Apakah jemaat perdana percaya akan persekutuan para kudus?

Pertanyaan:

Memang agak susah untuk dimengerti…, tapi bagi saya gereja harus kembali kpada dasar2 alkitab dan bukan tradisi2 yang dibuat oleh manusia. sering gereja berlebihan memperlakukan orang2 kudus, memnganggap mereka seperti “dewa”, hal ini dipengaruhi oleh tradisi masyarakat roma seblm kristen yaitu pengkultusan individu. Yesus kristus sudah cukup. orang kristen tdk perlu minta bantuan kepada org2 kudus yang lama meni nggal. tidak ada hub org hidup dan mati. oleh sebab itu semasih didunia Yesus mengutus RohNya yaitu Roh kudus untuk menolong manusia. Gereja harus menulis kembali doktrin2 yang sebenarnya hanya tradisi dan pengalaman. pengalaman tidak bisa dijadikan doktrin atau ajaran. setiap orang mengalami dengan berbeda.
Yesus adalah satu2nya Tuhan, imam, nabi, sahabat kita. Ialah yang menjadi juru safaat kita baca di Yoh 17. sekian, slm kenal Tuhan Yesus memberkati

Salam – Efaproditus

Jawaban:

Shalom Efaproditus,

Terima kasih atas tanggapannya. Berikut ini adalah tanggapan saya akan komentar efaproditus:

1)Efaproditus mengatakan “Memang agak susah untuk dimengerti…, tapi bagi saya gereja harus kembali kpada dasar2 alkitab dan bukan tradisi2 yang dibuat oleh manusia.

a) Memang Gereja Katolik mendasarkan pengajaran-Nya pada Kitab Suci dan Tradisi Suci, yang dijaga kemurniaannya lewat Magisterium Gereja. Dan prinsip ini adalah sesuai dengan apa yang dikatakan di dalam Alkitab (silakan melihat link ini untuk pembahasan tentang topik ini – silakan klik). Hanya mendasarkan pada Alkitab adalah tidak alkitabiah. Silakan melihat artikel ini (silakan klik). Saudara/i dari denominasi lain banyak yang salah paham terhadap pengajaran Gereja Katolik, sehingga mengatakan bahwa dogma/doktrin dari Gereja Katolik adalah hanya buatan manusia. Kitab Suci dan Tradisi Suci bersumber dari Kristus (Sang Sabda) yang sama, sehingga tidak mungkin bertentangan.
Ingatlah bahwa Alkitab terbentuk dari kanon yang ditetapkan oleh Magisterium Gereja dalam Tradisi Suci. Di Kitab Suci sendiri tertulis, bahwa yang menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran adalah Gereja (jemaat) (lih. 1 Tim 3:15); maka kita tidak boleh mengecilkan peran Gereja seolah-olah Gereja ada di bawah Kitab Suci. Kita justru harus melihatnya sebagai yang utama, karena fakta menunjukkan bahwa Kitab Suci terbentuk karena Gereja. Sebelum terbentuk kanon Kitab Suci (dari abad 1-4), Gereja sudah ada, dan itu suatu bukti bahwa agama Kristiani bukan agama yang tergantung semata-mata pada buku/ kitab, tetapi justru kepada iman yang hidup di dalam jemaat (Gereja). Iman yang hidup di dalam Gereja terlihat dari Tradisi Suci. Kitab Suci memang menjadi pedoman bagi anggota Gereja untuk memberikan pengajaran, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim 3:16), namun hal ini tidak dapat dipisahkan dari Tradisi Suci.

Maka, kalau dilihat, dogma dari Gereja Katolik mempunyai dasar perkembangan yang konsisten yang dapat ditelusuri dari Kitab Suci, dan Tradisi Suci yang berdasarkan iman jemaat perdana, tulisan dari Bapa Gereja dan konsili-konsili:

a) Kalau memang sesederhana seperti yang dikatakan Efaproditus, bahwa seharusnya gereja harus kembali kepada Alkitab dan dengan asumsi bahwa Gereja Katolik mengajarkan doktrin yang dibuat oleh manusia, maka saya ingin bertanya:

1) Anggaplah bahwa yang dikatakan oleh Efaproditus adalah benar bahwa Gereja Katolik telah tersesat dan tidak mendasarkan ajarannya pada Alkitab. Pertanyaannya adalah, mengapa Gereja Katolik mempunyai dogma yang tidak berubah dari awal sampai saat ini, dengan jemaat lebih dari 1 Milyar, dan mempunyai karakter satu, kudus, katolik dan apostolik?

2) Anggaplah apa yang dikatakan oleh Efaproditus adalah benar, yaitu bahwa gereja-gereja mulai dari Martin Luther benar-benar kembali kepada Kitab Suci. Seharusnya setelah kembali ke dasar Kitab Suci, maka tidak terjadi perpecahan antar gereja. Namun yang terjadi adalah perpecahan terjadi di mana-mana, sehingga ada 28,000 denominasi sampai saat ini. Mengapa hanya berdasarkan Alkitab menimbulkan begitu banyak perpecahan?

Dari hal di atas, kita dapat belajar bahwa dengan dasar Kitab Suci saja, maka gereja-gereja bukannya bersatu padu, malah tercerai berai. Hal ini disebabkan semua orang dapat menginterpretasikan sendiri-sendiri akan makna Kitab Suci. Bukankah perpecahan ini berlawanan dengan apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri di Yohanes 17?

2) Efaproditus mengatakan “sering gereja berlebihan memperlakukan orang2 kudus, memnganggap mereka seperti “dewa”, hal ini dipengaruhi oleh tradisi masyarakat roma seblm kristen yaitu pengkultusan individu.” Untuk menjawab hal ini, mari sekarang kita melihat apa yang dikatakan oleh jemaat perdana (catatan: mereka ini adalah orang-orang yang telah menjadi Kristen).

  • St. Klemens dari Aleksandria (150-215)

“Dengan cara ini, ia [seorang Kristen sejati] selalu murni dalam doa. Ia juga berdoa dalam kumpulan para malaikat, sebagai seorang berada di tingkatan malaikat, dan ia tak pernah beranjak dari perlindungan mereka; dan meskipun ia berdoa sendirian, ia telah berada di dalam paduan suara para kudus yang berdiri dengannya [dalam doa]” (St. Clement of Alexandria, The Stromata (Book VII), Miscellanies 7:12 [A.D. 208]).

