik terlalu menekankan pada kemampuan berbahasa roh padahal setahu saya Roh Kudus bekerja baik kita berbahasa roh maupun tidak – Sampai saat ini saya masih belum dapat mempercayai kalau pada saat itu benar-benar Roh Kudus yang bekerja, saya cuma sekali mengikuti retret dengan sesi pencurahan dan pada saat itu saya… Read more »
Shalom Mike, Terima kasih atas tanggapannya. Memang gerakan karismatik menginginkan hubungan yang erat dengan Roh Kudus. Salah satu manifestasi dari Roh Kudus ini adalah dengan bahasa Roh. Namun, perlu menjadi catatan bahwa bahasa Roh tidaklah identik dengan Roh Kudus dan sebaliknya. Roh Kudus tidak terbatas pada bahasa Roh. Manifestasi yang paling otentik dari Roh Kudus adalah pertobatan yang sungguh-sungguh (baik pertobatan pertama yang mengantar pada baptisan, maupun baptisan kedua yang harus dilakukan terus menerus), serta perjuangan secara terus-menerus dalam kekudusan. Saya percaya, baik anggota gerakan karismatik maupun yang tidak mengikuti gerakan ini, harus bersama-sama berjuang dalam kekudusan. Satu sisi positif… Read more »
[dari admin: dua pesan saya jadikan satu. Dan beberapa link saya hapus. Semoga dapat dimengerti.] Sebagai ex-Karismatik Protestan, ex-penginjil, ex-anti katolik, ex-anggota jemaat Benny Hinn di Orlando, Florida-USA, ex-pembuat mujizat2 & keajaiban selama 20 tahun di jakarta, saya mempunyai penilaian tersendiri mengenai iman yang saya anut dahulu kala. Semua berdasarkan pengalaman pribadi. Dan sesudah menjadi Katolik, ternyata saya didukung oleh situs2 berikut ini (maaf, khusus utk Katolik): Semoga info ini bermanfaat untuk kita sekalian. Terima kasih. Menjawab bapak Saulus, berdasarkan pengalaman pribadi selama seumur hidup menjadi seorang Karismatik Protestan, yang menurut saya sangat berbahaya untuk diteruskan kelangsungannya. Dahulu saya juga… Read more »
salam,
Dapatkah saya bertanya mengenai gerakan pembaruan karismatik / pantekosta di dalam katolik, baik dari sejarah awal maupun pertimbangan – pertimbangan terhadap hal ini?
terima kasih, Rain Drop
[Dari Katolisitas: pertanyaan ini kami pindahkan dari Buku Tamu, karena kesesuaian topik pertanyaan dengan artikel di atas ]
Shalom Rain Drop,
Silakan anda membaca terlebih dahulu artikel di atas dan tanya jawab yang menyertainya. Mungkin di saat yang datang kami dapat mengulasnya lebih lengkap, namun sementara ini, baru ini yang kami miliki, silakan klik. Tentang sejarah Karismatik, sebenarnya pernah dituliskan oleh Romo Deshi Ramadhani dalam bukunya Mungkinkah Karismatik sungguh Katolik? Dan tanggapan Katolisitas tentang buku ini, sudah pernah saya tulis di sini, silakan klik.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
Sebenernya cukup banyak umat yang berpandangan demikian. Namun sebenarnya itu semua kembali pada pembina dan umat persekutuan doa tersebut. Saya juga mengikuti PDOMKK di gereja saya. Puji Tuhan di PD ini kami memiliki pembina yang sangat baik,beliau selalu mengingatkan kepada kami semua tentang keutamaan ekaristi dan liturgi. Selain itu beliau juga mengingatkan kalo kecendrungan umat karismatik seperti itu untuk berdoa panjang2,berbahasa roh dan sebagainya,Namun hal2 itu harus ditempatkan di waktu dan tempat yang benar dan tepat agar tidak menjadi batu sandungan buat orang lain. sejujurnya saya menemukan banyak keintiman yang dilakukan PDOMKK dibanding sisi negatifnya. Positifnya adalah untuk umat karismatiknya,negatifnya… Read more »
Shalom Andry, Terus terang sayapun setuju bahwa ada banyak pengaruh positif yang dapat ditimbulkan oleh PDKK. Saya dan Stef-pun mengalaminya, sehingga saya mensyukuri adanya gerakan karismatik ini dalam Gereja Katolik. Mungkin suatu saat nanti kami akan mengulasnya secara khusus tentang topik ini. Memang yang terpenting adalah bagaimana setelah menerima pencurahan Roh Kudus itu, umat tetap bertumbuh di dalam kesatuan dengan Gereja Katolik, terutama melalui sakramen- sakramen terutama Ekaristi dan Pengakuan Dosa. Sebab jika demikian, Tuhan sendirilah yang akan terus menerus menyirami dan menumbuhkan iman umat, untuk menghasilkan buah-buahnya demi pembangunan Gereja sebagai Tubuh Kristus, dan demi kemuliaan nama Tuhan. Salam… Read more »
Setelah 2 tahun berada dalam sebuah PDKK Karismatik kategorial, inilah buah2 yang saya terima: – Dalam SHDR, saya mendapat pengertian yang salah bahwa Roh Kudus baru tercurah di saat itu dengan perantaraan sang evangelis, saya baru tahu kalau sebenernya sudah tercurah waktu pembaptisan dan di krisma – Banyak member dari PD itu yang menganggap bahwa sudah ikut PD susah cukup, gak perlu ikut ekaristi – Misa karismatiknya pakai band, ternyata itu pelecehan liturgi.Bag persembahan pake tarian, skali lagi liturgical abuse – Banyak member dari PD itu yang mengaku dosa secara pribadi ke Allah, sungguh sebuah pengecilan buat sakramen tobat –… Read more »
Terima kasih atas informasinya. Memang ada kelompok-kelompok karismatik yang salah dalam memberikan pertumbuhan iman kepada anggotanya. Semua yang dikatakan oleh Anonymous memang ada yang terjadi di dalam PD karismatik. Oleh sebab itu, kita harus berusaha agar efek-efek negatif ini tidak terjadi. Seperti yang saya tuliskan berkali-kali, PD yang tidak menuntuk umatnya kepada sakramen, terutama Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat, doa dan perjuangan untuk hidup kudus, tidaklah dapat dibenarkan. Pada waktu saya di Philippines, setelah mengikuti LISS (Life in the Spirit Seminar), saya mempunyai kerinduan yang begitu menggebu-gebu untuk berdoa (termasuk berdosa rosario), membaca Alkitab dan mengikuti Sakramen Ekaristi dan mengaku… Read more »
Pax et Bonum Sdr. Anonymous.. Dari apa yang saya baca dari komen sdr, saya malah bersyukur melihat hal-hal tsb, karena dapat menjadi tantangan bagi kita semua umat Katolik untuk belajar bersama mengenai gerakan Karismatik Katolik di Gereja yg kita cintai ini dan ‘membenahi’ apabila ada yang tidak seturut dengan Iman Katolik kita. TETAPI, bukan menjelek-jelekkannya atau malah menghapusnya dari Gereja. Karena itu adalah karya Roh Kudus sendiri and whether you like it or not, it’s here to stay. Betul gerakan ini mengandung banyak kontroversi terutama karena pernah dan mungkin ke depan akan ada gerakan pemisahan diri dari gereja. Tetapi itu… Read more »
Shalom Sdr. Thomas Rizal Trika, Selama mengikuti Karismatik, saya bisa menyanyikan lagu-lagu yang asyik dan mudah dinyanyikan. Pengajaran tentang Alkitabpun mudah saya mengerti. Terasa hubungan yang sangat akrab di antara hadirin. Sharing-sharingnya sangat menyentuh hati. Cuma, saya tidak bisa berbahasa roh. Dan, walau tidak pernah diakui, saya melihat para ahli berbahasa roh itu lebih mengutamakan liturginya daripada liturgi Ekaristi dan sakramen-sakramen lainnya. Untuk selanjutnya, saya tidak mau ikut terlalu jauh…. Saya berharap, dengan mengikuti Karismatik, saya bisa semakin mengerti dan menghayati iman Katolik, namun saya merasa malah diarahkan ke yang lain – seolah-olah cara/bentuk ibadat Katolik sudah ketinggalan zaman, tidak… Read more »
Saudaraku Lucas Chung, Semoga damai Tuhan kita Yesus Kristus selalu bersama anda & keluarga. Terimakasih untuk sisipan komen-nya yang ditujukan ke saya. Pertama, saya sungguh senang membaca pengalaman anda mengikuti gerakan karismatik dan mengalami apa yang saya pribadi alami, yaitu “ketersentuhan” dengan Roh Allah dan mengalami “kasih” Allah secara pribadi dan nyata. Kalau ada kesempatan, saya mau sharing mengenai pengalaman perjalanan iman saya, tapi then again, it’s not about me. It’s about Jesus and what He is capable of doing when we open our hearts for Him.. Praise The Lord. ‘Buah’-nya juga manis ya…membaca Kitab Suci menjadi menyenangkan & lebih… Read more »
Shalom Sdr. Thomas Rizal Trika, Senang sekali membaca tanggapan Anda. Saya minta maaf karna telah salah paham membaca maksud Anda. Dulu saya adalah orang yang sangat antikarismatik. Setelah dijelaskan oleh Pak Stef, saya baru sadar saya tidak boleh seperti itu lagi. Dan, sekarang, Anda memberitahukan saya bahwa bagi Anda, Ekaristilah yang paling utama. Puji Tuhan! Roh Kudus telah menuntun Anda dan saya menemukan keutamaan Ekaristi. Saya minta agar Anda mendoakan saya, agar saya selalu menjadi orang yang “diutus” di manapun saya berada – sebagaimana yang imam serukan seusai berkat penutup dalam misa: “Pergilah! Kita diutus.” Satu tahun belakangan ini, berdirilah… Read more »
Saya mau bertanya,
Dalam beberapa website, seperti http://www.ekaristi.org yang dijadikan rujukan banyak orang katolik, dinyatakan bahwa gerakan Karismatik dalam Gereja Katolik adalah sesat (heterodoksi).