  • Origen  (185-254)

“Tetapi bukan Sang Imam Agung [Kristus] sendiri yang berdoa untuk mereka yang berdoa dengan tulus, tetapi juga para malaikat … demikian juga jiwa-jiwa para orang kudus yang telah meninggal dunia” (Origen, De Principiis (Book IV), Prayer 11 [A.D. 233]).

  • St. Siprianus dari Karthago (200-270)

“Mari kita mengingat satu sama lain dalam harmoni dan kesatuan suara. Mari kita, di kedua belah pihak [yang terpisah kematian] selalu berdoa bagi satu sama lain. Mari mengangkat beban-beban dan kesedihan dengan dengan saling mengasihi, sehingga jika salah seorang dari kita, dengan pergerakan perlindungan ilahi, telah pergi terlebih dahulu [wafat], kasih kita dapat terus berlanjut dalam hadirat Tuhan, dan doa-doa kita bagi saudara-saudari kita tidak berhenti dalam hadirat belas kasihan Allah Bapa” (St. Cyprian of Carthage, Epistle 7, Letters 56[60]:5 [A.D. 253]).

  • St. Efraim dari Syria (306-373)

“Kalian, para martir yang berjaya, yang bertahan dalam penganiayaan dengan suka cita demi Tuhan dan Sang Penyelamat, kalian yang mempunyai keberanian berbicara di hadapan Tuhan sendiri, kalian para orang kudus, berdoa syafaat-lah untuk kami, orang-orang yang lemah dan berdosa, sehingga rahmat Kristus dapat turun atas kami dan menerangi hati kami semua, sehingga kami dapat mengasihi Dia.” (St. Ephraim the Syrian, Commentary on Mark, The Nisibene Hymns, [A.D. 370]).

  • St. Basilius Agung (329-379)

“Atas perintah Putera Tunggal-Mu, kami berkomunikasi dengan kenangan para orang kudus-Mu …. oleh doa-doa dan permohonan mereka, berbelas kasihanlah kepada kami semua, dan bebaskanlah kami demi nama-Mu yang kudus.” (St. Basil the Great, Letter 243,  Liturgy of St. Basil, [A.D. 373]).

  • St. Gregorius dari Nisa (325-386)

“[Efraim], engkau yang berdiri di hadapan altar ilahi [di Surga] … ingatlah kami semua, mohonkanlah bagi kami pengampunan dosa-dosa, dan penggenapan janji Kerajaan kekal” (St. Gregory of Nyssa, On the Baptism of Christ,  Sermon on Ephraim the Syrian [A.D. 380]).

  • St. Gregorius dari Nazianza (325-389)

“Ya, saya diyakinkan bahwa doa syafaat [ayah saya] sekarang lebih berguna daripada pengajarannya di hari-hari terdahulu, sebab kini ia lebih dekat kepada Tuhan, bahwa ia telah menanggalkan keterbatasan tubuhnya, dan membebaskan pikirannya dari tanah liat yang dulu mengaburkannya, dan kini mengadakan pembicaraan yang terus terang dengan Sang Pikiran yang utama dan murni, yang telah diangkat… ke tingkatan dan keyakinan seorang malaikat” (St. Gregory Nazianzen, Oration 18:4)

“Semoga engkau [Siprianus], dari atas memandang ke bawah dengan belas kasih kepada kami, dan membimbing perkataan dan hidup kami; dan menggembalakan kawanan yang kudus ini …. menyenangkan Allah Trinitas yang kudus, yang di hadapan-Nya engkau berdiri.” (St. Gregory Nazianzen, Oration 17, 24)

  • St. Yohanes Krisostomus (347-407 AD)

“Ketika kamu merasa bahwa Tuhan menyesahmu, jangan berlari kepada musuh-musuh-Nya …. tetapi kepada sahabat-sahabat-Nya, para martir, para orang kudus, dan mereka yang menyenangkan hati-Nya dan yang mempunyai kuasa yang besar [di dalam Tuhan].” (St. John Chrysostom, Orations 8:6, Homily 8 on Romans [A.D. 396])

“Ia yang mengenakan pakaian ungu [yaitu, seorang bangsawan] …. berdiri mengemis kepada para orang kudus untuk menjadi pelindungnya di hadapan Tuhan, dan ia yang memakai mahkota mengemis kepada sang pembuat tenda [Rasul Paulus] dan sang nelayan [Rasul Petrus] sebagai pelindungnya, meskipun mereka telah wafat.” (St. John Chrysostom, Homilies 26 on Second Corinthians  [A.D. 392]).

  • St. Hieronimus, (347-420)

“Engkau mengatakan di alam bukumu bahwa ketika kita hidup kita dapat saling mendoakan, tetapi setelahnya ketika kita telah mati, tak ada doa seorangpun yang dapat didengar …. Tetapi jika para Rasul dan martir ketika masih tinggal di dalam tubuh dapat mendoakan orang lain, pada saat di mana mereka masih dapat memikirkan diri mereka sendiri, berapa lebih banyak-kah yang dapat mereka lakukan setelah mereka menerima mahkota, kemenangan dan kejayaan?” (St. Jerome, Against Vigilantius 6 [A.D. 406]).

  • St. Agustinus dari Hippo (354-430)

“Sebuah bangsa Kristen merayakan bersama dalam perayaan religius, kenangan para martir, baik untuk menekankan teladan mereka agar diikuti, maupun agar bangsa itu dapat mengambil bagian dalam jasa-jasa mereka dan dibantu oleh doa-doa mereka.” (St. Augustine of Hippo,  The City of God (Book VIII), Against Faustus the Manichean [A.D. 400]).)

“Juga, jiwa-jiwa orang beriman yang telah wafat tidak terpisah dari Gereja, yang bahkan sekarang adalah Kerajaan Kristus. Jika tidak demikian, tidak akan ada kenangan akan mereka di altar Tuhan dalam komunikasi Tubuh Kristus.” (St. Augustine of Hippo, The City of God (Book XX), 9:2 [A.D. 419]).

“Di altar Tuhan kita tidak mengenang para martir dengan cara yang sama dengan yang kita lakukan terhadap mereka yang telah meninggal untuk mendoakan mereka, melainkan agar mereka [para martir itu] mendoakan kita sehingga kita dapat mengikuti jejak kaki mereka.” (St. Augustine of Hippo, Tractate/ Homilies on John, 84 (John 15:13) [A.D. 416]).