1) Apakah benar demikian?
2) Bagaimana sikap resmi Gereja Katolik terhadap gerakan karismatik?
3) Bagaimana sebenarnya latar belakang terbentuknya Karismatik dalam Katolik? Ada yang mengatakan bahwa Katolik itu ya karismatik dalam arti memang Gereja Katolik itu berkarisma sejak awalnya, hanya saja baru akhir2 belakangan ada Gerakan Karismatik.. ada yang mengatakan bahwa Karismatik tidak ada dalam Katolik, tapi baru tahun 1966, berasal dari protestantisme baru muncul gerakan Karismatik.. sebenarnya bagaimana ya?
Terima kasih,
Shalom David, Terima kasih atas pertanyaannya tentang Karismatik. David dapat membaca tanya jawab dan diskusi tentang sisi positif dan sisi negatif dari gerakan karismatik (silakan klik). Banyak orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang keberadaan gerakan karismatik. Namun, kalau Gereja Katolik telah memberikan status “ecclesial movement” (lihat definisinya – silakan klik), maka kita harus berhati-hati untuk mengecap gerakan ini sesat. Bahwa suatu saat ada penilaian yang berbeda dari Vatican, maka dapat saja terjadi. Namun, selama gerakan karismatik masih dalam struktur dan mematuhi pengajaran Gereja Katolik, maka menurut saya pribadi, kita tidak dapat mengatakan bahwa gerakan karismatik adalah sesat. Kalau memang sesat,… Read more »
Nama Saya Aquilino Amaral, dari Negara Timor-Leste dan semua keluargaku adalah beragama katolik Roma. Saya menjadi anggota THS-THM tahun 1993 di Suatu Kabupaten (COvalima, perbatasan dengan Kabupaten Belu NTT) yang saat itu aku belum tahu persis aliran agama katolik itu. Saat itu di buka dengan kegiatan Ret-ret oleh Romo Akbar, Pr. dari Jogyakarta. Dalam kegiatan-ret-ret kami hanya mendalami iman kami lewat bacaan Alkitab, memang Romo Akbar hebat dalam kesaksian tentang Alkitab. semua ayat kitab suci dia (Romo) hafal, sampai ada penyembuhan. Jadi Kegiatan itu berlansgung selama tiga hari, ditutup dengan suatu atraksi pemecahan benda keras. disitu saya iman saya akan… Read more »
Shalom Aquilino Amaral, Terima kasih atas sharingnya. Untuk keterangan lebih lanjut tentang Couple for Christ (CFC) dapat dilihat di website mereka (silakan klik). Secara prinsip Seminar/Program Hidup Kristiani adalah seperti Seminar Hidup Baru Dalam Roh (SHBDR), namun dikaitkan dengan kehidupan pasangan. Saya pernah terlibat di dalamnya, dan saya rasa baik sekali. Namun bagi yang tidak menyukai gaya karismatik, mungkin tidak dapat mengikutinya dengan baik, kecuali membuka diri dengan cara mereka. Oleh karena itu, sebenarnya Aquilino Amaral mempunyai dua alternatif: 1) Tidak mengikuti CFC, namun terus bertumbuh dalam komunitas dan sakramen-sakramen. Diperlukan juga komunitas untuk dapat menggali Firman Tuhan, sehingga kehidupan… Read more »
Yang jadi permasalahan dlm gerakan karismatik katolik itu bukan sisi historis atau sejarahnya yg katanya sesat krn berasal dari penumpangan tangan protestan, spt yg ditulis di dalam forum diskusi katolik lainnya, karena kelahiran gerakan karismatik katolik justru terjadi tanpa adanya campur tangan protestan, jika ingin mampir silahkan ke http://www.ccr.org.uk/duquesne.htm Jika seandainya karismatik menjadi sesat krn penumpangan tangan protestan, lalu bagaimana dgn Salomo yg adalah hasil dosa Daud dengan Batsyeba? Bukankah itu juga sebuah kesesatan? Lalu bagaimana dgn Yakub yg mencuri hak sulung Esau? Bukankah itu juga sebuah kesesatan? Alasan itu sungguh absurd! Silahkan baca link yg saya berikan di atas… Read more »
Berdasarkan http://www.ccr.org.uk/duquesne.htm, bila demikian dapat disimpulkan bahwa karismatik katolik yang sekarang salah penerapannya, atau penerapannya jauh dari sejarah terjadinya the new Pentacost? Sejauh mengikuti PDKK atau pun KRK (di tempat saya), hymn Veni Creator – madah bakti 448 – tidak pernah berkumandang??? Jika memang kesesatan karismatik krn penumpangan tangan protestan, hal tersebut tidak bisa dibandingkan dengan dosa Daud dengan Batsyeba maupun Yakub yang mencuri hak sulung Esau. Ini adalah perbandingan yang ‘absurd’. Ini hanya akan menjadi alasan dalam ‘pembenaran’ hal yang mungkin memang terbukti sesat. Inilah yg menyebabkan suatu persekutuan doa itu lebih condong kepada pentakostal?? Yang saya tahu memang… Read more »
Shalom Enjeio,
Terima kasih atas masukannya tentang gerakan Karismatik. Menurut Enjeio, apakah yang harus dilakukan oleh gerakan Karismatik, sehingga mempunyai ciri kekatolikan yang jelas?
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Dear P’Stef,
“apakah yang harus dilakukan oleh gerakan Karismatik, sehingga mempunyai ciri kekatolikan yang jelas?”
Menurut saya, (saya mengutip yang dikatakan st Agustinus) :
“Diligite homines, interficite errores; sine superbia de veritate præsumite, sine sævitia pro veritate certate” (Love men, slay error; without pride be bold in the truth, without cruelty fight for the truth) (Against Petilian 1.29).