Dari beberapa tulisan dari jemaat awal, yang nota bene adalah Kristen, maka kita melihat bahwa mereka percaya bahwa para kudus, walaupun telah meninggal dunia, namun mereka masih hidup dan membentuk persatuan para kudus di Sorga. Kalau kita percaya bahwa Kristus menjadi Pengantara kita dan terus mendoakan kita, maka akan sulit dibayangkan bahwa orang-orang kudus di Sorga hanya berpangku tangan dan tidak melakukan apapun. Kalau di Sorga, kasih mereka menjadi sempurna, apakah melihat Kristus terus bekerja dan kemudian para kudus hanya menikmati kebahagiaan sorgawi merupakan manifestasi dari kasih yang sempurna? Sampai kedatangan Kristus yang kedua, para kudus di Sorga akan terus berdoa bagi umat Allah di dunia dan di Api Penyucian.

3) Efaproditus mengatakan “Yesus kristus sudah cukup. orang kristen tdk perlu minta bantuan kepada org2 kudus yang lama meninggal. tidak ada hub org hidup dan mati. oleh sebab itu semasih didunia Yesus mengutus RohNya yaitu Roh kudus untuk menolong manusia.

a) Inilah yang menjadi perbedaan antara apa yang dipercaya oleh Gereja Katolik dengan gereja non-Katolik. Gereja Katolik percaya bahwa mereka yang telah meninggal dunia, tetap hidup, karena mereka tetap hidup di dalam Kristus. Surat kepada jemaat di Roma menegaskan ““38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Rm 8:38-39)

b) Bukankah ayat di atas mengatakan bahwa maut maupun hidup tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah? Oleh karena itu, Gereja Katolik percaya bahwa ikatan kasih ini – para kudus di Sorga dan manusia di bumi dan di Api Penyucian – adalah kekal, karena diikat oleh kasih Kristus.

4) Efaproditus mengatakan “Gereja harus menulis kembali doktrin2 yang sebenarnya hanya tradisi dan pengalaman. pengalaman tidak bisa dijadikan doktrin atau ajaran. setiap orang mengalami dengan berbeda.

a) Semoga uraian di atas dapat membuktikan bahwa pengajaran tentang persatuan para kudus bukanlah pengajaran manusia semata, namun berakar pada Alkitab dan Tradisi Suci. Mungkin sudah saatnya kita bersama-sama meneliti satu persatu doktrin yang kekristenan yang kita kenal, misalkan mulai dari “persatuan para kudus“. Bagaimana kita tahu bahwa suatu doktrin berasal dari manusia? Kalau tidak ada perkembangan doktrin (development of doctrine) dari jemaat awal sampai saat ini atau dari yang ada menjadi tidak ada atau sebaliknya, maka kita perlu mempertanyakan doktrin tersebut. Kalau kita melihat bahwa jemaat awal percaya akan hal ini, seperti yang saya paparkan di atas – dengan tulisan para Bapa Gereja – dan kemudian tiba-tiba mulai abad 16, kita tidak mempercayainya lagi, maka ini berarti tidak ada perkembangan doktrin. Perkembangan doktrin bukanlah dari sesuatu yang tidak ada menjadi tiba-tiba ada, atau sesuatu yang ada menjadi tiba-tiba tidak ada, namun sesuatu yang berkembang terus menerus, diperjelas dan diapplikasikan secara lebih mendalam, seperti perkembangan pohon dari kecil menjadi besar.

b) Oleh karena itu, pernyataan bahwa Gereja harus menuliskan kembali doktrin-doktrin yang sebenarnya hanya tradisi dan pengalaman adalah tidak tepat. Pertama, kalau menuliskan kembali adalah untuk memperjelas suatu doktrin, maka itu dapat dibenarkan, karena ini adalah seperti perumpamaan pohon yang kecil menjadi pohon yang besar. Namun kalau “menuliskan kembali” adalah menghilangkan dari yang tadinya ada atau menambahkan dari yang tadinya tidak ada, maka ini adalah sesuatu yang salah. Bayangkan kalau “menuliskan kembali” dalam pengertian yang ke dua ini berlangsung terus-menerus, maka setiap generasi akan dengan bebas menghapuskan atau menambahkan doktrin, walaupun semua generasi menyatakan bahwa semuanya bersumber pada Kitab Suci. Kalau hal ini terus-menerus terjadi, maka pada akhirnya tidak ada lagi yang tahu secara persis perkembangan dari suatu doktrin.

c) Gereja Katolik tidak pernah menuliskan doktrin atau pengajaran berdasarkan pengalaman. Kalau penulisan suatu doktrin berdasarkan pengalaman, maka akan berubah dari generasi ke generasi, karena pengalaman setiap generasi berubah. Mungkin Efaproditus dapat memberikan contoh, doktrin mana dari Gereja Katolik yang berdasarkan pengalaman?

5) Akhirnya Efaproditus mengatakan “Yesus adalah satu2nya Tuhan, imam, nabi, sahabat kita. Ialah yang menjadi juru safaat kita baca di Yoh 17. sekian, slm kenal Tuhan Yesus memberkati.

a) Tentu saja saya setuju dengan pernyataan di atas. Yang membuat perbedaan kita adalah satu-satunya pengantara tidak berarti melarang umat beriman untuk turut serta berpartisipasi dalam karya Kristus. Kita melihat bahwa walaupun Yesus pengantara kita, kita juga masih meminta tolong teman-teman kita, penatua jemaat, pendeta, pastor, untuk mendoakan kita kalau kita mempunyai masalah. Atau contoh yang lain, walaupun Efaproditus mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya imam, nabi, dan sahabat kita, namun rasul Petrus mengatakan “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri..” (1 Pet 2:9).