Salam
Shalom Enjeio,
Terima kasih telah memberikan kutipan dari St. Agustinus. Memang benar, bahwa kita harus mengasihi pendosa, namun harus membenci dosa. Namun, dalam prakteknya, apakah yang harus dilakukan oleh gerakan karismatik agar gerakan ini dapat menjadi benar-benar Katolik dan dapat turut membangun Gereja? Siapa tahu urun rembuk kita dapat didengar juga oleh badan yang berwenang dalam pembinaan gerakan karismatik (BPN PKK).
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Dear P’Stef, “dalam prakteknya, apakah yang harus dilakukan oleh gerakan karismatik agar gerakan ini dapat menjadi benar-benar Katolik dan dapat turut membangun Gereja?” Akan saya coba jawab: 1. Saya bukan orang yang ‘anti karismatik’ 2. Saya juga mengakui sampai saat ini gerakan karismatik katolik melalui PDKK telah turut dalam membangun Gereja. 3. Seperti yang P’Stef bilang, “Gereja Katolik telah memberikan status ecclesial movement kepada gerakan pembaharuan karismatik Katolik. Dengan segala kerendahan hati, mari kita mengikuti apa yang telah diputuskan, dan pada saat yang bersamaan menghilangkan efek-efek negatif dari gerakan ini.” —> saya setuju 4. Efek negatif yang saya tekankan: karena… Read more »
Shalom Enjeio,
Terima kasih atas saran-sarannya. Memang diperlukan prudence (kebijaksanaan), agar gerakan Karismatik dapat mempunyai warna kekatolikan yang kental. Dan seperti yang dikatakan oleh Enjeio, kepatuhan kepada Gereja adalah begitu penting, karena semakin kita beriman, kita akan semakin mempunyai kepatuhan dan kerendahan hati. Semoga saja, dalam tahap pemurnian ini, gerakan Karismatik dapat semakin menemukan jati diri dengan tetap berakar pada tradisi Katolik.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Shalom Pak Stef, Saya belum mengucapkan terima kasih atas jawaban Bp pada March 29, 2009 at 8:11 pm yang lalu. Jawaban Bp telah membuat saya menjadi lebih bisa menerima gerakan Karismatik Katolik. Sebelumnya, saya adalah orang yang sangat anti-Karismatik Katolik. Namun sekarang, saya jadi tahu bagaimana harus bersikap terhadap mereka. Berikut adalah sedikit pengalaman saya… Tempat tinggal kami berjarak 400 km lebih dari ibu kota provinsi. Awal September yang lalu, saya harus membawa istri saya untuk dioperasi di rumah sakit non-Katolik di ibu kota provinsi. Maka, datanglah berkunjung seorang kenalan saya yang mengaku anggota Karismatik Katolik di kota ini dan… Read more »
Shalom Lukas,
Terima kasih atas kesaksiannya. Memang menjadi tantangan bahwa setelah ada SHBDR (Seminar Hidup Baru Dalam Roh), maka harus ada program pertumbuhan, sehingga semangat yang menggebu dapat disertai dengan doktrin yang benar. Pada akhirnya semua spiritualitas di dalam Gereja Katolik harus mengarahkan seseorang untuk dapat menghayati dan mengasihi Ekaristi, karena Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan Kristiani. Mari, dengan spritialitas yang kita ikuti, dapat memberikan kita kekuatan untuk semakin mengasihi Ekaristi dan pada akhirnya dapat membangun Gereja Katolik yang kita kasihi.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Shalom Pak Stef, Pada October 9, 2009 at 5:01 am, St. Anonymous menulis: “…. lalu bagaimana dgn Salomo yg adalah hasil dosa Daud dengan Batsyeba? Bukankah itu juga sebuah kesesatan? Lalu bagaimana dgn Yakub yg mencuri hak sulung Esau? Bukankah itu juga sebuah kesesatan? Alasan itu sungguh absurd!…” Saya lalu membaca 2 Samuel 11 – 12, yang mengatakan bahwa: • Raja Daud memang telah tidur dengan Batsyeba ketika Uria, suami Batsyeba, masih hidup. • Dari hubungan gelap ini, Batsyeba hamil. • Kemudian, Uria mati di medan perang akibat perintah Raja Daud. • Setelah Batsyeba berkabung atas kematian suaminya, Raja Daud… Read more »
Shalom Lukas, Raja Daud memang mengambil Batsyeba menjadi istrinya (lih. 2 Sam 11:27) setelah kematian Uria (suami Basyeba) di medan pertempuran, kematian yang sebenarnya ‘direkayasa’ oleh Daud. Maka perselingkuhan Daud dengan Batsyeba diikuti juga dengan kejahatan yang lain, yaitu pembunuhan. Hal ini tidak berkenan kepada Allah, sehingga anak yang kemudian dikandung dari perselingkuhan itu, mati. (2 Sam 12:13, 23). Daud bertobat, dan setelah pertobatannya, baru kemudian Salomo lahir. Maka memang Salomo bukanlah anak yang dari perselingkuhan dengan Batsyeba- (pada saat Uria suami Batsyeba masih hidup), namun Salomo tetaplah anak dari Batsyeba, yang dengannya Raja Daud telah berbuat dosa perselingkuhan. Mungkin… Read more »
Terima kasih banyak atas jawabannya, Bu Ingrid.
Sungguh jawaban yang sangat melegakan hati… Jadi, walaupun manusia selalu jatuh ke dalam dosa, akan tetapi Tuhan tetap dapat mendatangkan kebaikan di balik semuanya itu. Untuk itu, sepatutnyalah kita menanggapi kebaikan Tuhan dengan sikap sungguh-sungguh bertobat.
Salam kasih dalam Tuhan Yesus,
Lukas Cung
Di pdkk di tempat saya di Singapore (Emmaus Prayer Meeting) di St. Mary of The Angels parish, hymn Veni Creator dinyanyikan saat sesi pencurahan Roh Kudus, salah satu sesi dlm Life in the Spirit Seminar (SHDR), sedangkan dalam pertemuan rutin, memang tidak pernah dinyanyikan karena intensi seminar berbeda dgn pertemuan rutin. Kita pun tidak pernah menyanyikan Veni Creator setiap kali ekaristi, hanya menjelang hari raya pentakosta saja, karena memang intensinya yg berbeda. Mengenai standar penggunaan hymn / doa Veni Creator ini sudah saya coba komunikasikan dgn beberapa orang di BPK dan BPN PKK. Semoga BPK dan BPN PKK bisa menjadi… Read more »
Dear St Anonymous, “Sekali lg, tidak ada penumpangan tangan oleh protestan. Silahkan baca kembali link yg saya berikan. Ada kronologi dan testimoni dari mereka yg memang terlibat di dalam kelahiran gerakan karismatik katolik. ” Bagaimana dengan yang ini? In January 1967, four Catholics from Duquesne attended their first interdenominational charismatic prayer meeting – the Chapel Hill meeting – in the home of Miss Flo Dodge, a Spirit-filled Presbyterian. Interestingly enough, a few months before these Catholics came, the Lord led Flo to read Isaiah 48 where He announces that He is about to do “a new thing”.Indeed, God was about… Read more »
Namun menurut Patty, kelahiran karismatik katolik bukanlah terjadi di rumah Florence Dodge. Patty :”Yes, there was a birthday party that night, God had planned it in the Upper Room Chapel. It was the birth of the Catholic Charismatic Renewal!” Saya setuju bahwa efek2 negatif harus dihilangkan. Dari awal postingan saya pun saya sudah utarakan mengenai ini. Saya dan beberapa rekan dari dalam tubuh karismatik juga sedang berusaha semampu kami sesuai scope kami. Saya pun sangat setuju dengan imbauan dari Pak Stef, sehingga kembali lg kepada harapan saya kepada BPK dan BPN PKK di Indonesia, agar mampu membenahi karismatik katolik di… Read more »
Shalom Enjeio dan St. Anonymous, dan juga teman-teman semuanya, Terima kasih atas partisipasinya dalam diskusi ini. Dari beberapa diskusi tentang karismatik Katolik, kita melihat bahwa dibalik semua ini, ada kerinduan dari umat untuk dapat bertumbuh secara spiritual, ingin merasakan kasih Tuhan, dan ingin mempunyai hubungan pribadi yang dekat dengan Yesus, dan juga ingin berbagi dalam komunitas. Ada orang-orang yang mendapatkannya di dalam gerakan karismatik. Bagi orang-orang yang tidak masuk gerakan ini tidaklah menjadi masalah, selama terus bertumbuh dalam sakramen dan tradisi Gereja. Namun ada umat Katolik yang tidak menyukai gerakan karismatik (atau mungkin gerakan-gerakan lain), namun juga tidak ingin bertumbuh.… Read more »
Shallom Pak Stef,
Terima kasih atas waktu, tempat dan kesempatan yang telah diberikan bagi diskusi ini.
Terima kasih juga kepada saudaraku Enjeio atas masukannya. Semua ini merupakan proses pembelajaran bagi saya dan semoga bisa menjadi pembelajaran juga bagi audience.
Thanks again Pak Stef.
Semoga Tuhan memberkati pelayanan Anda dan tim Katolisitas.org.
Salam.
Saya mau menambahkan sedikit disini mengenai karunia “berdoa dalam bahasa roh” dan karunia “berkata-kata dalam bahasa roh” yang banyak orang (termasuk saya) kadang masih bingung membedakannya. Artikel dibawah diambil dari: Gereja Katolik: “Senandung Dalam Roh dan Karunia Berkata-kata Dalam Bahasa Roh” oleh Sr. Maria Skolastika dan diambil dari http://www.carmelia.net. Senandung Dalam Roh Bila orang mulai memuji Tuhan dalam bahasa roh, mereka merasakan bahwa lebih indah lagi bila pujian itu disenandungkan. Maka satu persatu mulai bernyanyi dalam bahasa roh. Roh Kudus sendirilah yang akan memimpin keserasian paduan senandung roh itu. Ketika kita senandung dalam bahasa roh, kita tidak menguasai melodinya, dan… Read more »
Kami baru saja menerima message mengenai Kharismatik, mungkinkah Ibu bisa membantu memberi tanggapan untuk hal berikut:
http://www.facebook.com/l.php?u=http%253A%252F%252Fwww.tldm.org%252FNews8%252FCharismaticMovement.htm&h=c1c21a1f33b691bf02710648a55199b9
Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.
Tuhan Yesus Memberkati
Shalom Stephanus, Terima kasih atas pertanyaan tentang gerakan karismatik. Diskusi tentang topik ini sebenarnya telah cukup panjang. Silakan Stephanus membaca tanya jawab di sini. Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, silakan bertanya kembali setelah membaca diskusi di topik gerakan karismatik: sisi negatif dan sisi positifnya (silakan klik). Semoga diskusi di sini dapat membantu. Kalau Gereja Katolik telah memberikan status ecclesial movement kepada gerakan pembaharuan karismatik Katolik. Dengan segala kerendahan hati, mari kita mengikuti apa yang telah diputuskan, dan pada saat yang bersamaan menghilangkan efek-efek negatif dari gerakan ini. Dan semoga buah-buah Roh akan mewarnai gerakan karismatik ini. Dan ini hanya… Read more »
Shalom,
Pak Stef.. saya ingin tahu apa saja sih efek negatif dari karismatik itu?
Maaf kalau pertanyaan ini pendek, tapi saya berharap bpk mau menjawab.. Thx
Shalom Leon, Terima kasih atas pertanyaannya tentang gerakan karismatik. Dalam tanya jawab di bagian ini sebenarnya pertanyaan Leon tentang beberapa efek negatif yang terlihat dari gerakan karismatik adalah sebagai berikut: a) Ada anggota yang menjadi sombong rohani, karena merasa bahwa mereka telah diurapi oleh Roh Kudus, dan mempunyai karunia bahasa Roh, sehingga mereka beranggapan bahwa secara spiritual mereka lebih tinggi dari yang lain. Hal ini tidaklah benar, karena tingkat spiritualitas seseorang diukur dari kekudusan. Dan kesombongan yang sama dialami oleh jemaat di Korintus, sehingga rasul Paulus menghardik jemaat di Korintus. b) Ada anggota yang akhirnya memisahkan diri dari Gereja Katolik,… Read more »
Pak Stef, Saya setuju banget ama perkataan bpk. Memang karismatik harus terus diperbaiki..diusahakan supaya jgn menyimpang dr iman katolik dan harus mencirikan kekatolikan yg jelas. Menurut saya sebaiknya romo diparoki setempat mesti mengawasi scr ketat PDKK ini… Oh ya Pak Stef saya minta ijin untuk mengeprint artikel ttg karismatik ini termasuk komentar2nya untuk didiskusikan dgn ketua PDKK saya… saya rasa isi artikel ini dan komentarnya (baik yg pro maupun kontra) sangat bagus untuk dibahas dgn anggota2 di PDKK…….. oh ya Pak Stef, saya sepertinya kemarin ada ngpost 2 komentar…tp kok 1 komentar lainnya gak ada ya?.. apakah dipindahkan/dibuat artikel sendiri?… Read more »
Shalom DV,
Silakan untuk mencetak artikel ini, maupun artikel yang ada di website ini dengan menyebutkan sumbernya, yaitu: http://www.katolisitas.org , sehingga bagi yang ingin memberi masukan atau bertanya dapat menyampaikannya kepada kami. Komentar DV telah saya post semua.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Terimakasih banyak atas nasehat bapak Stefanus yang sangat perlu diperhatikan. Memang didalam suatu organisasi perlu menerima kritikan-kritikan konstruktif seperti ini. Saya hanya kurang setuju jika ada yang mengatakan kelompok karismatik katolik adalah aliran sesat. Saya kurang tahu atas dasar apa sehingga kita dapat mengatakan demikian? padahal kelompok ini diakui oleh gereja katolik secara syah sebagai “ecclesial movement”. Semoga Tuhan mengampuni. Maaf kalo saya menyinggung perasaan saudara-saudara. mengapa kita menkritik untuk membangun saja? Banyak orang mengaku punya Roh Kudus tapi kenyataannya dia tidak mengalami manifestasi Roh Kudus. Dengan kata lain tidak membiarkan Roh Kudus bermanifestasi dalam hidupnya. Takut nanti dibilang orang.… Read more »
dan ini cerita saya ttg SHBDR yg saya ikuti baru2 ini: jujur saja pertama kali saya diajak untuk ikut SHBDR, saya menolak, krn saya msh ragu2 dan takut, ditambah krn saya kerja..tp pd akhirnya saya ikut jg stlh dibujuk ama tmn2 dan sdr2 sy di PDKK dan jg trnyta bos saya mengijinkan sy untuk cuti 2hari.. singkat cerita, inilah tanggapan sy mnganai acara ini: 1.) beruntungnya diacara ini msh ada romonya sbg pembimbing dan yg memimpin misa yg diselenggarakan 3 atau 2 kali (dlm wktu 3 hari acara) dan tentunya romo ini pro karismatik (ya stdknya itulah yg tangkap saat… Read more »
Shalom Devi,
Satu hal yang harus dipegang, setelah mengalami pengalaman spiritual tersebut, Devi harus benar-benar berakar dalam doa pribadi, Firman Tuhan, sakramen-sakramen (terutama Ekaristi dan Pengampunan Dosa), devosi terhadap Maria dan santa-santo. Kalau memungkinkan, mungkin Devi dapat mengikuti misa harian, sehingga spiritualitas Devi dapat berakar pada sakramen. Hal yang perlu diperhatikan adalah, kita tidak usah mengejar karunia-karunia Roh Kudus, namun yang penting adalah bagaimana untuk hidup dalam Roh Kudus.