Semoga penjelasan ini dapat membantu untuk menghilangkan kesalahpahaman dari Efaproditus akan pengajaran dari Gereja Katolik tentang persekutuan para kudus.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org

4.5 6 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
68 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Lilik Sudjiarto
Lilik Sudjiarto
12 years ago

Saya yakin, andaikan diberi waktu sampai kita mati-pun perdebatan tidak akan selesai – pondasi yang mendasar saja sudah jelas berbeda.Oleh karena itu saya minta tolong kepada saudaraku umat beriman (Katolik) menahan diri untuk tidak perlu masuk dalam perdebatan dengan pihak luar Katolik tetapi cukup menjaga penganut Gereja Katolik dijaga agar tidak lepas. Sekedar ajakan saya untuk sedikit mengingat tentang pondasi yang mendasar Gereja Katolik : A. Pengertian tentang gereja yang kita lihat sebagai tempat berhimpun ( …… Kudirikan …dst), umat sebagai bagian dari tubuh Kristus dan atau gereja-gereja kecil, serta Imam yang sudah jelas sebagai gembala dan juga pengantar rahmat… Read more »

Hardinan Sinaga
Hardinan Sinaga
13 years ago

Memang betul kita harus menghormati Bunda Maria sebagai Bunda Tuhan Kita Yesus Kristus.
yang menjadi pertanyaan saya adalah: Kalau kita berdoa Kepada Bapa atau Tuhan Yesus Kristus dan meminta pertolongan Bunda Maria menyampaikan doa kita atau mendoakan kita, apakah Bunda Maria mendengarkan doa kita? atau apakah orang-orang kudus yang sudah Di Sorga bisa mendengarkan doa-doa manusia yang masih hidup di dunia ini? sehingga Mereka (orang-orang kudus) dapat mendoakan kita kepada Yesus Kristus?


[dari katolisitas: silakan melihat diskusi ini – silakan klik. Silakan juga melihat Wahyu 5:8; Why 8:3-4]

Yosef
Yosef
Reply to  Hardinan Sinaga
12 years ago

“Jika Santo Paulus mendesak kita untuk berdoa pada satu sama lain, dan kita dengan gembira berpikir adalah tepat untuk meminta setiap orang yang malang untuk mendoakan kita, haruskah kita berpikir hal ini jahat untuk meminta kepada Orang Kudus di Surga untuk melakukan hal yang sama?”

St. Thomas More

Dodi
Dodi
13 years ago

Shalom katolisitas.. saya mau bertanya dan sedikit saran. Apa ada dasar yang lebih tepat secara alkitabiah bahwa Santo bisa menjadi pelindung?? Saya mencari di alkitab, tak ada satu ayat pun yg menguatkan bawha santo bisa melindung kita yang masih di bumi. Jika menggunakan ayat yang mengtakan bahwa orang Kudus adalah sekawan Allah, maka menurut saya itu memang demikian, dan bukan dalam hal melindungi. Maksudnya, tak mungkin semua pekerjaan Tuhan diikuti oleh orang Kudus. Orang kudus yang sudah di surga, bagaimana bisa melindungi?? Bukankah mereka hanya bisa mendoakan?? Itu pun jika benar, bahwa orang di surga masih berdoa. Trims sebelumnya. Dari… Read more »

Alexander Pontoh
Alexander Pontoh
14 years ago

saya tengah malam iseng-iseng membaca Alkitab, saya pilih acak, pilihan jatuh pada 1 Tesalonika. saya baca-baca santai saja sambil mencoba mengira-ngira hal apa yang ingin disampaikan oleh Paulus di surat ini, dan mengira-ngira hal apa yang terjadi dan sedang didiskusikan. kemudian saya sampai di ayat 1 Tesalonika 3:13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya langsung saja saya berkata dalam hati “nah…. ini dia… Alkitab mengatakan secara eksplisit bahwa jemaat perdana mempercayai persekutuan para kudus” saya kemudian search di website ini tentang… Read more »

Maria Angela Selly G
Maria Angela Selly G
14 years ago

Salam kasih kepada pengurus web yang oleh kuasa karunia roh kudus, boleh terus membangun dalam web ini. Bila isi dari web ini hanyalah sebuah “saling tumpang tindih dengan pembenaran yang dipaksakan”, maka umur web ini tidak akan lama. Tapi saya percaya yang terjadi adalah web ini terus menambahkan wawasan bagi yang “haus”. Oh, ya Bu Inggrid, aku agak sulit menemukan link yg Tradisi Katolik, dulu sempat membacanya sekilas dan masih belum paham. Bolehkah Ibu menerangkan contoh-contoh Tradisi Katolik? Sekiranya bantuan Ibu dapat menambahkan pengetahuan saya. Terima kasih, semoga terus semerbak karyanya. [Dari Katolisitas: Tentang Tradisi Suci sudah ditanggapi di sini,… Read more »

Herry Kristianto
Herry Kristianto
14 years ago

Pengasuh rubrik ysh,
Hal Para Kudus, saya ingin menanyakan apakah Imam Zakaria / Zakarias (suami Elisabet) sudah dinobatkan menjadi Santo? Pertanyaan ini kami sampaikan sehubungan Pelindung Lingkungan kami Zakarias, di depannya diberi St. (Santo) atau tidak.
Demikian pertanyaan kami, terimakasih atas penjelasannya.

Herry Kristianto
Herry Kristianto
Reply to  Stefanus Tay
14 years ago

Bpk/Sdr/Pastor Stefanus ysh,
Terimakasih atas pencerahannya hal St. Zakaria, bahkan berikut pembaharuan tanggal pesta/ peringatannya.

Aditya
Aditya
14 years ago

Shalom Pak Stefanus Tay & Bu Ingrid Listiati

Saya ingin bertanya mengenai para kudus

1. Apakah semua orang bisa menjadi orang kudus? Apakah hanya dari kalangan biarawan atau biarawati saja yang dapat menjadi orang kudus sedangkan dari kalangan awam tidak bisa? Adakah orang kudus yang berasal dari kalangan awam?

2. Apabila ada saudara kita yang meninggal dan sebelumnya telah menerima Sakramen Perminyakan, pengampunan dan menerima hosti suci sesaat sebelum meninggal, apakah kita dapat meyakini kalau saudara kita tersebut setelah melalui api penyucian adalah orang kudus? Dan bolehkah kita berdoa melalui perantaraan mereka?

Terimakasih sebelumnya atas jawabannya.
Tuhan memberkati.

Ingrid Listiati
Reply to  Aditya
14 years ago

Shalom Aditya, 1. Ya, semua orang dipanggil oleh Tuhan untuk hidup kudus; dan jika mengandalkan rahmat Tuhan, dapat menjadi orang kudus. Panggilan untuk hidup kudus kepada semua orang diserukan oleh Konsili Vatikan II dalam Lumen Gentium, bab ke V. Tentang kekudusan silakan membaca lebih lanjut di sini: Apa itu Kekudusan?Semua Orang Dipanggil Untuk Hidup KudusKerendahan Hati Jalan dan Dasar Menuju KekudusanRefleksi Praktis tentang Kekudusan Jadi menjadi orang kudus bukan hanya bagian atau tugas para biawaran dan biarawati. Sepanjang sejarah Gereja, dicatat banyak orang kudus (Santa/o) awam. Untuk membaca mengenai hal ini, silakan klik di link ini. 2. Tentang bolehkah kita… Read more »

marpaung jonggara
marpaung jonggara
14 years ago

Maaf kalau kualitas keimanan saya sangat rendah, dan ayat2 Alkitab hanya tahu sepotong sepotong, yang ingin saya katakan atau tanyakan : 1. Kalau orang percaya langsung ke sorga, untuk apa dikatakan dalam syahadat, bahwa Yesus akan datang mengadili orang yg hidup dan mati, dan Yesus pergi menyediakan tempat karena di tempat Bapaku banyak tempat. Kenapa tidak dikatakan, ‘Aku menunggu kamu di sorga’, kalau memang orang percaya tadi langsung ke sorga. 2. Kalau orang percaya langsung ke sorga, apakah hanya orang yang tidak percaya yang akan diadili, lalu untuk apa diadili lagi kalau jelas2 tidak layak ke sorga. 3. Saya ingat… Read more »

yanto
yanto
14 years ago

Kan memang dari awal, inilah yg ditolak oleh Martin Lurther. Mulai dari Imam selibat, devosi Maria, devosi para kudus, indulgensi, dll inilah yg ditentang oleh Lurther. Menurut saya, sbenarnya perbedaan pendapat ini sah-sah saja, malah justru memperkuat iman kristiani kita, karena pasti akan ada tanya jwb, sehingga kita makin tau kebenaran akan kristus itu sendiri. Hanya saja yg saya sayangkan, dgn perbedaan ini mengapa Lurther malah keluar dari Gereja dan membangun gereja baru di luar hierarki paus. Ini sungguh sangat tidak alkitabiah. Kalau yg dilakukan Lurther ini adalah sebuah kebenaran, mengapa gereja Lurtheran diberontak lagi, pemberontaknya itu diberontak lagi, lagi,… Read more »

prast
prast
14 years ago

Salam damai dalam Kristus, Banyak orang yang merasa mengerti Kitab Suci karena sering membacanya, namun diantara mereka banyak perbedaan pemahaman, bahkan pertentangan, padahal sumbernya sama. Tentu ada yang salah dalam meniti pokok pikiran dalam Alkitab, bukan Alkitabnya yang salah. Kuncinya ada pada Filsafat. Ilmu ini melatih orang untuk berpikir logis dengan cara yang terstruktur dan mapan, sehingga argumentasi dengan pola pikir simpang siur dapat dihindari. Saya melihat alur pikiran dalam semua argumentasi sdr. Stef dan Ingrid mengikuti garis logika yang sangat mapan, sama mapannya dengan pola pikir yang selama ini selalu digunakan Gereja Katolik. Belajar Teologi memang baik, tetapi tanpa… Read more »

kirmadi
kirmadi
14 years ago

Shallom semuanya…Dalam perumpamaan yg dipakai Tuhan Yesus tentang lazarus dan orang kaya, disitu terlihat jelas bahwa sudah tidak ada komunikasi antara arwah (orang yg telah meninggalkan dunia ini) dgn orang2 yg masih ada didunia. dan menurut sy kalau minta supaya bunda Maria turut mendoakan kita/ kerabat kita yg telah tiada supaya segera keluar dari api penyucian… itu namanya sudah berpaling pada arwah melanggar perintah Tuhan dlm Imamat 19:31 dan membuka celah hadirnya kuasa gelap

leksius
leksius
15 years ago

Damai Kristus beserta kita.
saya mau tanya mengenai penghormatan kita kepada Bunda Maria, ada seorang gembala gereja pernah mengatakan bahwa tidak perlu berdoa kepada Bunda Maria dan para Kudus lainya karena itu merupakan persinahan rohani. 2 . Mengenai Maria diangkat ke surga menurutnya tidak ada dasar alkitab, dan mengatakan makamya ada di pulau patmos apa benar?. Tolong bantuan jawabannya

Agung
Agung
15 years ago

Shalom… IMHO, setelah melewatkan hidupnya yang terbungkus daging di dunia ini, jiwa manusia akan melewatkan kekekalan entah di surga atau neraka dengan “telanjang jiwa”. Karena badannya yang selama ini membungkus jiwanya akan ditinggalkan di dunia ini. Jiwa itu sendiri tetap hidup. Menurut saya, pandangan seperti “tdk perlu minta bantuan kepada org2 kudus yang lama meninggal” adalah benar kalau kita minta tolong didoakan oleh badan2/jenazah2 para kudus yang ditinggalkan di dunia (karena badan itu sudah “kosong”). Tapi, kami berdoa, mohon bantuan doa, perantaraan doa kepada jiwa2 kekal para kudus dan jiwa2 lain yang telah lebih dulu dipanggil Tuhan. Jiwa2 yang hidup… Read more »

Isa inigo
Isa inigo
15 years ago

Sdr Oka Savtama, duluan mana: Gereja atau Alkitab kita ini? Apakah mungkin Alkitab ada jika tak ada Gereja? [edit] Seharusnya kaum protestan dapat menelaah kebenaran Alkitab dalam konteksnya yaitu Gereja. Semoga Roh Kudus menggerakkan Anda semua kaum protestan ke dalam kebenaran utuh sebagaimana Gereja Katolik telah menghayati kebenaran itu selama ini sejak paus St Petrus sampai paus yang sekarang dan selamanya…
Salam: Isa Inigo

Adri Amanupunnjo
Adri Amanupunnjo
15 years ago

salam kasih Maka perbedaan yang mendasar antara Gereja Katolik dan gereja Protestan memang adalah dalam hal pengantaraan (mediation). Keduanya memegang bahwa Kristus adalah pengantara yang esa dan satu-satunya (1 Tim 2:5) namun Gereja Katolik tidak memandang pengantaraan Yesus sebagai sesuatu yang eksklusif, melainkan yang inklusif/ melibatkan juga pengantaraan Maria, para kudus dan bahkan semua umat beriman dengan derajat yang berbeda-beda. (Bukankah kita semua juga dapat dipakai untuk menjadi alat perantaraan sesama untuk datang kepada Yesus?) Perantaraan mereka (para kudus) itu bukan ’saingan’ pengantaraan Yesus, melainkan mendukung ‘pengantaraan Yesus’ yang esa dan satu-satunya itu TRINITAS BAPA, PUTRA ( YESUS), ROH KUDUS… Read more »