Semoga dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
ya..saya setuju Pak..kata2 bapak benar2 memberikan pencerahan kpd saya..
btw, saya senang banget ada website katolik yg seperti ini..isinya lengkap..
semoga website ini selalu ada untuk memberi pengetahuan kepada umat katolik lainnya..
Shalom Pak Stef, Ibu Inggrid, rekan2 katolisitas tmn2 yg lainnya.. Ntah saya mau mulai drmana..yg jelas doa saya beberapa hari ini sudah dikabulkan oleh Tuhan Yesus, bahwa saya saat ini sedang mencari kebenaran ttg karismatik, apakah sesat ato tidak. pdahal sblumnya saya sudah bolak balik buka web ini dan tdk ketemu jg yg membahas karismatik scr mendalam (terutama dlm hal positif&negatifnya) spt diartikel ini..ntah napa hari ini saya menemukannya.. saya rasa ini adalah jawaban drNya… dr artikel2 dan tanggapan2 dr rekan2 diatas, saya banyak dpt pencerahan ttg karismatik… walaupun saya akui dikepala sya masih timbul pertanyaan karismatik sesat/tidak? krn didlm… Read more »
Shalom DV, Terima kasih atas kunjungannya ke katolisitas.org dan juga terima kasih atas sharingnya. Kalau ditanya apakah pembaharuan karismatik Gereja Katolik sesat atau tidak, maka saya akan menjawab tidak. Hal ini sejalan dengan sikap Gereja Katolik yang merangkul gerakan karismatik dan menganggap bahwa gerakan ini adalah bagian dari "ecclesial movement". Apakah suatu saat Gereja Katolik dapat merubah keputusan ini? Bisa saja, karena keputusan ini bukanlah sebuah dogma. Namun sementara Gereja Katolik tidak mengeluarkan keputusan yang mengatakan bahwa gerakan ini sesat, maka kita sebagai umat Katolik harus menghormati keputusan ini, dan berfokus pada bagaimana untuk menghilangkan efek-efek yang kurang baik. Dengan… Read more »
Shalom Pak Stef,
Mungkin perlu dijelaskan apa yang dimaksud dengan “ecclesial movement” terlebih dahulu.
Dan untuk jawaban apakah Kharismatik sesat atau tidak, mungkin lebih bijak jika dijawab belum tahu, karena Gereja Katholik berpegang kepada Mat.13:26-30 dan kenyataannya ada efek-efek negatif atau memang ada penyimpangan-penyimpangan dari gerakan ini. Sehingga saat ini sikap Gereja Katolik adalah “wait and see”, namun saya rasa tidak bisa terlalu lama membiarkan status ini karena akan membuat kebingungan di umat yang awam. Imam pun ada yang pro dan kontra. Sehingga perlu suatu sikap yang tegas segera.
Terima kasih.
Shalom Abin, Terima kasih atas tanggapannya tentang ecclesial movement dan gerakan karismatik. Saya berfikir bahwa kalau Gereja Katolik telah memberikan status ecclesial movement kepada gerakan Karismatik, kita tidak dapat mengatakan bahwa Gerakan ini sesat. Kalau kita tetap mengatakan bahwa gerakan Karismatik sesat, kita sebenarnya berbenturan dengan keputusan dari Gereja Katolik. Kita harus dengan rendah hati mengikuti apa yang telah diputuskan. Kita dapat mendiskusikannya secara teologis, sisi positif dan sisi negatifnya tanpa harus mengecap gerakan ini sesat. Kita dapat berhati-hati terhadap gerakan ini – melihat bahwa ada beberapa efek negatif – dan memberikan sumbangan pemikiran agar efek-efek negatif dapat dikurangi dan… Read more »
Kepada saudara-saudari seiman Katolik yang dikasihi Kristus, Saya Albert dari Timor Leste berumur 25 tahun masih bujang dan sekarang tinggal di Dili. Terimakasih banyak atas balasan bapak Stefanus atas pengalaman pribadi saya. Semoga Tuhan memberkati. Beberapa waktu lalu saya telah membagikan pengalaman (kesaksian) pribadi saya. Sekali lagi saya sangat berterima kasih atas komentar-komentar yang disampaikan oleh sahabat-sahabat saya yang kayaknya kurang setuju dengan gerakana Karismatik Katolik. Semoga komentar-komentar saudara berdasarkan fakta dan benar. Saya adalah salah satu dari anggota gerakan Karismatik CFC-Youth for Christ atau dalam bahasa indonesia disebut Pasangang untuk Kristus yang berpusat di Filipina. Sebenarnya saya juga dulu… Read more »
Shalom Albert, Terima kasih atas kesaksiannya. Memang ada banyak yang mengalami buah-buah positif seperti yang Albert alami. Dengan pengalaman ini, banyak orang yang mengalami pertobatan dan mengasihi Kristus dan Gereja Katolik. Namun di satu sisi, memang ada sisi negatif dari gerakan ini. Ini adalah dua kenyataan yang terbentang nyata di hadapan kita. Gereja telah menyatakan bahwa gerakan karismatik adalah menjadi bagian dari "ecclesial movement". Gerakan karismatik di dalam Gereja Katolik memang harus mengalami suatu masa pemurnian, sehingga dapat menemukan suatu jati diri, yang juga dapat menggabungkan nilai-nilai Gereja Katolik. Pada saat yang bersamaan efek-efek negatif harus dikikis, yang implikasinya adalah… Read more »
Salam dalam Kasih Kristus. Kelompok spiritual dalam lingkungan gereja Katolik semua baik, hanya anggota kelompoknya yang kadang terlalu “percaya diri” tetapi tanpa didasari oleh pengetahuan iman Katolik. Dalam suatu kegiatan spiritual dikenal istilah maju tapi mundur, dimana jika kita merasa maju maka disaat itulah kita sebenarnya mundur. Kalau kita merasa dekat dengan Yesus, yang berarti kita mengikuti jalan Yesus, apakah kita dapat berkonflik dengan sesama ? Apakah kita dapat menghakimi sesama? Apakah kita merasa lebih diberkati? Layaknya musik yang terdiri dari beraneka macam aliran, ada yang suka musik lembut ada yang suka musik rame, begitupun kelompok spiritual Katolik. Ikutlah yang… Read more »
Untuk teman-teman yang belum pernah bergabung dengan kelompok Karismatik. SALAM DAMAI KRSITUS Kata pepatah mengatakan: “TAK KENAL MAKA TAK DISAYANG” Sebenarnya saya agak heran dan sedih terhadap pengamatan-pengamatan yang dilakukan oleh saudara seiman saya ZOEBROTO, STEFANUS dan sahabat lainnya. Sebenarnya saya juga orang katolik biasa dan tidak tidak fanatik kelompok ini atau kelompok itu. Berikut saya ingin membagikan pengalaman masa lalu saya, walaupun waktu itu saya katolik. Saya bisa mengatakan waktu itu saya katolik tapi KTP. Sebenarnya dulu saya adalah orang katolik yang paling jahat di hadapan Tuhan dan diantara kaum katolik lainnya. Saya merokok sejak dari kelas 3 SD,… Read more »
Shalom Albert, Terima kasih atas tanggapan yang diberikan oleh Albert. Pertama, saya ingin meminta maaf kalau diskusi di topik ini menyedihkan hati Albert. Saya juga berterima kasih atas kesaksian yang begitu indah yang dialami oleh Albert melalui YFC (Youth for Christ). Saya dulu pernah bertemu dengan pembina YFC, Jojo – dari Philippines. Mungkin sekarang pembinanya sudah berbeda. Sebagai langkah awal, mungkin kita dapat mencoba melihat dan menerima, bahwa ada dua kenyataan yang terjadi secara nyata, yaitu sisi positif dan sisi negatif dalam gerakan Karismatik. Sisi positif adalah seperti yang dialami oleh Albert, dan begitu banyak orang lain (termasuk saya sendiri,… Read more »