Riswan Adrian
Riswan Adrian
Reply to  Stefanus Tay
15 years ago

salam kasih
Wahh sudah begitu lama menunggu jawaban saya pikir saya sudah di black list,dengan senang hati dan saya berjanji dalam memberikan jawaban ini bukan dengan emosi tapi dengan kasih tidak seperti saya pertama kali mengikuti webb ini, beri saya waktu saya tanya Tuhan dulu terserah jawaban apa yang seharusnya saya beri.GB

veri
veri
15 years ago

Kak, ini pendapat dari saudara beda Gereja.. terima kasih.. Purgatory – Menurut Katolik, siapa yang mati dalam damai dengan Gereja tetapi tidak sempurna akan disempurnakan dalam purgatory  Pertanyaannya: siapakah orang yang sempurna, tanpa retakan yang bisa masuk ke sorga? Orang suci dan para martir? Bukankah mereka juga berdosa? perbuatan baik tidak cukup untuk menghapuskan hutang dosa kita. Ini berlaku juga bagi orang suci. – Di mana ayat Alkitab yang membicarakan purgatory?  Lebih banyak orang di purgatory kenapa Alkitab tidak pernah bicarakan purgatory dan hanya katolik yang membicarakannya tanpa dasar Alkitab? – Hukuman purgatory bisa lepas dengan perbuatan baik,… Read more »

endro wibowo
endro wibowo
15 years ago

kalo minta didoakan oleh pak pendeta atau sodara2 kita boleh? kalo boleh, kenapa doa kepada orang2 kudus ga boleh? orang2 kudus sudah dibenarkan Allah dan sudah disorga. tentu lebih mantab kan? tentang orang2 kudus sya sering baca di kitab wahyu.

Anton
Anton
16 years ago

Shalom ! Terima kasih untuk tanggapannya. Pernyataan Bu Ingrid : (Semua ayat yang anda tuliskan sungguh juga merupakan pegangan bagi umat Katolik. Memang sungguh Tuhan Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup yang menghantar kita kepada Bapa (Yoh 14:6), dan bahwa Pengantaraan Yesus adalah Pengantaraan yang esa (1 Tim 2:5). ) Pernyataan Pak Stef : (Terima kasih atas tanggapannya bahwa kita seharusnya mengaku dosa kepada Yesus secara langsung. Umat Katolik bukannya dilarang untuk mengaku dosa secara langsung kepada Yesus. Bahkan pada waktu kita berdosa, maka seharusnya umat Katolik harus berdoa dan memohon ampun kepada Yesus.) Anton : Marilah kita semua umat… Read more »

anton
anton
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Shalom !

Terima kasih untuk tanggapannya.

Supaya kita mempunyai persepsi yang sama, dan tidak terjadi salah interpretasi antara pertanyaan dan jawaban, ada baiknya saya ingin fokuskan pertanyaan sehubungan dengan apa yang kita sharing-kan :

1. Kepada siapakah kita harus berdoa ?

2. Bolehkah doa kita ditujukan kepada yang lain selain kepada Allah Bapa melalui Nama Yesus ?

3. Adakah Yesus memerintahkan kita untuk datang kepadaNya harus melalui perantara ?

Mohon jawabannya disertai bukti-bukti Kitab Suci.

Terima kasih.

God bless.

Ingrid Listiati
Reply to  anton
16 years ago

Shalom Anton, 1. Kepada siapakah kita harus berdoa? Tentu kita berdoa kepada Allah. Ini kita lihat paling jelas dalam doa Bapa Kami, yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri kepada para murid-Nya. Ini pula yang diajarkan oleh Gereja Katolik. 2. Bolehkah doa kita ditujukan kepada yang lain selain kepada Allah Bapa melalui Nama Yesus? Doa kita memang ditujukan untuk Allah, dan permohonan kita ditujukan hanya kepada Allah Bapa, namun kita dapat memohon para kudus untuk mendoakan kita. Dasarnya adalah pengajaran akan persekutuan orang kudus. Secara sekilas dasar-dasar Alkitab-nya pernah dituliskan di sini, silakan klik; dan penjelasan tentang pengertian persekutuan orang kudus… Read more »

anton
anton
Reply to  Ingrid Listiati
16 years ago

Shalom bu Ingrid .

Bu Ingrid dapatkah saya menyimpulkan jawaban Ibu seperti berikut :

1. Doa/permohonan orang beriman Harus ditujukan kepada Allah Bapa.

2. Doa TIDAK BOLEH ditujukan kepada yang lain termasuk para kudus.

3. Saling mendoakan antara orang percaya itu benar kalau doanya tetap ditujukan kepada Allah Bapa.

Mohon dikoreksi bu.

Terima kasih

God bless

anton
anton
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Shalom ! Pak Stef : Agar saya tidak salah paham tentang alur diskusi ini, maka saya mohon agar Anton memberikan statement apakah Anton setuju atau tidak dengan ajaran Katolik yang memperbolehkan umat Katolik untuk berdoa meminta bantuan para kudus. Dan kemudian, silakan memberikan alasan mengapa tidak setuju atau setuju? Dan apakah ada perbedaan antara meminta bantuan doa dari teman dan meminta bantuan doa dari para kudus di Sorga? Kalau berbeda dan meminta doa para kudus di Sorga tidak diperbolehkan, apakah alasannya? Anton : Saya tetap tidak setuju apabila kita berdoa meminta bantuan para kudus (yang sudah mati), orang mati tidak… Read more »

esther
esther
Reply to  Stefanus Tay
15 years ago

pak Stef, saya sudah baca artikel ini sesuai dengan saran bapak beberapa waktu yang lalu waktu bapak merespon saya pada dialog topik lainnya. Tetap saja sulit bagi saya untuk mengerti/menerima. saya sih tidak punya kemampuan menulis atau berargumentasi dengan baik, jadi anggap saja itu benar bagi Katolik. Tetapi bagi saya sendiri, saya lebih merasa PASTI dan aman langsung kepada Allah Bapa melalui Kristus Yesus Tuhan dan juruselamat dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah Tritinggal yang maha kudus. Sesuatu yang PASTI, bukan spekulasi pikiran manusia. saya tidak mengerti dunia alam di sana bagaimana, apakah para kudus yang sudah tinggal di dalam… Read more »

esther
esther
Reply to  Stefanus Tay
15 years ago

Pak Stef, terima kasih untuk jawabannya. Saya senang belajar dari sudut pandang berbeda sehingga itu memperkaya sekalipun tetap berbeda pandangan. Membuat pertanyaan nggak gampang lho pak, mungkin lebih sulit membuat pertanyaan dibandingkan seorang apologet berusaha menemukan the question behind the question. Buat saya sih, saya merasa LEBIH aman berdoa kepada Allah yang pasti tidak salah. Kalau di website ini dikatakan kita TIDAK berdoa KEPADA Maria, para kudus, malaikat (creature)…… tetapi kita berdoa BERSAMA mereka…… Buku Scott hahn bilang dia berdoa KEPADA st. Gerardus (Hal 170). walaupun doa itu Tuhan juga yang mengabulkan, bukan santo/santa yang mengabulkan doa, keputusan tetap di… Read more »

Machmud
Machmud
16 years ago

Salam damai sejahtera

Dear Stef

Anda menulis :
Kita melihat bahwa walaupun Yesus pengantara kita, kita juga masih meminta tolong teman-teman kita, penatua jemaat, pendeta, pastor, untuk mendoakan kita kalau kita mempunyai masalah.

Anda benar, memang kita minta tolong kepada MEREKA YANG MASIH HIDUP untuk mendoakan kalau kita mempunyai masalah ,tapi BUKAN KEPADA YANG SUDAH MENINGGAL, itu yang diminta oleh Yesus buat umatNya.

Bagaimana menurut anda

Terima kasih
Mac

Machmud
Machmud
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Salam damai sejahtera Dear Stef Rm 8:38-39 ayat2 ini memang benar ,kasih Kristus tidak dapat dipisahkan walaupun oleh maut sekalipun dan 1 Yoh 2:17 kematian adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya ,semua orang percaya tentang ini. Tapi tentang orang mati (walaupun sesungguhnya hidup,namun dalam dimensi yang berbeda) bisa mendoakan yang masih hidup , itu yang masih banyak orang yang tidak tahu . Terus terang saya tidak tahu dan tidak percaya, sebab Alkitab tidak menulis tentang hal itu. Bahkan Allah sendiri melarang kita berhubungan dengan arwah. Kalau berhubungan saja tidak boleh bagaimana kita harus minta bantuan doa kepada mereka. Jika kita… Read more »

Machmud
Machmud
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Salam damai sejahtera

Terima kasih Stef atas segala uraiannya yang cukup jelas.

Saya akan mencoba untuk merenungkan lagi hal yang Stef sudah sampaikan, mudah2an Rohkudus juga akan menuntun saya untuk lebih mengerti lagi tentang pelajaran ini.

Tuhan memberkati
Mac

Machmud
Machmud
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Salam damai sejahtera Dear Stef Jawaban yang Stef berikan buat saya cukup jelas, tapi masih ada 2 hal yang mengganggu pikiran saya. Saya berharap Stef masih mau memberikan pencerahan atas pemikiran saya berikut ini. Stef menutulis : Kalau orang kaya yang berada di NERAKA saja begitu memperhatikan keadaan orang tua dan saudaranya, apakah para kudus yang berada di SORGA tidak memperhatikan keadaan orang tuanya, saudaranya, maupun saudara satu iman? PERTAMA : Memang orang-orang yang di NERAKA , masih mempunyai ingatan tentang sanak keluarganya yang masih hidup didunia , ini merupakan siksaan bathin yang tersendiri bagi mereka. Namun bagi orang-orang yang… Read more »

Machmud
Machmud
Reply to  Stefanus Tay
16 years ago

Salam damai sejahtera Dear Stef Sebelum melanjutkan diskusi ini, saya mohon maaf pada anda tentang jawaban2 saya yang sama sekali bertentangan dengan pemahaman anda. Seperti Stef ketahui saya ini sebenarnya tidak tahu apa-apa , tetapi karena saya punya kerinduan yang besar atas segala kebenaran Allah akibat bergaul dengan para tetangga, maka saya mencoba untuk menulis dari apa yang sudah saya ketahui dan pahami. Saya tidak pernah sekolah Alkitab ataupun sekolah yang lain, saya dapatkan sedikit pengetahuan ini dari mempelajari Alkitab secara otodidak, jadi saya tahu pasti pendapat saya banyak yang salah. Saya harapkan Stef dan Ingrid bisa memaklumi keadaan saya… Read more »

johanes
johanes
Reply to  Machmud
16 years ago

sangat jelas sekarang protestan menganut paham “sola scriptura” yang runtuh diatas perkataan alkitab sendiri. Sdr, Machmud berdasarkan apa yang tertulis secara tekstual(sola scriptura), tanpa bisa melihat arti dan maksud nya lebih dalam…..Contoh yang paling aneh adalah sdr Machmud menulis: tugas malaikat hanya menjaga dan melindungi….Akibatnya ayat ayat yang lain pun dalam alkitab saling bertentangan dan berguguran karena dimengerti secara tekstual…Sementara alkitab tidak pernah mengajarkan salah…….Mari penganut2 sola scriptura….kembalilah kepada kebenaran yang Alkitab katakan……

Heribertus Sidabutar
Heribertus Sidabutar
Reply to  Stefanus Tay
13 years ago

Shalom Pak Stef, Saya kutip sedikit penjelasan dari Pak Stef, Sebagai contoh: seorang ibu rumah tangga, yang mungkin merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah tidak berarti karena merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah hal-hal yang sepele, dapat meminta bantuan St. Teresa dari Avila (St. Teresa kanak-kanak Yesus). St. Teresa telah membuktikan bahwa selama hidupnya, dia mengerjakan hal-hal kecil, namun dengan kasih yang besar. Kalau seseorang berjuang dalam pelajaran, maka dia dapat meminta doa kepada St. Thomas Aquinas. Kalau seorang pastor di paroki, yang bertugas untuk melayani umat, maka dia dapat meminta doa kepada St. John Vianney. Yang ingin saya tanyakan,… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  Heribertus Sidabutar
13 years ago