Shalom Bpk Stef, “Karena gerakan belum dilarang oleh Gereja, maka kami ingin mengusulkan, bagi yang berpendapat bahwa karismatik ini sesat dan tidak sesuai dengan pengajaran Gereja Katolik, silakan untuk tidak bergabung dengan karismatik. Pada saat yang bersamaan mungkin dapat mencoba secara pro-aktif dan dengan seijin pastor, membentuk semacam persekutuan doa yang didasarkan pada spiritualitas yang lebih tradisional, seperti doa meditasi/ doa hening, lectio divina, rosario atau si yang lain. Silakan bertumbuh dalam spiritualitas ini karena sudah terbukti dapat membawa umat kepada kekudusan, seperti yang dicontohkan oleh para orang kudus.” Saran saya sebaiknya kalimat “maka kami ingin mengusulkan, bagi yang berpendapat… Read more »
Shalom Zoebroto, Terima kasih atas tanggapan dan masukannya. Yang tadinya saya tulis "Karena gerakan belum dilarang oleh Gereja, maka kami ingin mengusulkan …." saya telah mengubahnya menjadi, "Karena gerakan KARISMATIK TIDAK dilarang oleh Gereja, maka kami ingin mengusulkan …." Mohon maaf, mungkin saya kurang teliti dan terburu-buru, sehingga tidak menyampaikan maksud saya dengan benar. Dalam beberapa rangkaian Tanya Jawab ini, memang saya mengusahakan sikap yang netral dalam menanggapi pro dan kontra terhadap gerakan Karismatik. Memang terdapat perbedaan sikap/ pandangan terhadap gerakan karismatik ini. Ada yang berpendapat bahwa karismatik sesat dan mencoba membuktikannya dengan berbagai cara. Ada yang begitu pro- karismatik… Read more »
Salam sdr. zoebroto (dari admin: keterangan nama saya hapus), Kalau seandainya saja orang2 karismatik (karismatik mania) mau sedikit saja untuk jujur pada diri sendiri, dan dg RENDAH HATI mau ber-autokritik, maka niscaya gerakan karismatik ini akan dapat menghasilkan buah2 yg baik (terutama rendah hati, taat/patuh) dan lebih dpt diterima oleh umat Katolik[umum] spt kelompok2 katagorial lain misalnya Legio Maria, Kerahiman Ilahi, ME, SSV, KKIT, dll. Saya dg sejujur-jujurnya banyak menjumpai karismatikers (bahkan boleh dibilang) semua karismatikers mania yg cara2 berpikirnya sangat2 tidak sesuai dg nafas dan jiwa ke-Katolikan. Di wilayah dan lingkungan saya, semua yg ikut karismatik menghendaki gereja berubah,… Read more »
Shalom Joseph, Terima kasih atas komentar dan dukungannya terhadap katolisitas.org. Memang setiap komunitas, termasuk gerakan karismatik, secara terus-menerus harus menerapkan prinsip kerendahan hati dan memurnikan diri (on going conversion) . Contoh-contoh yang disebutkan oleh Joseph adalah sisi-sisi negatif dari gerakan ini dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pembina karismatik Indonesia untuk dapat juga membina gerakan ini agar dapat terintegrasi dalam tubuh Gereja, sehingga dapat membangun Gereja, bersama-sama dengan anggota yang lain – yang mungkin bukan anggota karismatik. Komentar-komentar negatif, seperti yang dicontohkan oleh Joseph memang terjadi, karena saya juga menemui hal-hal tersebut. Namun di satu sisi, contoh-contoh seperti Albert yang… Read more »
Pak Fransiscus terima kasih atas keterangan yang sangat singkat dari bapak. Sebenarnya pertanyaan saya di ajukan untuk perkembangan pengertian seluruh umat katolik (saya sendiri aktif di paroki dan lingkungan), mengapa ? karena semua penjelasan yang sehat dan seimbang mengenai sesuatu hal yang ada di dalam gereja kita katolik perlu untuk disebar luaskan, agar kita umat katolik dapat memiliki pengetahuan dan pengertian yang baik dan benar mengenai hal ini, terutama mengenai karismatik. Setahu saya gereja kita mengijinkan gerakan ini, asal dibawah pengawasan otoritas gereja yang resmi. Pengalaman Bapak pasti akan membantu untuk maksud saya di atas. Akan sangat membantu jika dipaparkan… Read more »
Shalom Saulus, Franciscus, dan semuanya. Kami percaya bahwa semua pihak mempunyai niatan yang baik untuk berdiskusi tentang gerakan karismatik, yang didasari oleh kasih kita kepada Gereja Katolik. Namun diskusi tentang hal ini tidak akan pernah habis, sebelum kita dapat membuat suatu ulasan yang cukup komprehensif dari sisi teologis, histori dan juga pastoral. Untuk ini, kami telah mencoba membawa diskusi ini ke Romo Wanta, yang nantinya akan didiskusikan dengan para romo yang bertanggungjawab terhadap pembinaan gerakan karismatik. Semoga kita dapat memperoleh masukan dari mereka. Karena gerakan karismatik tidak dilarang oleh Gereja, maka kami ingin mengusulkan, bagi yang berpendapat bahwa karismatik ini… Read more »
Salam dalam kasih Kristus, Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak teman2 saya dari berbagai lingkungan dan usia yang terlibat aktif dalam Persekutuan Doa Kharismatik Katolik (PDKK), karena PDKK ini merupakan bagian dari kegiatan yg dianggap resmi oleh Gereja maka awalnya saya anggap biasa saja. Namun setelah beberapa tahun terakhir saya mulai “merasakan ada perbedaan” dalam gaya bicara,teriakan2, gaya berdoa, termasuk dalam penekanan2 pembicaraan tentang konsep anugerah/karunia2, tentang bahasa Roh, saya secara naluri mulai merasakan ada doktrin2 yg “asing” yang tidak cocok di pemahaman doktrin iman Katolik saya. Saat orang2 lain berteriak2 berbahasa roh saya malah jadi takut, saya merasa asing… Read more »
Shalom Antonius,
Telah dijawab di atas – silakan klik.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Bpk Stef, terima kasih atas pengorbanan waktu dan pikiran2nya. Saya bisa membayangkan betapa sulitnya Bapak dan Team harus melayani kami semua. Dalam pandangan pribadi saya (yang bisa salah),Apakah tidak terasa oleh nalar kita semua gerakan Karismatik ini lebih mendorong umat kearah “Faith seeking for Grace (karunia)” daripada menyeimbangkannya dengan doktrin “Faith seeking for Truth”. Karunia itu dipersepsikan serupa “Upah”,secara naluri manusia akan lebih mudah diajak ikut dan melakukan sesuatu jika diiming2i “upah”,. Ajaran/aliran2 yang menjanjikan “upah” karunia2 yang “disukai” tentu akan lebih mengundang pengikut yang besar. Ini seperti berlakunya konsep Marketing di dunia modern. Tuhan Yesus sendiri tidak mau memakai… Read more »
Shalom Antonius, Mungkin karena gerakan karismatik ini termasuk baru, maka gerakan ini harus mencoba menemukan jadi dirinya. Dan saya berfikir bahwa Gereja pada saat ini belum mengambil sikap, karena memang dipandang belum saatnya dan mencoba melihat bagaimana buah-buah dari gerakan karismatik ini. Dan ini menjadi tantangan bagi gerakan ini untuk benar-benar mempunyai warna kekatolikan dan turut membangun Gereja dari dalam dan bukan malah memisahkan diri. Ini adalah jawaban saya untuk tanggapan Antonius: 1) Pada dasarnya, teologi adalah iman yang mencari pemahaman (faith seeking understanding). Jadi pada saat seseorang di dalam gerakan karismatik lebih mementingkan mencari karunia-karunia Roh Kudus, maka perlu… Read more »
Shalom, Sekedar sharing, dulu saya aktif sekali dalam gerakan karismatik ini, ayah saya juga seorang pengurus inti dalam BPKK (Badan Pelayanan karismatik KatoliK) untuk keuskupan Denpasar. Namun akhirnya saya memutuskan untuk keluar dan malah jadi sedikit “anti” karismatik karena ada beberapa hals yg sangat tidak sreg. Spt, pembaptisan dalam roh, seolah seseorang “harus” lahir baru dalam roh, yang mana ada ritual penumpangan tangan (seringnya oleh awam). Dan mengambil ayat2 kitab suci utk hal ini yang menurut saya ayat2 itu lebih dimaksudkan untuk sakramen krisma. Bukankah saat kita dibaptis kita dibaptis dalam nama roh kudus juga, dan sudah memperoleh penumpangan tangan… Read more »
Shalom Erwin, Terima kasih atas tanggapannya tentang gerakan karismatik. Kembali memang di sana-sini ada penyimpangan, termasuk yang dilakukan oleh gerakan karismatik. Ini adalah tanggapan saya: 1) Baptisan dalam Roh dan penumpangan tangan: Mungkin suatu saat saya akan mencoba untuk mengulas hal ini lebih lanjut, karena memang begitu banyak pro dan kontra. Saya belum pernah membaca buku "Apakah karismatik dapat sungguh katolik" karangan Romo Deshi. Mungkin beliau telah mengupas hal ini lebih dalam. Ini hanya sebagai pemikiran: apakah tanpa ritual penumpangan tangan, maka banyak orang dapat lebih menerima gerakan karismatik dan lebih sesuai denganajaran Gereja Katolik? Saya mengenal beberapa orang yang… Read more »
Berkaitan dengan PDKK, mari kita kembali melihat Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus ( 1 Kor 14). Bagaimana St. Paulus mengajak kepada kita tentang pemahaman tentang bahasa roh. Karena menurut pengamatan saya dan pengalaman saya, banyak orang ikut PDKK karena mengejar bahasa roh. Mungkin saya salah, tapi dari omongan sana sini, ini yang menjadi targetnya. Jadi kalau belum bisa berbahasa roh, masih belum naik kelas(belum lulus sebagai anggota PDKK). Harus diakui kesombongan rohani sering terjadi, pada hal Yesus selalu mengajarkan kerendahan hati.
Ini hanya sekedar sharing.
Shalom Jus Soekdjo, Memang permasalahan yang ada Korintus pada saat itu adalah permasalah perpecahan, kesombongan rohani, dan kehidupan moral yang tidak baik. Mungkin bagi yang mengikuti persekutuan doa, melihat bahwa karunia bahasa Roh ini penting, karena ini adalah bagian dari spiritualitas mereka. Namun yang salah adalah kalau melihat bahasa Roh adalah segalanya. Di dalam gerakan karismatik, bahasa Roh dapat dilihat sebagai dasar atau gerbang untuk karunia-karunia yang lain. Oleh karena itu, kalau kita mencoba membandingkan dengan spiritualitas tradisional – tahap pemula (purgative), tahap intermediate (illuminative), dan tahap persatuan (unitive) – maka bahasa Roh mungkin masih termasuk dalam tahap awal (purgative).… Read more »
Damai Kristus, Katolisitas benar-benar website yang sangat bagus. Bahasanya mudah dimengerti. Bapak Stefanus dan Ibu Ingrid sangat mengetahui topik-topik apa yang perlu saya mengerti, agar bisa semakin mencintai dan menghayati ajaran-ajaran Gereja Katolik. Benar, untuk bisa semakin mencintai dan menghayati ajaran-ajaran Gereja Katolik, saya harus mengerti dulu. (Tentu saja saya tidak mengatakan telah sungguh-sungguh mencintai dan menghayati iman Katolik. Saya masih berproses untuk itu, sama seperti saya terus-menerus berjuang untuk hidup semakin kudus.) Membaca pengalaman Sdr. Antonius H pada 17 Februari 2009 tentang gerakan karismatik katolik, saya jadi teringat pengalaman saya 12 tahun yang lalu saat mengenal gerakan ini. Kalau… Read more »
Shalom Lukas Cung, Terima kasih atas komentar dan dukungannya terhadap katolisitas.org. Memang berbicara tentang topik gerakan karismatik tidak akan pernah habisnya, karena terdapat efek positif maupun negatif dari gerakan ini. I. Efek positif dan negatif dari gerakan karismatik Saya mengenal banyak orang yang setelah mengenal karismatik menjadi lebih mengasihi Yesus dan Gereja-Nya, sehingga mereka lebih mengasihi Sakramen, terutama adalah Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat. Ada banyak juga yang menjadi pastor dan suster. Beberapa teman kuliah teologi di sini juga banyak yang mengikuti Karismatik, namun mereka benar-benar mendalami doktrin dan ajaran Gereja Katolik serta terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Namun di… Read more »
Shalom Bpk Stef, juga Bpk Lucas Cung, Pertengahan febuari lalu saya pernah mengirimkan pertanyaan kepada Katolisitas seputar topik gerakan karismatik ini. Setelah membaca tambahan komentar2 dan pertanyaan dari yang lain2, saya terpanggil lagi untuk ikut share beberapa hal : 1. Tahukan anda sebenarnya BPK PKK KAJ telah menerbitkan 2 buah surat/buku kecil, yg isinya kira2 semacam surat dari Bpk Uskup ttg Pedoman Gerakan Pambaruan Karismatik Katolik di Jakarta. Buku pertama warna biru terbitan thn 1993, dan buku ke dua warna coklat terbit tahun 1995. Bpk Stef dan staf Katolisitas yang lain boleh coba2 cari buku ini di toko2 suci di… Read more »
Shalom Antonius, Terima kasih atas sharing dan pertanyaannya. Berikut ini adalah tanggapan dan jawaban yang dapat saya berikan. I. Buku panduan untuk gerakan karismatik Saya sendiri belum pernah membaca tentang buku panduan ini. Jadi kalau Antonius bersedia untuk mengirimkannya, maka saya sungguh bersyukur, sehingga ulasan tentang gerakan karismatik dapat juga berdasarkan buku panduan dari gereja lokal. Nanti saya akan kirimkan e-mail alamat saya di USA, sehingga Antonius dapat mengirimkannya. Pada dasarnya, gerakan atau spiritualitas apapun di dalam Gereja Katolik tidak boleh melanggar doktrin-doktrin maupun pengajaran dari Gereja Katolik. Mengenai pembahasan tentang buku pedoman tersebut, saat ini saya tidak berani menjanjikan… Read more »
Shalom Bpk Stef, Keluarga kami ada yg tinggal di Koppel, TX, kebetulan kakak saya sdg datang ke Jkt, akan kembali ke TX hari Minggu, 8 april besok. Mohon alamat mail pak Stef dan contact no, saya akan titipkan pada kakak saya utk di mail dari TX. Ini artikel2 dan buku2 hasil “hunting” saya seminggu terakhir, jika Bpk Stef berminat, akan saya kirimkan juga fotocopynya. Khusus untuk buku “Mungkinkah Karismatik sungguh Katolik” dari Rm. Deshi Ramadhani SJ, saya akan belikan 1 copy baru dan kirim, mudah2an berguna. Beberapa artikel dan buku2 lain yg saya miliki yg mungkin berguna utk referensi Bpk… Read more »