Shalom Heribertus, Sebenarnya secara umum, kita dapat memohon dukungan doa dari setiap Santa/ Santo pada saat kita menghadapi pergumulan, sebab semua Santa/o juga pada dasarnya melewati masa pergumulan itu di dalam hidup mereka. Namun khusus jika masalahnya itu sangat pelik dan nampak sepertinya tidak ada harapan, umumnya orang meminta dukungan doa kepada St. Yudas Tadeus, sekilas kisahnya, silakan klik di sini. Terus terang, saya tidak mengetahui, ada berapa persisnya jumlah Santa/o yang sudah diakui oleh Gereja Katolik. Jika Anda tertarik membaca kisah Santa/o, silakan Anda membaca di link Yesaya, silakan klik di sini, di sana ada banyak Santa/o yang ditulis… Read more »

Heribertus Sidabutar
Heribertus Sidabutar
Reply to  Ingrid Listiati
13 years ago

Terima kasih bu Ingrid.
Shalom

efaproditus
16 years ago

Memang agak susah untuk dimengerti…, tapi bagi saya gereja harus kembali kpada dasar2 alkitab dan bukan tradisi2 yang dibuat oleh manusia. sering gereja berlebihan memperlakukan orang2 kudus, memnganggap mereka seperti “dewa”, hal ini dipengaruhi oleh tradisi masyarakat roma seblm kristen yaitu pengkultusan individu. Yesus kristus sudah cukup. orang kristen tdk perlu minta bantuan kepada org2 kudus yang lama meni nggal. tidak ada hub org hidup dan mati. oleh sebab itu semasih didunia Yesus mengutus RohNya yaitu Roh kudus untuk menolong manusia. Gereja harus menulis kembali doktrin2 yang sebenarnya hanya tradisi dan pengalaman. pengalaman tidak bisa dijadikan doktrin atau ajaran. setiap… Read more »

nasius logan
nasius logan
Reply to  efaproditus
16 years ago

itulh perbedaan pandngn yg ga akn terselesaikan sampai akhir jmn sebagaimna misteri ilahi ga akn munkng terpchkn sampai “hr itu tiba”. klo qt mo berpegang kpada alkitab, mari kita kembali kpada agama yg didirikan yesus melalui wkl Nya d’duni yaitu santo Petrus. bkn mengikuti agama yg didirikan manusia marthin luter alias protestan. bkn kah injil matius jls mengatakn; ” ENGKAU ADALH PETRUS DAN DI ATS BATU KARANG INI AKU MENDIRIKAN JEMAATKU DAN ALAM MAUT TIDAK AKAN MENGUASAINYA. KEPADAMU KUBERIKAN KUNCI KERAJAAN SURGA. APA YG KAMU IKAT DI BUMI AKAN TERIKAT DI SURGA DAN APA YG KAMU LEPASKAN DI BUMI AKAN… Read more »

Ingrid Listiati
Reply to  nasius logan
16 years ago

Shalom Nasius, Sebaiknya, janganlah kita menghakimi saudara/i kita yang Kristen non-Katolik sebagai ‘tidak memahami Alkitab’. Banyak dari mereka mendalami Alkitab, bahkan lebih dari kebanyakan umat Katolik, walaupun harus diakui juga, bahwa di beberapa topik pengajaran, pemahaman mereka berbeda dengan ajaran Gereja Katolik. Untuk itulah jika memang ada kesempatannya, kita dapat berdialog satu sama lain, dengan harapan mereka dapat melihat kepenuhan kebenaran yang diajarkan oleh Gereja Katolik, yang mengambil dasar Alkitab dan pengajaran para rasul dan Bapa Gereja. Selanjutnya, memang adalah tantangan dari sesama umat Kristiani, baik yang Katolik maupun non- Katolik untuk bertumbuh dalam iman dalam kerendahan hati. Kerendahan hati… Read more »

oka savtama
oka savtama
Reply to  Ingrid Listiati
15 years ago

Jika memahami Alkitab dengan rasio manusia, maka itulah pengajaran yang diikuti Katholik. Penafsiran bahwa Engkau adalah Petrus, di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku [Matius 16:18] tidak boleh dipisahkan dari konteks-nya. Pemahaman Alkitab harus berdasrkan penafsiran yang tepat. Dalam hal ini bukan hanya penafsiran historikal, tetapi penafsiran kontekstual dan gramatikal sangat penting. Arti ayat di atas adalah bahwa Yesus mengganti/meneguhkan nama Simon dengan sebutan Petrus {batu karang kecil] dan Dia tidak mendirikan di atas Petrus, tetapi Ia meneruskan dengan kata dan di atas batu karang ini [Petra] berbeda dengan Petros, artinya di atas pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah… Read more »

Laurensius
Laurensius
Reply to  oka savtama
15 years ago

Ada banyak diskusi (bukan artikel yang tidak memungkinkan adanya tanya jawab) yang membahas masalah ini, anda bisa googling masalah Petros/Petra ini.
Salah satunya :
http://www.speroforum.com/forum/topic.asp?TOPIC_ID=5583

Beberapa pendapat teolog Protestan mengenai hal ini :
http://itsjustdave1988.blogspot.com/2005/04/upon-this-rock-is-rock-of-matt-1618.html
http://phatcatholic.blogspot.com/2006/09/protestant-scholars-on-mt-1616-19.html

endro wibowo
endro wibowo
Reply to  oka savtama
15 years ago

iya sdr oka savtama… membangun pemahaman Alkitab yang adalah kebenaran menurut saya harus mempunyai fondasi, sebab jika tanpa fondasi, niscaya bangunan tersebut tidak akan pernah berdiri, jikapun berdiri, ketika diberi guncangan sedikit maka akan runtuh dan tercerai berai. hal itulah yang menyebabkan Alkitab yang adalah Inspirasi Roh Kudus itu menjadi bermacam2 warna. Fondasi tersebut adalah Gereja, dimana alkitab tersebut diilhamkan. memahami Alkitab dengan rasio manusia saya rasa tidak dilarang. untuk apa manusia dibekali akal? “cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu”. menurut saya pendekatan historikal dan antropologi juga harus dilibatkan karena alkitab ditulis dengan latar belakang… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersialKatolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
68
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x