Shalom Antonius, Terima kasih atas kesediaan Antonius untuk mengirimkan beberapa buku dan majalah. Saya akan kirim alamat saya di USA lewat e-mail Antonius. Saya rasa kita mempunyai suatu keprihatinan yang sama, bahwa jangan sampai ada gerakan apapun di dalam Gereja Katolik yang bertentangan dengan pengajaran Gereja Katolik, yang kita yakini berasal dari Yesus sendiri. Namun pada saat ini, saya pribadi tidak dapat dan tidak berani mengatakan bahwa gerakan karismatik adalah gerakan yang sesat, karena Paus Yohanes Paulus II mengatakan bahwa gerakan karismatik adalah "ecclesial movement". Jadi, saya berfikir bahwa daripada mencoba membuktikan bahwa gerakan ini sesat, akan lebih baik kalau… Read more »
Mohon maaf ikut nimbrung untuk topik kharismatik ini. Memang gerakan ini banyak menuai pro dan kontra. Yang pro merasa bahwa mereka telah mendapatkan “restu” dari Paus, namun yang kontra melihat bahwa Gereja/Paus tidak menerima ataupun menolak gerakan ini karena mungkin akan memantau terlebih dahulu gerakan ini, mungkin dasarnya adalah Mat.13:26-20 dimana gandum dan lalang dibiarkan untuk tumbuh bersama dan pada waktunya nanti baru dipisahkan dan diikat untuk dibakar. Jadi Gereja/Paus ingin melihat apakah mereka ‘gandum’ atau ‘lalang’ dan tidak mencabut ‘lalang’ itu terlebih dahulu karena juga kawatir ‘gandum’ juga ikut tercabut. Pak Stef, mungkin bisa memberikan komentar untuk artikel yang… Read more »
Shalom Abin, Terima kasih atas pesan dan tanggapannya. Memang kalau kita berdiskusi tentang Karismatik tidak akan pernah kehilangan sisi-sisi yang perlu dikupas. Dalam berdiskusi tentang topik ini, saya juga menyadari ada yang pro dan ada yang kontra. Oleh kerena itu diskusi perlu didasarkan pada kasih, karena semua orang yang pro dan kontra mempunyai alasan tersendiri, yang didasarkan pada kasih terhadap Gereja Katolik, yang juga berarti kasih terhadap Kristus. Saya minta maaf, bahwa saat ini saya belum bisa menanggapi atau memberikan komentar tentang kesesatan gerakan karismatik yang dituliskan di ekaristi.org. Namun saya salut terhadap penulis yang mempunyai kasih begitu besar terhadap… Read more »
Saya sangat sejalan dgn bapak Stefanus menanggapi Karismatik didalam Gereja Katolik kita yang tercinta. Saya adalah ex-Protestan Karismatik yang sangat fanatik oleh karena kesombongan saya dalam berbahasa “roh”, dan hal2 yang lain. Namun saya sekarang adalah seorang Katolik yang sangat taat didalam Ajaran Basis Katolik kita, dan sekarang menjabat sebagai Ketua Lingkungan diwilayah saya. Saya tahu benar apa yang terjadi didalam Karismatik Protestan (maaf bukannya menjelek2an iman mereka). Terus terang saya sangat sedih mengapa Paus memasukkan Karismatik kedalam Gereja kita. Saat ini saya sedang berusaha keras utk membersihkan ‘virus-virus’ didalam Lingkungan Katolik saya, menjawab semua pertanyaan2 mereka khususnya dari kalangan… Read more »
Saya agak terperangah mengenai tanggapan Fransiscus. Sebenarnya menurut pandangan pak Fransiscus apa yang membuat jadi tidak simpatik kepada karismatik ? Saya ingin tahu lebih jauh. Thx sebelumnya
Wow.. Saya juga ‘terpelanting’ membaca komentar Sdr Fransciscus yang ‘saat ini sedang berusaha keras utk membersihkan ‘virus-virus’ didalam Lingkungan Katolik’-nya. Virus-virus Karismatik, mksdnya kan pak? Kalau itu benar, maka saya jugan tergelitik menanyakan maksudnya apa ya pak? Bukankah kalau sdr mengikuti semua posting artikel ini dari awal, sdr seharusnya mendapatkan bahwa gerakan Pembaruan Karismatik Katolik (Catholic Charismatic Renewal) adalah sudah merupakan gerakan yang direstui gereja (ecclesial movement/gerakan gereja)? Baca posting Sdr Stef Tay September 21, 2009 at 7:33 pm mengenai gerakan2 apa saja dalam Gereja Katolik yang sdh mendapat restu Gereja. Kemudian ijinkan saya kutip sedikit dari http://www.ewtn.com/expert/answers/charismatic_renewal.htm “The Charismatic… Read more »
Shalom Thomas, Terima kasih atas tanggapan Anda. Sejujurnya, kami terlewat sehingga tidak menanggapi komentar Franciscus ini. Anda benar bahwa gerakan Karismatik Katolik sudah diterima oleh Gereja Katolik sebagai salah satu gerakan gerejawi, sehingga sebagai umat Katolik, kita sudah selayaknya menganggap gerakan tersebut sebagai bagian dari gerakan-gerakan yang ada di Gereja Katolik. Terus terang, saya juga kurang paham tentang maksud ‘virus-virus’ di lingkungan Katolik, yang disebut oleh Franciscus. Mungkinkah maksudnya adalah adanya paham-paham tertentu, yang tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik? Sebab sejujurnya ada anggota (atau mungkin lebih tepatnya oknum, karena hanya sebagian kecil dan sungguh, tidak semua) gerakan Karismatik yang… Read more »
Dear Stef and Ingrid, Kemarin saya mengikuti seminar hidup baru yg diadakan oleh katolik karismatik. Saya sungguh terkejut, karena hampir 95% pengikutnya bisa berbahasa roh. Setau gw, bahasa roh itu tidak bisa dipelajarin and itu datangnya tanpa kita ketahui. Bener kah demikian? Sedemikian gampangkah org mendapatkan bahasa roh? Salah satu moderator di seminar ini bilang kita bisa coba ikut org yg berbahasa roh itu 1kata atau 2 kata, ntar lama2 bahasa roh itu berkembang dengan sendiri nya. Dan sungguh aku menemukan persamaan di dalam katolik karismatik dan kristen protestan karismatik, dimana selalu ujung2nya “bahasa roh” yg di tonjolkan. Saya ingat… Read more »
Shalom Felix, Sebenarnya, setiap kita yang telah dibaptis telah menerima Roh Kudus yang mempersatukan kita dengan Kristus. Hanya saja sering oleh kelemahan kita, benih kekudusan itu tidak berkembang (walaupun sudah juga menerima sakramen Penguatan). Maka, Gereja Katolik membuka banyak kesempatan bagi kita anak-anaknya untuk bertumbuh di dalam iman dan mengembangkan ‘benih’ kekudusan yang sudah kita terima. Salah satunya melalui gerakan karismatik Katolik, yang umumnya mengajak umat mengikuti seminar hidup baru dalam Roh Kudus. Memang umumnya di akhir seminar itu umat didoakan agar dapat menerima karunia bahasa roh. Karunia bahasa roh ini memang bukan segala-galanya, namun harus diakui bahwa banyak orang… Read more »
Sdr Felix Izinkan saya men-sharingkan apa yang dituliskan oleh Sr. Maria Skolastika P. Karm. Mengenai “bahasa roh”. Semoga menjadi berkat. Bahasa Roh User Rating: / 9 PoorBest Published on Wednesday, 11 March 2009 17:00 Written by Sr. Maria Skolastika P.Karm Hits: 5243 1. Sejarah Bahasa Roh Banyak orang Katolik yang agak alergi jika mendengar istilah bahasa roh, karena menurut mereka bahasa roh itu bukan milik Gereja Katolik, melainkan milik Gereja lain. Namun sebetulnya, benarkah demikian? Mari kita simak sebentar sejarah bahasa roh ini. Jika kita membaca Kitab Suci, akan nyata sekali betapa bahasa roh sebetulnya sudah dikenal dalam Gereja kita sejak zaman… Read more »